Makanan Asin dan Pola Makan Buruk Bisa Tingkatkan Stres

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Harvard dan Edinburgh, menunjukkan bahwa makanan asin dan pola makan yang buruk dapat menaikkan tingkat stres. Menurut para ahli dari Harvard Health Publishing, pola makan dan tingkat stres memiliki keterkaitan. 

Buruknya pola makan dapat menyebabkan stres, tingginya stres dapat memperburuk bola makan. Mempraktikkan pola makan dengan sadar, dan memilih makanan berserat seperti sayuran, dan juga asam lemak omega 3 dapat membantu menurunkan stres.

Peneliti menyebutkan bahwa rasa lapar bisa timbul bukan akibat rasa fisiologis, melainkan juga karena turbulensi psikologis. Hal ini membuat kita akan makan lebih banyak sebagai mekanisme penanggulangan.

Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan University of Edinburgh menghasilkan bahwa makanan asin dan olahan membuat tingkat stres melonjak. Konsumsi garam berlebih menyebabkan produksi hormon stres yang dikenal sebagai glukokortikoid naik.

“Kita adalah apa yang kita makan, dan memahami bagaimana tingginya asupan garam dapat mengubah kesehatan mental merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan,” ungkap Matthew Bailey selaku profesor fisiologi ginjal di University of Edinburgh, dikutip dari BestLife Online.

“Mengonsumsi makanan yang tinggi garam dapat merusak jantung, pembuluh darah, dan juga ginjal. Penelitian yang kami lakukan juga menunjukkan bahwa garam mampu mengubah cara otak kita menangani stres,” tambahnya.

Department of Agriculture Amerika serikat menganjurkan konsumsi garam kurang dari 2.300mg per hari. Sedangkan Kementerian Kesehatan Indonesia menyarankan konsumsi garam adalah 2000 mg, atau tidak lebih dari 1 sendok teh dalam sehari. 

Peneliti dari Edinburgh itu mengatakan penyebab utama bukanlah penambahan garam meja, tetapi makanan olahan yang terkadang menyembunyikan kandungan natrium. Itu sebabnya mereka meminta pemerintah melalui otoritas kesehatan, bekerja sama dengan produsen makanan untuk mengatur kandungan garam dalam makanan kemasan.

“Untuk sebagian besar pemerintah, perlu bekerja sama dengan produsen makanan untuk mengatur dan mengawasi kandungan natrium. Keberhasilan ini bisa ditingkatkan dengan pemantauan secara independen,” tambahnya lagi.

Menurut Lindsay Delk yang juga seorang ahli diet, mengurangi garam dan makanan olahan dapat membantu menurunkan berat badan, menjaga tekanan darah, menurunkan risiko penyakit jantung, dan memperbaiki gejala kesehatan mental seperti depresi, dan gangguan kecemasan. 

 

Tag :

Berita Terbaru

Bapanas Soroti Beras Fortifikasi

Bapanas Soroti Beras Fortifikasi

Senin, 10 Agu 2026 02:24 WIB

Senin, 10 Agu 2026 02:24 WIB

SURABAYAPAGI.com – Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Brigjen Pol. Hermawan, menegaskan bahwa f…

Pemerintah Dorong Kelolaan Sampah dengan Teknologi Pirolisis Termahal Rp196 juta

Pemerintah Dorong Kelolaan Sampah dengan Teknologi Pirolisis Termahal Rp196 juta

Senin, 10 Agu 2026 02:21 WIB

Senin, 10 Agu 2026 02:21 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pemerintah saat ini mendorong percepatan pengelolaan sampah nasional dengan m…

BRIN Pamer Hasil Penelitian Revolusi Energi ke Prabowo

BRIN Pamer Hasil Penelitian Revolusi Energi ke Prabowo

Senin, 10 Agu 2026 02:19 WIB

Senin, 10 Agu 2026 02:19 WIB

SURABAYAPAGI.com – Kepala BRIN Arif Satria mengatakan ada hasil penelitian yang mau dipamerkan adalah produk teknologi gas Adsorbed Natural Gas (ANG). “Ada pro…

KAI Umumkan Barang Tertinggal Sekitar Rp 10,84 miliar

KAI Umumkan Barang Tertinggal Sekitar Rp 10,84 miliar

Senin, 10 Agu 2026 02:16 WIB

Senin, 10 Agu 2026 02:16 WIB

SURABAYAPAGI.com – Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, ada 14.890 barang temuan di berbagai wilayah operasional sepanjang J…

Golkar Madiun Bidik Tambah Kursi, Hari Wuryanto Disiapkan Lagi untuk Pilkada 2030

Golkar Madiun Bidik Tambah Kursi, Hari Wuryanto Disiapkan Lagi untuk Pilkada 2030

Minggu, 09 Agu 2026 20:08 WIB

Minggu, 09 Agu 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Partai Golkar Kabupaten Madiun mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029 dan Pilkada 2030. Konsolidasi hingga tingkat a…

Pemkot Surabaya: Warga yang Rekam Aksi Pencurian Fasum Bakal Dapat Insentif Rp300 Ribu

Pemkot Surabaya: Warga yang Rekam Aksi Pencurian Fasum Bakal Dapat Insentif Rp300 Ribu

Minggu, 09 Agu 2026 15:50 WIB

Minggu, 09 Agu 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti aksi pencurian fasilitas umum (Fasum) di sejumlah taman kota di Surabaya, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot)…