'Malas Gerak' Rugikan Kesehatan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Disadari atau tidak, ada banyak orang yang mengadopsi gaya hidup tidak aktif secara fisik atau seentari. Ironisnya, gaya hidup yang sangat umum ini ternyata bisa membawa beberapa dampak yang buruk bagi kesehatan.

Pada sebagian orang, gaya hidup sedentari terbentuk karena mereka menghabiskan banyak waktu dengan duduk di meja kantor dan selama berkendara. Sesampainya di rumah, mereka lalu kembali duduk bersantai di sofa untuk melepas lelah. Padatnya aktivitas semakin membuat mereka kesulitan untuk meluangkan waktu berolahraga.

Gaya hidup yang tidak aktif seperti ini bisa membawa beberapa efek yang sangat merugikan bagi kesehatan. Berikut ini lima efek buruk di antaranya menurut Mike Bohl selaku direktur konten dan edukasi medis di Ro, seperti dilansir Eat This Not That, Kamis (16/2/2023):

Kenaikan berat badan. Orang-orang yang menerapkan gaya hidup sedentari cenderung lebih berisiko terhadap kenaikan berat badan. Hal ini bisa terjadi bila asupan kalori yang masuk lebih banyak dibandingkan asupan kalori yang dibakar atau dikeluarkan.

"Anda akan mengalami penambahan berat badan dan bisa berisiko terhadap obesitas," ujar dr Bohl.

Kehilangan kekuatan dan massa otot. Jarang bergerak juga dapat memicu terjadinya penurunan massa otot. Hal ini bisa terjadi karena otot yang jarang digunakan akan mengecil. Bila dibiarkan, kondisi ini akan memperburuk komposisi tubuh. Penurunan massa otot juga dapat membuat orang-orang merasa kesulitan untuk melakukan sesuatu dan lebih berisiko untuk jatuh.

Peningkatan risiko masalah kesehatan kronis. Gaya hidup yang tak aktif diketahui berkaitan erat dengan risiko beragam penyakit kronis atau penyakit jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah kanker, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, strok, kolesterol tinggi, sindrom metabolik, serta osteoporosis.

Risiko perburukan kesehatan mental. Selain berdampak pada kesehatan fisik, gaya hidup yang tidak aktif juga bisa berdampak pada kesehatan mental. Studi menemukan bahwa kadar energi yang rendah, masalah tidur, serta tidak aktif secara fisik berkaitan dengan depresi dan perubahan suasana hati.

Memicu risiko kematian dini. Gaya hidup tidak aktif dapat meningkatkan risiko terjadinya kematian dini. Studi dalam European Society of Cardiology misalnya, menemukan bahwa gaya hidup sedentari yang diterapkan selama 20 tahun bisa melipatgandakan risiko kematian dini.hlt/kst

Tag :

Berita Terbaru

Tanah Aset Desa Dibangun Warkop, Pemdes Janti Diminta Warga Segera Bongkar

Tanah Aset Desa Dibangun Warkop, Pemdes Janti Diminta Warga Segera Bongkar

Selasa, 16 Jun 2026 14:33 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebuah bangunan tempat usaha warung kopi (warkop) yang berlokasi di sebelah utara ujung timur gedung SMAN 1 Tarik atau tepatnya di…

Dindik Jatim Jalin Kerja Sama Global, Usung Kurikulum Vokasi Berbasis Industri dan AI

Dindik Jatim Jalin Kerja Sama Global, Usung Kurikulum Vokasi Berbasis Industri dan AI

Selasa, 16 Jun 2026 14:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menjalin kerja sama strategis dengan HGI Research Centre untuk memperkuat pengembangan talenta d…

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Suasana di Kota Pahlawan sejak pagi hari, Senin (16/06/2026) mengalami kemacetan parah hingga mengular cukup panjang sehingga laju…

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintahan Desa (Pemdes) Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, menggelar upacara adat larung sesaji di sungai mas, Selasa…

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti respon ditemukannya ASN yang menggunakan waktu kerja untuk membuat konten di media sosial (medsos), saat ini Wali…

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini ada yang unik imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax turut mulai memicu perubahan pola…