Kasus Dugaan Pengeroyokan Terhadap Shirley, Tiga Terdakwa Sebut Tidak Ada Sentuhan Fisik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sidang pemeriksaaan kasus dugaan pengeroyokan Lauw Shirley Andayani di PN Surabaya, Rabu (21/12/2022).
Sidang pemeriksaaan kasus dugaan pengeroyokan Lauw Shirley Andayani di PN Surabaya, Rabu (21/12/2022).

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Terry Imanuel bersama Tri Tulistiyani dan Joko Rianto, tiga terdakwa kasus dugaan pengeroyokan Lauw Shirley Andayani di showroom Manna Mobil menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (21/12/2022).

Dalam sidang tersebut, ketiga terdakwa memastikan tidak ada sentuhan fisik sama sekali terhadap Lauw Shirley.

Pernyataan itu disampaikan untuk mengklarifikasi tuduhan jaksa yang menyatakan Lauw Shirley pernah dikeroyok dan mengalami luka sewaktu berada di showroom Manna Mobil pada tanggal 19 Februari 2022 lalu sekitar pukul 11.00 WIB.

"Tidak ada apa-apa Pak Hakim. Yang ada hanya keributan kecil dengan Shirley dan itupun sudah dilerai sama Ayub," kata terdakwa Terry Imanuel.

Terry Imanuel juga membantah kalau aksi kekerasan itu dialami Sherley pada saat dia berjalan mundur sambil merekam video dirinya.

"Tidak ada sentuhan fisik Yang Mulia. Saya hanya berteriak meminta video itu dihapus ketika Sherley belum selesai memvideo saya. Sewaktu merekam, jarak antara saya dengan Shirley sekitar 3 sampai 4 meter," imbuhnya.

Senada dengan terdakwa Terry Imanuel, dua terdakwa lainnya yakni Tri Tulistiyani dan Joko Rianto juga mengaku tidak pernah melihat peristiwa kekerasan fisik yang disebutkan Lauw Shirley. Padahal sewaktu kejadian keduanya berada di tempat kejadian perkara.

"Saya tidak tahu terkait adanya luka di tangan Lauw Sherley. Sewaktu keributan terjadi, saya dan pak Joko hanya diminta menghadang Lauw agar Bu Sherley tidak keluar dari showroom," ungkap terdakwa Tri Tulistiyani.

"Saya reflek bergerak setelah disuruh Pak Terry menghalang-halangi dari belakang, saat Bu Sherley berjalan mundur hendak keluar dari showroom," lanjut terdakwa Joko Rianto.

Ketiga terdakwa bersikeras mengaku tidak tahu soal luka yang ada di tangan Lau Sherly. Dalam sidang itu, sempat terjadi perdebatan antara Jaksa Penuntut dengan tim kuasa hukum terdakwa Terry Imanuel dkk terkait barang bukti hasil visum luka yang dihadirkan penyidik.

"Kami hanya disuruh Pak Terry menghadang dari belakang. Kami tidak tahu luka yang ada di tangan Bu Sherley. Tidak ada sentuhan fisik," tandas terdakwa Tri Tulistiyani dan terdakwa Joko Rianto.

Menariknya dalam sidang ini, ketua majelis hakim Sutarno sempat menggelar rekonstruksi kejadian Lauw Sherly merekam video terdakwa Terry Imanuel dan dilakukan penghadangan oleh terdakwa Tri Tulistiyani bersama terdakwa Joko Rianto.

Dalam rekonstruksi itu, terlihat terdakwa Terry Imanuel dari jarak 3 meter meminta video itu dihapus. Sementara terdakwa Tri Tulistiyani bersama-sama dengan terdakwa Joko Rianto melakukan penghadangan.

"Tidak ada sentuhan fisik yang mulia, Lauw Shirley pakai tangan kiri memvideo, tangan kanannya pegang BPKP. Saat dihadang, Sherly teriak-teriak minta para penghadang minggir. Dibelakang penghadang hanya ada mobil, tidak ada saksi Reymond dan saksi Sukoco. Saksi Jony ada di dalam mobil. Dia parkir sedikit disebelah showroom. Tidak mungkin bisa melihat sebab terhalang tembok," papar terdakwa Terry Imanuel saat rekonstruksi.

Mengakhiri persidangan ini, terdakwa Terry Imanuel mengungkapkan kalau perkara ini pernah dimediasi oleh seseorang bernama Titi.

"Sore harinya Titi telepon ke Brian, kakak saya minta duit tambahan untuk Shirley 200 juta. Sebulan kemudian Titi minta 250 juta. Dan saat gelar perkara di depan wakapolrestabes Surabaya Sherley minta 500 juta. Saat saya ditahan Sherly minta restorastif justice dengan syarat permintaan maaf di media. Minta uang Rp 500 juta dan saya diminta menjadi saksi dalam gugatan perdata menyatakan mobil Porsche itu miliknya Jonny," tutupnya.

Dikonfirmasi selepas sidang, ketua tim kuasa hukum Terry Imanuel dkk, Rolland Potu akan menjadikan visum et repertum yang dijadikan Jaksa sebagai alat bukti dalam perkara ini sebagai dasar pembelaan.

“Visum tersebut didasarkan pada hal faktual yang bagaimana? Apakah itu hanya bertumpuh pada keterangan saksi korban saja, ujar Rolland.

"Para terdakwa meyakini tidak ada persentuhan fisik. Keterangan para saksi juga menyebut demikian. Dua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut juga mencabut BAP. Unus Testis Nullus Testis, satu saksi bukan saksi," tandas Rolland Potu. ari

Berita Terbaru

Mojo City Innovation Expo 2026 Hadirkan Inovasi Lebih Dekat dengan Masyarakat

Mojo City Innovation Expo 2026 Hadirkan Inovasi Lebih Dekat dengan Masyarakat

Selasa, 20 Okt 2026 12:08 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 12:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Lebih dari 20 stan inovasi meramaikan Mojo City Innovation Expo 2026 di Atrium Sunrise Mall, Kota Mojokerto, pada 19–20 Oktober 2…

Diduga Mengantuk, Xenia Terjun ke Sungai di Ponorogo

Diduga Mengantuk, Xenia Terjun ke Sungai di Ponorogo

Selasa, 20 Okt 2026 12:07 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 12:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebuah minibus Daihatsu Xenia berwarna putih ringsek parah setelah terjun ke sungai kecil di Jalan Raya Ponorogo-Wonogiri, Desa K…

Wabup Madiun Dorong Kader PKK Siapkan Generasi Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Wabup Madiun Dorong Kader PKK Siapkan Generasi Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 20 Okt 2026 11:50 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 11:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi menekankan pentingnya peran kader PKK dalam menyiapkan generasi berkualitas untuk menyongsong I…

Hoaks di Media Sosial Mengancam, Empat Pilar Kebangsaan Dinilai Jadi Benteng Generasi Muda

Hoaks di Media Sosial Mengancam, Empat Pilar Kebangsaan Dinilai Jadi Benteng Generasi Muda

Selasa, 20 Okt 2026 10:37 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 10:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Arus informasi di media sosial semakin memudahkan masyarakat terhubung dari Sabang hingga Merauke. Namun, kemudahan tersebut juga m…

Bos BPI Divonis 2 Bulan 10 Hari, Edward Raimond: Fair Trial Harus Dijaga sampai Tingkat Terakhir

Bos BPI Divonis 2 Bulan 10 Hari, Edward Raimond: Fair Trial Harus Dijaga sampai Tingkat Terakhir

Selasa, 20 Okt 2026 08:04 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 08:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Direktur Utama PT Bentang Persada Internusa (BPI), Santoso Utomo Tjioe, dijatuhi pidana dua bulan sepuluh hari penjara dalam p…

PLN UIT JBM Tanam 16.500 Bibit Mangrove di Bali, Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir

PLN UIT JBM Tanam 16.500 Bibit Mangrove di Bali, Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir

Senin, 19 Okt 2026 20:35 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Bali – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan m…