Pelakunya Diduga Orang Bayaran

Nasdem Ngaku Anies Dilempar Telur Busuk dan Celana Dalam, Polisi Berkata Lain

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kegiatan Anies di Aceh selama dua hari yang selalu disambut ribuan warga.
Kegiatan Anies di Aceh selama dua hari yang selalu disambut ribuan warga.

i

SURABAYAPAGI.COM, Aceh - Kunjungan safari Anies Baswedan di Provinsi Aceh selama dua hari kemarin, menyisahkan cerita tidak mengenakkan. Kantor DPW Partai NasDem dilempar kaos, telur busuk dan celana dalam oleh orang tak dikenal (OTD).

Selain di kantor partai, diketahui juga lapangan bola kaki Desa Pango, tempat dilakukan jalan sehat Anies juga dilempari telur busuk. Beruntungnya, panitia menyadari hal ini lebih cepat dan membersihkannya.

Pengakuan dari Ketua DPW Nasdem Aceh Teuku Taufiqulhadi, kantornya dan lokasi safari Anies Baswedan dilempar telur dan kaos kaki busuk oleh OTD.

Panitia dan penjaga kantor lebih cepat mengetahui hal tersebut sebelum acara berlangsung. Aksi ini pun diakui belum pernah terjadi pada aktivitas perpolitikan di tanah rencong tersebut.

Taufiqulhadi pun memastikan jika politik lempar telur, kaos dan celana dalam busuk bukan ciri politik di Aceh. Pihak panitia sudah melaporkan peristiwa ini ke pihak keamanan. 

Terlepas dari insiden itu, Taufiq menegaskan acara Anies Baswedan jalan sehat bersama Partai NasDem di Banda Aceh berjalan lancar dan berlangsung meriah.

"Penjegalan dan teror yang dilakukan pembenci Anies dan Nasdem tidak berhasil," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Nasdem, Effendy Choirie, juga menyesalkan aksi lempar telur busuk di sekitar kantor DPD Partai Nasdem, jelang kegiatan Anies Baswedan disana. Ia berharap politik kebencian, hasut dan teror harus dihentikan. 

"Kita ambil hikmahnya, orang mau ganjal, mau apa, kita anggap itu ujian bagi seseorang yang mau diangkat derajatnya, kan Anies mau jadi presiden, kalau di lapangan banyak gangguan kita anggap ujian," tegasnya.

Pecah di Jalan

Terpisah, polisi membantah kabar bahwa kantor DPW NasDem Aceh dan tempat kegiatan bakal capres Anies Baswedan dilempari telur busuk. Polisi menyebutkan telur itu pecah di jalan yang terletak 30 meter dari tempat tersebut.

Kabag Ops Polresta Banda Aceh Kompol Iswahyudi mengatakan pihaknya mengamankan tempat-tempat yang menjadi objek kunjungan dan lokasi kegiatan Anies selama dua hari di Aceh. Iswahyudi menyatakan dua lokasi itu dalam keadaan aman, terkendali, dan tertib.

"Telur pecah yang ada disampaikan, itu pecahnya di jalan. Bukan di kantor. Makanya jangan salah arti. Kalau nanti dibilang pecah di kantor, kami di situ jaga," kata Iswahyudi, Minggu (4/12/2022).

Iswahyudi menjelaskan, telur pecah itu terjadi di jalan yang terletak sekitar 30 meter sebelum lapangan bola tempat kegiatan Anies digelar. Iswahyudi belum dapat memastikan telur itu pecah karena jatuh atau dipecahkan.

Menurut Iswahyudi, lokasi kegiatan Anies sejatinya telah dijaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dia meminta kasus telur pecah itu tidak dipolitisasi.

"Tidak ada (telur pecah) di kantor, kantor dalam keadaan aman. Itu di jalan. Jalan itu kan kita nggak tahu siapa yang memecahkan. Jatuh telur atau siapa. Jangan-jangan, dipolitisir pihak yang membaca statement dari orang yang memberikan," jelasnya.

Orang Bayaran

Pengamat Tata Negara Refly Harun menilai polisi harus bertindak. Peristiwa ini tidak harus menunggu laporan dari yang merasa dirugikan.

Polisi harus bertindak karena peristiwa ini tergolong gangguan terhadap ketertiban dan keamanan masyarakat.

"Jika ini benar, harus ditangkap. Ini Bukan orang yang mengkritik yang ditangkap. Pelaku ini jelas-jelas menganggu ketertiban dan keamanan umum. Tidak harus menunggu laporan," ujar Refly di chanel YouTube miliknya, Minggu (4/12/2022).

Usai membaca pemberitan, ia memastikan jika peristiwa ini bukan hanya ujian bagi Anies Baswedan, namun harus diproses ke jalur hukum.

"Ujian, ujian, namun tetap saja ini perbuatan kriminal," sambung Refly.

Menurut Refly,  ia tidak pernah mendengar penguasa atau pemegang kekuasaan politik di tanah air, mempersilakan setiap orang berpolitik dengan aman dan nyaman.

"Saya gak pernah dengar dari kekuasaan saat ini, misalnya berkata 'jangan melarang mereka yang bertemu rakyat'," celetuk Refly.

Refly pun memastikan jika cara ini merupakan politik kotor. Dia pun menduga kuat jika pelaku ialah orang bayaran dengan motif tertentu.

"Pelaku lapangan, bukan orang sesungguhnya. Kalo orang bayaran, tergantung suruhan. Bisa jadi bukan kehendak mandiri dia, namun ada stuktur yang menyuruh dengan iming-iming fasilitas tertentu," bebernya.

Refly mengungkapkan perbedaan orang yang menyuruh dan pelaku lapangan. Keduanya memiliki perbedaan motif.

"Bedakan pelaku yang punya motif, atau dibalik layar. Itu jelas," sambung dia.

Dia pun mengajak sobat-panggilan pengikut media sosialnya agar bisa berfikir bijaksana jika tuduhan jika politik ini malah diciptakan oleh partai pendukung Anies Baswedan.

Tawarkan Perubahan

Sebelumnya, Bakal Calon Presiden Indonesia dari partai Nasdem Anies Baswedan mengajak masyarakat Aceh untuk menyongsong perubahan yang lebih baik pada tahun 2024.

Anies mengatakan bahwa Aceh memiliki catatan gemilang tentang perjuangan rakyat, bukan hanya menggulung kolonialisme, melainkan perjuangan untuk menggelar keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Kami ingin ajak semua, mari berjuang bersama demi hadirnya rasa keadilan bagi semuanya, siap kerja bahu-membahu, saling dukung," kata Anies Baswedan di Banda Aceh, Sabtu.

Dalam kesempatan itu, Anies juga mengajak masyarakat Aceh untuk menjadi bagian yang mempersatukan, bukan sebagai pemecah belah. Menjangkau semuanya guna menyampaikan pandangan dan pesan positif.

"Bila menghadapi kondisi yang tidak nyaman, berikan senyum, tunjukkan ini rombongan orang-orang berakhlak mulia, orang-orang yang membawa keteduhan," katanya.ce,jk,2

Berita Terbaru

Kick Off Hari Santri di Lamongan, Diawali Jelajah Santri Sako Pramuka Pandu Ma’arif

Kick Off Hari Santri di Lamongan, Diawali Jelajah Santri Sako Pramuka Pandu Ma’arif

Sabtu, 19 Sep 2026 10:57 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kick off peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Lamongan, diawali dengan kegiatan Jelajah Santri Sako Pramuka P…

Puluhan Ribu Alumni Gontor Padati Pondok Jelang Peringatan 100 Tahun

Puluhan Ribu Alumni Gontor Padati Pondok Jelang Peringatan 100 Tahun

Sabtu, 19 Sep 2026 10:44 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 10:44 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Puluhan ribu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dari berbagai penjuru dunia memadati kawasan pondok untuk mengikuti…

Minat Investasi Emas Menguat, HSBC Indonesia Hadirkan Reksa Dana Saham Syariah

Minat Investasi Emas Menguat, HSBC Indonesia Hadirkan Reksa Dana Saham Syariah

Sabtu, 19 Sep 2026 09:29 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 09:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Meningkatnya perhatian investor terhadap emas sebagai bagian dari diversifikasi portofolio mendorong PT Bank HSBC Indonesia (HSBC I…

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Direktur PT Jatim Parkir Center (JPC), Kiagus Firdaus, membuka peluang penyelesaian sengketa lahan melalui negosiasi setelah Pen…

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…