Peneliti: Tripofobia Cukup Umum Terjadi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Ketakutan berlebihan terhadap lubang yang dikenal dengan istilah tripofobia disebut cukup umum terjadi. Klinik Cleveland melaporkan bahwa sekitar satu dari enam orang di Amerika Serikat memiliki kecenderungan fobia tersebut.

"Tripofobia biasanya melibatkan ketakutan yang intens dan tidak proporsional terhadap lubang, pola berulang, tonjolan, dan lainnya. Secara umum, gambar yang menghadirkan energi kontras tinggi pada frekuensi spasial rendah dan menengah," kata peneliti dalam sebuah studi terbitan 2018 yang diterbitkan di APA.

Sebelumnya, pada 2005, data prevalensi mengenai gangguan tersebut dan studi tentang penyebabnya masih terbatas. Meskipun banyak orang melaporkan merasa sangat cemas saat melihat hal-hal yang dimaksud, American Psychological Association belum mengenalinya sebagai kelainan dalam Manual Diagnostik dan Statistik Penyakit Mental.

Para ahli berpendapat bahwa yang dialami banyak orang sebenarnya bukanlah rasa takut, melainkan rasa jijik. Sebuah penelitian terbitan 2013 di jurnal Psychological Science mengutip pernyataan pengidap tripofobia yang muntah, menangis, dan gemetar ketika melihat kumpulan lubang kecil yang asimetris. 

Berdasarkan data dari Google Trends, istilah tripofobia perlahan mulai mendapat popularitas daring sejak 2009 dan menjadi benar-benar populer pada 2012. Gejala pengidap tripofobia saat melihat kumpulan lubang termasuk merinding, jijik, takut, tidak nyaman, berkeringat, mual, kulit gatal, hingga serangan panik.

Belum diketahui secara jelas penyebab munculnya tripofobia. Ilmuwan punya beragam teori, mulai dari faktor genetika, akibat dari trauma, atau karena perilaku yang dipelajari di masa kanak-kanak. Dalam salah satu kasus yang dipelajari psikolog, tripofobia juga mungkin terjadi pada pengidap gangguan kecemasan. 

Sebagian besar penelitian yang meneliti ketidaknyamanan visual melihat gambar kumpulan lubang mencakup penderita migrain atau epilepsi. Individu dengan penyakit tersebut sering kesulitan untuk melihat pola tertentu, seperti garis, gambar klaster, atau garis teks.

Sebuah studi menemukan bahwa pengidap tripofobia cenderung lebih sensitif terhadap rasa jijik dan ketidaknyamanan visual serta mengalami tingkat kesengsaraan pribadi yang lebih besar. Mereka yang punya tingkat empati tinggi juga lebih rentan terhadap ketakutan ini.

Tripofobia ditemukan pada lebih banyak pasien perempuan daripada pria. Studi lain menunjukkan bahwa orang yang takut dengan pola lubang juga dapat memiliki kecemasan sosial, gangguan depresi mayor, gangguan obsesif kompulsif, dan gangguan kecemasan umum.

 Diagnosis tripofobia bisa dilakukan oleh psikolog dengan melihat sejumlah kriteria seperti penyimpangan, kesusahan, disfungsi, dan bahaya. Karena tripofobia belum diakui secara resmi sebagai kelainan, praktisi kesehatan mental mungkin hanya melihat gejala umumnya.hlt/tri

Tag :

Berita Terbaru

Bupati Gresik Lantik Kades PAW Desa Laban, Fokus Percepatan Infrastruktur dan Akses Wilayah

Bupati Gresik Lantik Kades PAW Desa Laban, Fokus Percepatan Infrastruktur dan Akses Wilayah

Selasa, 07 Apr 2026 23:03 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 23:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik melantik Mujiani sebagai Kepala Desa Laban, Kecamatan Menganti, dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan …

Warga Josenan Tegas Tolak KKMP di Lapangan, Nilai Hasil Pertemuan Masih Banyak Ganjalan

Warga Josenan Tegas Tolak KKMP di Lapangan, Nilai Hasil Pertemuan Masih Banyak Ganjalan

Selasa, 07 Apr 2026 20:43 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:43 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun, – Penolakan warga terhadap rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madi…

Realisasi PAD Triwulan I Capai 20 Persen, Bapenda Kota Madiun Lakukan Evaluasi

Realisasi PAD Triwulan I Capai 20 Persen, Bapenda Kota Madiun Lakukan Evaluasi

Selasa, 07 Apr 2026 20:41 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun terus menggenjot capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui evaluasi dan opt…

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurda DPRD Sumenep dengan agenda Penandatanganan Naskah…

Perkuat Peralatan Gardu Induk Manisrejo dan Ngawi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Kelistrikan Makin Andal

Perkuat Peralatan Gardu Induk Manisrejo dan Ngawi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Kelistrikan Makin Andal

Selasa, 07 Apr 2026 20:14 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Madiun – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat keandalan sistem transmisi d…

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Langkah tegas ditunjukkan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dengan memusnahkan 100 ton pupuk ilegal dari dua perkara pidana berbeda.…