SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Maraknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perundungan, serta kekerasan terhadap ibu dan anak di Kabupaten Sidoarjo memicu respons sigap dari Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sidoarjo.
Organisasi perempuan keagamaan terbesar ini mengambil peran strategis di garda terdepan untuk mengedukasi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan keluarga demi memutus rantai kekerasan.
Faktor tekanan ekonomi serta dampak negatif konten digital tanpa filter diidentifikasi sebagai pemicu utama kerentanan psikologis yang berujung pada tindakan agresif di lingkungan keluarga maupun satuan pendidikan.
Menanggapi kompleksitas masalah tersebut, Sekretaris PC Muslimat NU Sidoarjo, Dra. Hj. Subchiyah Adimara, M.Pd., yang mewakili Ketua Dra. Hj. Ainun Jariyah, menegaskan bahwa lembaganya terus bergerak masif menyentuh akar rumput.
Pihaknya mengintegrasikan program Layanan Konseling Rumah Tangga Maslahah dengan sinergi lintas sektor, termasuk menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
"Sebagai wadah para ibu, pencegahan kekerasan harus dimulai dari lingkungan terkecil, dan kami berkomitmen memperkuat literasi digital orang tua serta pendampingan psikologis yang komprehensif bagi para korban," ujar Subchiyah Adimara.
Sebagai langkah inovatif dalam proses pemulihan mental, PC Muslimat NU Sidoarjo turut menghubungkan program trauma healing bagi anak-anak korban kekerasan dengan momentum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo.
Pemenuhan nutrisi harian yang optimal dinilai sangat esensial untuk mendampingi proses pemulihan fisik sekaligus mengembalikan stabilitas emosional anak-anak.
Melalui dapur umum dan jaringan ranting di desa-desa, Muslimat NU memastikan anak-anak korban trauma mendapatkan asupan gizi yang layak guna mempercepat kebangkitan mental dan fisik mereka.
Gerakan sistematis yang memadukan penyuluhan hukum, konseling keluarga, dan intervensi gizi ini diharapkan mampu menekan angka kekerasan secara signifikan.
Muslimat NU Sidoarjo terus berkomitmen menciptakan ekosistem sosial yang ramah anak dan ramah keluarga demi terwujudnya masyarakat Delta yang maslahat, aman, serta berakhlakul karimah. (Hdk/ hik)
Editor : Redaksi