Rugikan Korban Rp 17,5 M, Eksi Anggraeni Dituntut 3 Tahun Penjara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Eksi Anggreni dituntut selama 3 tahun penjara oleh jaksa Rakhmad Hari Basuki. Mantan narapidana kasus jual beli emas PT Antam Tbk itu dinyatakan terbukti menipu Lim Melina dengan modus yang sama. Akibat perbuatannya, korban menelan kerugian sebesar Rp 17,5 miliar. 

Dalam surat tuntutannya, jaksa dari Kejati Jatim itu menilai unsur pidana sebagaimana dalam pasal pada surat dakwaannya telah terpenuhi. Sehingga tidak ada alasan pembenar ataupun pemaaf yang dapat menghapuskan pidana yang telah dilakukan oleh terdakwa Eksi. 

"Menuntut, memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini,  menyatakan terdakwa Eksi Anggraeni telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 378 Jo pasal 55 (1) Ke 1 KUHP. Menjatuhkan pidana oleh karenanya dengan pidana penjara selama 3 tahun," tutur Jaksa Rakhmad Hari Basuki saat membacakan tuntutannya di ruang sidang Kartika 1, Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (8/12/2022). 

Terhadap tuntutan jaksa, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya, Limbong, akan menanggapinya dengan mengajukan upaya hukum berupa pembelaan (pledoi). "Kami mengajukan pledoi yang mulia," kata Limbang kepada majelis hakim yang diketuai R. Yoes Hartyarso.

Usai sidang, Jaksa Rakhmad Hari Basuki ketika dikonfirmasi terkait pertimbangan  tuntutan terhadap terdakwa yang hanya selama 3 tahun penjara mengungkapkan bahwa kerugian yang diakui terdakwa sebanyak 4 kilogram. 

"Kerugian yang diakui terdakwa itu belum dikasihkan ke pelapor. Sedanh pelapor hanya berdasar cek saja dan pernyataan kalau nilainya 15 miliar," ungkapnya. 

Sedangkan terkait residivis kasus yang sama, Jaksa Hari menjelaskan bahwa perbuatan terdakwa termasuk concursus yaitu melakukan beberapa tindak pidana yang sama di dalam satu waktu bersamaan walaupun korbannya banyak.

"Karena ancaman perkara concursus adalah maksimum ditambah 1/3 dari pasal yang dibuktikan. Artinya saat dijatuhi hukuman 3 tahun 10 bulan penjara waktu itu. Maka itu juga dihitung mas dengan pidana sekarang," jelasnyam.

Detailnya, sambung Hari, ancaman maksimum pasal 378 yaitu 4 tahun sehingga bila statusnya residivis maka ditambah 1/3 hukumannya. "Jadi ancaman maksimal tidak boleh 5 tahun 3 bulan penjara. Contoh kasus Dimas Kanjeng," imbuhnya. 

Untuk diketahui, saat menjalani persidangan Eksi tidak dilakukan penahanan meski kerugian korban hingga miliaran rupiah. Dia ditetapkan sebagai tahanan kota berdasarkan jaminan dan rekam medik penyakit yang dideritanya. 

Terdakwa Eksi sebelumnya didakwa melakukan penipuan dengan modus yang sama dengan korban crazy rich Surabaya Budi Said. Awalnya, Eksi dikenalkan oleh notaris Devi Chrisnawati dengan korban Lim Melina. Dia menjanjikan menjual emas yang berasal dari PT Antam Tbk dengan harga yang lebih murah dari harga umum.

Lantaran tertarik, Melina menjalin kesepakatan transaksi dengan Eksi hingga terjadi transfer beberapa kali untuk pembelian emas seberat 31 kilogram senilai Rp 17 miliar. 

Dari pembelian emas sejak 27 September 2018 dan uang yang sudah di transfer tersebut, ternyata emas yang diterima hanya 5 kilogram. Padahal korban telah mentransfer uang ke terdakwa setara dengan 31 kilogram.

Lim Melina lalu melakukan teguran lisan beberapa kali kepada terdakwa. Akhirnya terdakwa membuat surat pernyataan yang isinya menyatakan telah membeli emas batangan 24 k seberat 31 kg dan menyerahkan cek dengan total Rp 17,53 miliar kepada saksi Lim.

Namun, saat cek tersebut dicairkan oleh Lim, ternyata tidak mencukupi dananya. Atas perbuatannya tersebut, korban lalu melaporkan Eksi ke pihak yang berwajib. nbd

Berita Terbaru

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya…

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Fenomena sungai menghitam dan penumpukan sampah plastik masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Ponorogo. Merespons hal tersebut,…

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun -Pengusaha event organizer (EO) Matahari Pink Inspiration (MPI), Faizal Rachman, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ter…

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, JAKARTA — Polemik lama antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Praktisi hukum Ghufron menegaskan p…

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Terus berkomitmen menjaga keamanan operasional perjalanan kereta api sekaligus keselamatan pengguna jalan pada perlintasan Rel…

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …