Dua Hari Tak Keluar, Penghuni Kos di Simo Katrungan Ditemukan Tewas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Proses evakuasi jenazah pria yang tewas di kos Jalan Simo Katrungan Baru Surabaya. SP/Ariandi.
Proses evakuasi jenazah pria yang tewas di kos Jalan Simo Katrungan Baru Surabaya. SP/Ariandi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seorang pria ditemukan tewas dengan kondisi mulut berbusa di dalam kamar kosnya yang beralamat di Jalan Simo Katrungan Baru No. 74, Surabaya pada Rabu (15/02/2023) sekitar pukul 10.00 WIB.

Pria tersebut diketahui bernama Tji Randy (22) asal Jalan Kampung Janis, Kelurahan Pekojan Tambora, Jakarta Barat.

Plt Kepala BPBD Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, jenazah korban pertama kali ditemukan pemilik kos, Soesanti. Perempuan berusia 64 tahun itu curiga. Pasalnya, korban sudah dua hari tidak keluar kamar kos dan beraktivitas.

“Korban ditemukan pertama kali oleh pemilik kos,” kata Eddy, Rabu (15/2/2023).

Soesanti sempat mengetuk pintu kamar dan memanggil korban. Namun, tak ada jawaban. Ia lalu mengintip melalui sela-sela jendela. Saat itu korban hanya terlihat kakinya.

"Susanti mengetuk pintu namun tidak ada respon dan mencoba melihat dari sela-sela jendela," ujarnya.

Merasa ada yang tidak beres, Soesanti memanggil warga sekitar untuk membantu mengecek kondisi korban di kamar.

“Mengetahui hal tersebut, Soesanti tidak berani melakukan tindakan sendiri dan meminta bantuan ke tetangga kos yang lain guna melihat kondisi korban,” tuturnya.

Setelah pintu dibuka, korban ditemukan terbujur kaku dengan kondisi mulutnya berbusa di kamar. Kemudian, saksi melapor ke RT lalu diteruskan ke Polsek Sawahan dan jajaran terkait untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.

"Setelah dilakukan pengecekan akan kondisi yang bersangkutan sudah dalam kondisi terbujur kaku," ucapnya.

Tak berselang lama, petugas Inafis datang lalu langsung melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap korban. Saat itu, korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Jenazah langsung dibawa petugas Inafis ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya menggunakan ambulance Dinas Sosial Kota Surabaya untuk dilakukan otopsi.

“Tubuh korban langsung dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah rumah sakit Dr. Soetomo menggunakan ambulans Dinas Sosial,” ujarnya.

Sebagai informasi, korban diketahui hidup sendiri di Surabaya. Namun untuk sementara, ada pendampingan dari rekan kerja sembari pihak keluarga merapat ke kamar jenazah RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

"Yang bersangkutan hidup hanya sebatang kara di Surabaya namun ada rekan kerja," ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sawahan Iptu Hafisullah Mokoginta mengungkapkan, penyebab korban meninggal dunia diduga karena bunuh diri. Namun, ia belum berani memastikan pasalnya pihak medis melakukan pendalaman.

“Sementara dugaanya MD (meninggal dunia) karena bunuh diri,” ucapnya.

Terkait motif korban nekat bunuh diri, Hafis belum berkomentar banyak.

Dugaan korban bunuh diri dengan bukti sebelum ditemukan tewas di kamarnya, korban menulis status di WhatsApp (WA) dengan gambar botol minum warna hitam (tumbler) dan di sampingnya terdapat bungkusan plastik berisi bubuk putih.

Sebelum ditemukan meregang nyawa, korban sempat membuat status di WhatsApp (WA) dengan gambar botol minum warna hitam (tumbler). Di sampingnya terdapat bungkusan plastik berisi bubuk putih.

Selain itu, dalam story tersebut juga ditambahkan kalimat: “12 jam tanpa kabar tolong ke Simo Katrungan Baru No 74.”

Salah satu teman korban di Jakarta yang melihat status korban sempat meminta bantuan orang lain melalui sebuah akun base twitter @tanyakanrl untuk mengecek kondisi korban di kamarnya.

Dalam unggahan tersebut, akun Twitter resmi Command Center Surabaya memberikan balasan berupa informasi bahwa sudah ada petugas yang mengecek lokasi kejadian pada pukul 09.40 WIB dan korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. ari

Berita Terbaru

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Harapan petani Desa Tanjekwagir Kecamatan Krembung untuk meningkatkan hasil pertanian akhirnya terwujud. Pada Kamis (25/6) Dinas P…

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat berhasil ungkap dan tangkap komplotan pelaku Curas,setelah pihak korban dari A…

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya, – ADA kebiasaan unik setiap tanggal 10 Muharam yaitu muliakan Anak Yatim. Banyak umat muslim rutin menggelar acara santunan komunal …

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…