Intoleransi Laktosa Bisa Muncul di Semua Usia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kemunculan intoleransi laktosa ternyata bisa terjadi pada usia berapa pun. Ketika intoleransi ini terjadi, penderita bisa merasakan beragam gejala hanya dalam waktu beberapa jam saja setelah mengonsumsi produk yang mengandung laktosa.

Intoleransi laktosa merupakan ketidakmampuan tubuh dalam mencerna gula susu atau laktosa. Kondisi ini kerap dipicu oleh minimnya enzim laktase yang diproduksi di usus halus atau usus kecil. 

Seperti diketahui, laktase merupakan enzim yang dibutuhkan dalam proses mencerna laktosa. Namun, seiring waktu, kemampuan usus kecil dalam memproduksi enzim tersebut bisa menurun.

Ketika kadar enzim laktase yang diproduksi di usus kecil terlalu rendah, seseorang bisa mengalami intoleransi laktosa. Berdasarkan data, sebagian besar orang pertama kali menyadari diri mereka mengalami intoleransi laktosa ketika berusia 20-40 tahun.

Intoleransi laktosa juga dapat terjadi akibat masalah kesehatan lain. Kondisi yang dikenal sebagai intoleransi laktosa sekunder ini bisa dipicu oleh masalah seperti infeksi usus, penyakit celiac, penyakit Crohn, atau cedera pada usus kecil.

"(Intoleransi laktosa) biasanya tak membahayakan, namun gejalanya bisa terasa tak nyaman," jelas Mayo Clinic melalui laman resminya.

Ketika intoleransi laktosa terjadi, seseorang bisa merasakan beragam keluhan atau gejala setelah mengonsumsi produk olahan susu atau produk yang mengandung laktosa. Beberapa contoh produk tersebut adalah susu, mentega, keju, krim, yoghurt, dan es krim.

Kemunculan gejala biasanya muncul sekitar 30 menit hingga dua jam setelah penderita intoleransi laktosa mengonsumsi produk olahan susu. Menurut National Health Service (NHS), tingkat keparahan gejala dan seberapa cepat gejala muncul akan sangat bergantung pada beberapa faktor.

Salah satu dari faktor tersebut adalah jumlah laktosa yang dikonsumsi oleh penderita intoleransi laktosa. Sedangkan faktor lainnya adalah tingkat sensitivitas yang dimiliki penderita terhadap laktosa.

Ada sebagian penderita intoleransi laktosa yang tak mengalami gejala meski meminum satu gelas penuh susu. Namun, ada pula penderita intoleransi laktosa yang bisa mengalami gejala meski hanya mengonsumsi sedikit susu dalam kopi mereka.

"Tingkat keparahan gejala Anda dan kapan gejala tersebut muncul bergantung pada jumlah laktosa yang Anda konsumsi," lanjut NHS, seperti dilansir Express, Rabu (22/2).

Salah satu tanda atau gejala yang umum dari intoleransi laktosa adalah perut berbunyi "krucuk-krucuk" setelah mengonsumsi produk olahan susu. Gejala lain yang juga bisa menandakan intoleransi laktosa adalah perut kembung dan sering kentut.

Namun, gejala-gejala tersebut merupakan hal yang umum dialami oleh siapa saja sehingga kerap terabaikan. Berkaitan dengan hal ini, ada tiga tanda lain yang bisa diwaspadai sebagai tanda intoleransi laktosa. Berikut ini adalah ketiga tanda tersebut: Diare, kram dan nyeri perut dan merasa mual.

Beragam gejala ini bisa muncul karena laktosa di dalam usus tak bisa terpecah menjadi glukosa dan galaktosa. Berbeda dengan glukosa dan galaktosa, laktosa tak bisa terserap dengan mudah ke dalam aliran darah. Akibatnya, laktosa akan menetap di dalam sistem pencernaan dan difermentasi oleh bakteri.

"Ini memicu produksi beragam gas, yang menyebabkan munculnya berbagai gejala yang berkaitan dengan intoleransi laktosa," ujar NHS.hlt/lts

Tag :

Berita Terbaru

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Bertempat di Pendopo Alun-alun Lamongan, pada Senin (14/9/2026) pagi, sejumlah jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan…