Pemerintah Provinsi Diminta Benahi Data Kemiskinan di Jawa Timur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mathur Husyairi Anggota Komisi E DPRD Jatim
Mathur Husyairi Anggota Komisi E DPRD Jatim

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -  Persoalan kemiskinan di Jatim sulit terurai akibat database yang kurang tepat sasaran. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota ternyata tidak memiliki data base warga miskin by name by addres untuk pembanding data kemiskinan yang akurasinya lebih bisa dipertanggungjawabkan.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Mathur Husyairi mengatakan, ada mindset masyarakat Jatim itu walaupun tergolong orang mampu bahkan kaya tapi tidak malu minta jatah kalau ada program bantuan dari pemerintah. “Akibatnya angka kemiskinan juga sulit turun walaupun pemerintah sudah menghabiskan uang ratusan triliun untuk program pengentasan kemiskinan," terang Mathur, Jumat 3/2/2023.

Menurutnya, masalah ini ada di hulu dan hilir. Contohnya di Madura yang empat kabupatennya seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep banyak penduduk miskinnya. Di empat kabupaten tersebut saat ini IPM rendah, Kemiskinan tinggi, angka stunting juga tinggi. Tapi disisi lain banyak aliran dana yang masuk ke Madura. Baik dalam bentuk program maupun hibah namun sampai sekarang belum terbukti bisa mengurangi problem kemiskinan di Madura. “Saya usul di Komisi E agar kita rapat dengan lintas komisi. Ayo duduk bareng, kita buka database by name by address untuk penanganan program kemiskinan tepat sasaran,” terang politisi kelahiran Bangkalan ini.

Di sisi lain, pemerintah daerah justru menjadikan masalah kemiskinan menjadi isu yang seksi sehingga layak dijadikan topik pembahasan untuk membuat beragam program pembangunan dalam rangka pengentasan kemiskinan sekaligus  menghabiskan anggaran. 

"Tapi beragam program pengentasan kemiskinan yang dibuat pemerintah daerah itu outputnya cenderung tidak jelas karena tidak memiliki data base dan tidak adanya evaluasi," beber politikus asal Partai Bulan Bintang ini.  

Sebagaimana diketahui data kemiskinan di Indonesia selama ini tersentral di Kemensos melalui DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Sedangkan untuk realisasi program pengentasan kemiskinan ditangani berbagai kementerian dan banyak yang tumpang tindih serta tidak tepat sasaran.

Ia mencontohkan, angka kemiskinan di Jatim yang dirilis BPS menyatakan bahwa per Maret 2019 sebanyak 10,37 �n per September 2019 menjadi 10,20 %. Kemudian Maret 2020 sebanyak 11,09 �n per September 2020 menjadi sebanyak 11,46%.Bahkan data terakhir BPS per September 2022 angka kemiskinan Jatim menjadi 10,49 %.

"Hasil BPS ini juga bisa diartikan bahwa Pemprov Jatim tidak punya program pengentasan kemiskinan yang jelas atau hasilnya tak sesuai dengan harapan," jelas Mathur.

Idealnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang juga mantan Mensos bisa lebih baik menangani masalah kemiskinan di Jatim karena scope-nya sekarang lebih kecil yakni provinsi. Namun, faktanya program pengentasan kemiskinan seperti Jatim Puspa, feminisme maupun PKH Plus juga masih jauh dari harapan karena persoalan dasar yakni data base kemiskinan dan evaluasi tidak ada. 

"Logikanya pemerintah daerah yang memiliki power dan anggaran bisa membuat database kemiskinan by name by addres. Kalaupun tak mampu saya kira bisa menggandeng pihak ketiga karena di Jatim banyak perguruan tinggi yang mumpuni untuk itu. Jadi tinggal political will dari kepala daerahnya," dalih Mathur. rko

Berita Terbaru

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan di Kota Pasuruan

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan di Kota Pasuruan

Selasa, 22 Sep 2026 03:44 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 03:44 WIB

SurabayaPagi, Pasuruan — Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui Unit …

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Antisipasi banjir dilakukan Pemkab Sidoarjo sejak dini menjelang musim hujan. Untuk itu, Wakil Bupati Mimik Idayana memastikan p…

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Produk samping industri yang selama ini membutuhkan ruang penyimpanan dan pengelolaan justru berhasil disulap PT Petrokimia Gresik m…

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun memberikan perhatian terhadap rencana perubahan ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 6 T…

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai menggenjot pelaksanaan sejumlah pekerjaan fisik di tengah waktu pelaksanaan anggaran 2026 …

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto– Semangat kemanusiaan terus mengalir di Kota Mojokerto. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), sebanyak …