Resmikan Indonesia Trading House, Pemerintah Pasarkan Produk UMKM ke Swiss

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menkop UKM Teten Masduki saat meresmikan IHT di Swiss, Selasa (24/11/2023). Foto: Kemenkop UKM.
Menkop UKM Teten Masduki saat meresmikan IHT di Swiss, Selasa (24/11/2023). Foto: Kemenkop UKM.

i

SURABAYAPAGI.COM, Aargau - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki bersama Duta Besar RI untuk Indonesia dan Lichtenstein Muliaman Hadad meresmikan Indonesia Trading House atau ITH yang berlokasi di toko Pasar Indonesia di Aargau, Swiss pada Selasa (24/1/2023).

Dalam peresmian tersebut, ia menyampaikan keinginannya agar produk-produk UMKM di Indonesia dapat terhubung dengan jejaring ITH, diaspora Indonesia, serta pasar dalam negeri.

Teten menyebut, upaya pendirian Indonesia Trading House di Swiss bertujuan membuka peluang masuknya produk-produk UMKM Indonesia ke pasar luar negeri.

"Saya kira sekarang dengan market digital itu juga akan cukup mudah membantu penjualan produk-produk Indonesia lewat jaringan diaspora, asal ada warehousenya ada suppliernya dengan cara rutin," kata Teten, Selasa (24/1/2023).

Ia juga berpesan untuk memanfaatkan platform market digital atau marketplace untuk pemasaran produk-produk UMKM Indonesia dan keterhubungan dengan jejaring ITH, diaspora Indonesia, serta pasar dalam negeri.

“Tetap perluas produk-produk UMKM-nya. Karena produk UMKM ini justru custom dan sekarang kalau makin langka makin dicari. Banyak sekali yang mungkin nanti bisa kita kerja samakan yang sudah diterima market dalam negeri, itu misalnya produk-produk UMKM yang sudah dijual di Mbloc, Post bloc, sekarang di Sarinah,” pesannya.

Ke depannya, mantan Kepala Staf Kepresidenan itu akan mengupayakan kerja sama antar pelaku UMKM dalam negeri dan ITH diperluas. Salah satunya dengan cara memanfaatkan jaringan online-nya.

“Nanti itu bisa kita kerja samakan dengan ITH sehingga bisa manfaatkan jaringan online-nya,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah juga sedang mendorong penjualan bumbu. Artinya, RI tidak hanya menjual dalam bentuk rempah melainkan ekspor bumbu.

“Jadi bukan lagi kita jual rempahnya lagi. Yang kita ekspor lagi nanti bumbu bukan rempah,” ujarnya.

Peresmian pendirian itu menjadi tindak lanjut kegiatan tahun lalu pada 24 Mei 2022, yakni penandatanganan pendirian ITH yang secara resmi ditandangani di sela perhelatan WEF di Indonesia Pavilion yang ditandatangani oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsyad Rasyid.

Dalam peresmian ITH, juga hadir dari pihak Pasar Indonesia AG yakni pemilik pasar Indonesia Versand, Catharina Oehler. Catharina merupakan diaspora Indonesia di Swiss yang menjual produk Indonesia sejak tahun 1999.

"Jadi sekali lagi saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Catherina dan juga dukungan Pak Dubes yang luar biasa dan KADIN. Mudah-mudahan ini bisa direplikasi di berbagai tempat karena sekarang ini produk UMKM juga sudah besar berkualitas (custom, berkualitas). Justru itu yang kita perlu masuk ke pasar luar dan kita mulai dari orang Indonesia," ucap Menteri Teten.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman Hadad berharap peresmian ITH di Aargau Swiss menjadi pintu bagi mengalirnya produk-produk Indonesia, baik produk makanan dan non-makanan, ke pasar Swiss dan pasar Eropa.

"Indonesia harus berpikir dan memanfaatkan peluang Swiss sebagai hub untuk pintu produk Indonesia ke pasar Eropa, terutama dengan pemanfaatan isu tarif dalam Perjanjian Indonesia-EFTA CEPA,” ujar Muliaman.

Dengan pendirian ITH di Swiss, semua pihak berharap akan semakin mendorong peningkatan perdagangan Indonesia ke luar negeri dengan memanfaatkan perjanjian terkait tarif perdagangan antara Indonesia-Swiss. arg

Berita Terbaru

Marhaenisme dan Relevansi Pemikiran Bung Karno

Marhaenisme dan Relevansi Pemikiran Bung Karno

Selasa, 18 Agu 2026 22:49 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 22:49 WIB

Oleh Deni Wicaksono Ketua Persatuan Alumni GMNI Jawa Timur…

KEI Dorong Kelompok Rentan Pagerungan Besar Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

KEI Dorong Kelompok Rentan Pagerungan Besar Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Selasa, 18 Agu 2026 22:11 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI, Sumenep - SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama Pemuda Karang Taruna Laskar Obor menggelar pelatihan daur ulang sampah non-B3 bagi…

Dalang Cilik Naik Panggung, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Seni Wayang

Dalang Cilik Naik Panggung, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Seni Wayang

Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Upaya melestarikan seni dan budaya tradisional terus dilakukan PT Petrokimia Gresik (Persero). Di tengah pesatnya perkembangan z…

Warga Uji Transparansi Pergantian Pimpinan DPRD Magetan, Rekaman Paripurna Diminta Dibuka

Warga Uji Transparansi Pergantian Pimpinan DPRD Magetan, Rekaman Paripurna Diminta Dibuka

Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Magetan – Proses pergantian pimpinan DPRD Kabupaten Magetan kembali menjadi perhatian. Kali ini, publik meminta dokumen dan rekaman Rapat Par…

AUM Wealth Management Danamon Tumbuh 20 Persen, Bisnis Priority Banking Makin Diperkuat

AUM Wealth Management Danamon Tumbuh 20 Persen, Bisnis Priority Banking Makin Diperkuat

Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk kembali memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) setelah meraih dua penghargaan dalam A…

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini, harga komoditas gabah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sedang berada di level tinggi. Gabah kering giling (GKG)…