Perkuat Ketahanan Pangan dan Tekan Inflasi, Pemkot Surabaya Andalkan Urban Farming

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengembangan urban farming untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus menjaga pasokan dan stabilitas harga komoditas. SP/Pemkot Surabaya
Pengembangan urban farming untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus menjaga pasokan dan stabilitas harga komoditas. SP/Pemkot Surabaya

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus menjaga pasokan dan stabilitas harga komoditas, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan perkotaan melalui pengembangan urban farming. Dimana, tahun ini, cabai rawit dan bawang merah menjadi komoditas utama yang dibudidayakan, dengan target panen pada awal Desember 2026.

Sehingga, memasuki tahun kelima, Surabaya Urban Farming Competition (SUFC) 2026 diarahkan menjadi gerakan masyarakat yang juga akan disinergikan dengan program Kampung Pancasila, khususnya pada pilar lingkungan. Program tersebut digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya itu resmi diluncurkan pada Jumat (4/9/2026) di Graha Sawunggaling. 

“Di tahun 2026 ini akan menjadi sebuah sinergi yang hebat. Program dari Dinas Ketahanan Pangan melalui Urban Farming Competition akan bersinergi dengan Lomba Kampung Pancasila,” ujar Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Surabaya, Anna Fajriatin, Minggu (06/09/2026).

Sementara itu, Kepala DKPP Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, SUFC 2026 mendorong masyarakat memanfaatkan berbagai ruang di kawasan perkotaan, mulai dari pekarangan rumah, lahan aset, fasilitas umum hingga lahan yang belum termanfaatkan.

“Ketahanan pangan kita mulai dari skala rumah tangga. Setelah itu, secara bertahap bisa dikembangkan ke skala yang lebih luas, misalnya tingkat RW,” kata Nanik.

Tahun ini, SUFC memiliki empat kategori, yakni Urban Farming Terintegrasi atau Terpadu, Kuantitas Bawang Merah, Kuantitas Cabai Rawit, dan Urban Farming Pemula. Kategori urban farming terpadu menjadi pembeda karena menggabungkan pertanian dengan unsur perikanan dan peternakan.

Sehingga, melalui pengembangan urban farming, Pemkot Surabaya mendorong lahan-lahan perkotaan menjadi lebih produktif sekaligus membangun kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga hingga kewilayahan. “Sinergi dengan Kampung Pancasila juga diharapkan membuat gerakan menanam terus berkembang dan memberikan manfaat setelah kompetisi berakhir,” ungkapnya. sb-05/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…