Dokter: Pengikat Rambut Bisa Menyebabkan Penyakit Kronis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Ikat rambut selama ini mungkin tak pernah dianggap sebagai benda yang dapat mengancam jiwa. Namun, faktanya, pengikat rambut bisa menyebabkan penyakit kronis.

Kejadian yang dialami seorang perempuan bernama Audrey Kopp pada 2015 menjadi contoh kasusnya. Kopp menyadari ada benjolan di pergelangan tangan yang biasa digunakan untuk menyimpan ikat rambut saat tidak digunakan.

Mengira itu adalah gigitan laba-laba, dia awalnya mengabaikan benjolan tersebut hingga akhirnya tumbuh semakin besar.  Setelah mengunjungi dokter, Kopp diberi resep antibiotik.

Resep itu ternyata tidak manjur. Gejalanya masih berlanjut. Dokter kemudian harus melakukan tindakan operasi di pergelangan tangannya untuk mengeluarkan nanah dari absesnya.

"Saya mengalami goresan kecil di pergelangan tangan saya, dan bakteri dari ikat rambut itu masuk, menyebabkan infeksi bakteri yang mengancam jiwa," kata Kopp dalam sebuah unggahan di akun Facebook pribadinya.

Dokter menduga bakteri dari ikat rambut telah berpindah ke kulit dan masuk ke dalam kulit melalui pori-pori serta folikel rambut yang menyebabkan tiga jenis infeksi. Para ahli lain berteori bahwa ujung-ujung tajam dari partikel-partikel berkilauan pada aksesori pengikat rambut telah mengikis kulit sehingga menjadi pintu masuk bagi bakteri.

Meskipun risiko infeksi akibat pemakaian ikat rambut jarang terjadi, dokter memperingatkan agar tidak mengenakannya di pergelangan tangan apalagi jika terlalu ketat. Dokter Brian Fisher yang juga menjabat sebagai direktur klinis di aplikasi kesehatan Evergreen Life di Inggris menjelaskan bahwa ikat rambut yang terlalu ketat bisa menghambat aliran darah pada tangan.

Jika kebiasaan tersebut dilakukan secara terus-menerus, dampaknya bisa serius. Itu bahkan bisa menyebabkan masalah seperti kerusakan saraf.

"Jadi, jika Anda merasa tangan menjadi lebih dingin atau mengalami sensasi kesemutan, sebaiknya segera lepaskan benda yang ada di pergelangan tangan agar darah tetap mengalir," kata dr Fisher, seperti dilansir laman Express, Senin (13/2/2023).

Meskipun komplikasi infeksi telah didokumentasikan dengan baik, tanda-tanda peringatannya sering diabaikan. Pada tahap pertama infeksi, kulit umumnya menjadi merah.

Jika muncul benjolan yang menyakitkan di lokasi infeksi (abses), hal ini mungkin menandakan adanya kumpulan nanah di bawah kulit. Beberapa abses terbentuk di dalam tubuh, menyebabkan gejala yang tidak spesifik seperti demam, rasa tidak enak badan, dan rasa sakit di daerah infeksi.

Patogen yang bertanggung jawab atas jenis infeksi ini adalah virus, bakteri, jamur, dan parasit yang berada di permukaan kulit. Menurut dr Fisher, agen penyebab penyakit ini menghasilkan racun dan terkadang sepsis.

"Sepsis terjadi ketika tubuh bereaksi terlalu kuat terhadap infeksi, tidak hanya melawan bakteri tetapi juga jaringan Anda sendiri," kata dia.

Ikat rambut bukan satu-satunya benda yang bisa menyebabkan infeksi seperti yang dialami Kopp. Anting dan cincin pada jari juga dapat menyebabkan masalah karena kontak dengan kulit.

"Benda-benda yang terlalu ketat juga dapat menyebabkan lecet pada kulit, membuka pintu masuk bagi bakteri yang mungkin ada pada benda tersebut, terutama ikat rambut," kata dr Fisher.hlt/rmb

Tag :

Berita Terbaru

Sambut 1 Suro, 32 Seniman Lukis Pusaka Nusantara di Balai Pemuda Surabaya

Sambut 1 Suro, 32 Seniman Lukis Pusaka Nusantara di Balai Pemuda Surabaya

Senin, 15 Jun 2026 16:57 WIB

Senin, 15 Jun 2026 16:57 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Puluhan seniman dari berbagai daerah di Jawa Timur menggelar aksi melukis langsung (on the spot) bertema pusaka Nusantara dalam k…

Didukung Koni, Turnamen Domino Surabaya Perkuat Status Olahraga Resmi

Didukung Koni, Turnamen Domino Surabaya Perkuat Status Olahraga Resmi

Senin, 15 Jun 2026 16:52 WIB

Senin, 15 Jun 2026 16:52 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Turnamen Domino Piala Wali Kota Surabaya 2026 menjadi panggung kompetitif bagi olahraga pikiran yang tengah berkembang di Indonesia.…

Khofifah Ajak Warga Ramaikan Jalan Sehat 1448 H, Perkuat Ukhuwah dan Budaya Hidup Sehat

Khofifah Ajak Warga Ramaikan Jalan Sehat 1448 H, Perkuat Ukhuwah dan Budaya Hidup Sehat

Senin, 15 Jun 2026 14:27 WIB

Senin, 15 Jun 2026 14:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menyemarakkan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melalui k…

Semua Dikuasai PT JPC, Armaya Minta Pengelolaan Parkir Dievaluasi 

Semua Dikuasai PT JPC, Armaya Minta Pengelolaan Parkir Dievaluasi 

Senin, 15 Jun 2026 13:05 WIB

Senin, 15 Jun 2026 13:05 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kasus sengketa lahan parkir PT Jatim Parkir Center (JPC) di Jalan dr. Soetomo membuka fakta lain terkait dominasi pengelolaan p…

Saat Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan, DPRD Jatim Malah Usul Tambah Reses 6 Kali

Saat Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan, DPRD Jatim Malah Usul Tambah Reses 6 Kali

Senin, 15 Jun 2026 12:48 WIB

Senin, 15 Jun 2026 12:48 WIB

Surabaya, nawacita – Anggota DPRD Jawa Timur mengusulkan tambahan jumlah kegiatan reses dari 3 kali menjadi 6 kali setahun. Rencana tersebut tertuang dalam d…

Dongkrak PAD hingga 10 Persen, Digitalisasi Parkir di Kota Surabaya Berjalan Efektif

Dongkrak PAD hingga 10 Persen, Digitalisasi Parkir di Kota Surabaya Berjalan Efektif

Senin, 15 Jun 2026 12:46 WIB

Senin, 15 Jun 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota setempat mencatat adanya tren kenaikan Pendapatan Asli…