SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto menggelar acara Sinergi Media Sebagai Partner Pemda Untuk Harmonisasi Publikasi di Kota Mojokerto, di Pendopo Sabha Mandala Tama, Kantor Pemkot Mojokerto, Kamis (22/12) pagi.
Acara yang dihadiri puluhan wartawan dari media cetak, siber dan elektronik ini mendatangkan nara sumber akademisi dari Dosen Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo.
Kepala Diskominfo Kota Mojokerto, Santi R dalam sambutannya mengatakan kegiatan sinergi media ini bertujuan untuk mempererat sinergitas antara wartawan dengan Pemkot Mojokerto.
"Sebagai partner kerja, keberadaan wartawan ini sangat kita butuhkan dalam rangka mempublikasikan serta diseminasi semua program kegiatan dan keberhasilan yang dicapai Pemkot Mojokerto," ujarnya.
Ia berharap, sinergitas yang telah terjalin dengan baik selama bertahun-tahun ini semakin solid dan kompak.
Selain itu, Ia juga mengapresiasi keberadaan media karena telah membantu memudahkan tugas Pemkot Mojokerto untuk menginformasikan program kebijakannya kepada masyarakat luas.
"Kita memiliki keterbatasan melaksanakan publikasi informasi kepada masyarakat. Dengan bantuan media, maka Alhamdulillah sampai dengan saat ini seluruh informasi yamg ingin kami sampaikan ke masyarakat dapat tersampaiakan dengan baik," pungkasnya.
Sementara itu, Suko Widodo, Dosen Unair Surabaya dalam paparannya membahas tentang peran media sebagai mitra pemerintah daerah. Ia menyebut media memiliki peran strategis sebagai agent of change.
Ia menegaskan jika wartawan bukan perusak maupun penghancur pemerintah, tetapi wartawan adalah mitra pemerintah dalam membangun bangsa khususnya di daerah.
"Jadi pemerintah gak perlu takut kepada wartawan, mereka bukan musuh, karena keberadaan wartawan di negeri ini sudah diatur didalam Undang-undang Nomor 40 tahun 1999, dan sampai detik ini undang-undang itu masih berlaku,” tegasnya.
Karena itu, Suko mengingatkan Pemerintah dan semua lembaga pemerintahan khususnya di Kota Mojokerto agar tidak mempersulit wartawan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Pemerintah juga diharap dapat bekerja sama dengan wartawan maupun perusahaan pers dalam membantu pemerintah menjalankan program mensejahterakan rakyat.
“Mari bergandeng tangan, karena wartawan merupakan mitra pemerintah membangun daerah,” tambahnya. Dwi
Editor : Redaksi