Rawan Korupsi, PPP Minta dana Hibah Dihapus

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Acara Jagongan Jurnalis di Surabaya, Rabu (8/3/2023). SP/Riko.
Acara Jagongan Jurnalis di Surabaya, Rabu (8/3/2023). SP/Riko.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pengelolaan dana hibah di Jawa Timur kerap bermasalah dan berujung kasus korupsi. Meski bermanfaat, dana hibah di Jatim menimbulkan pro kontra di kalangan politisi, jika penggunaanya masih disalahgunakan. Ada yang ingin mempertahankan dan adapula yang usul dana hibah dihapus.
 
Perdebatan soal dana hibah ini mencuat saat acara Jagongan Jurnalis bertajuk “Menyongsong Pemilu 2024 di Tengah Ranjau Hibah” di Agis Restaurant, Surabaya, Rabu (8/3/2023). Acara yang dihadiri tokoh lintas partai seperti PDI Perjuangan, NasDem, Golkar, Demokrat sepakat mempertahankan dana hibah agar tetap ada. Hanya PPP yang meminta secara tegas dana hibah untuk dihapus. 
 
Surokim Abdusalam, dekan Universitas Trunojoyo Madura menjelaskan bahwa reputasi dalam mengelola dana hibah masuk kategori buruk.
 
“Ditambal sana, kena sini begitu sebaliknya. Dan semua bermula dari zona gelap (dana hibah, red) itu,” katanya.
 
Pihaknya pun setuju adanya perbaikan pengelolaan dana hibah. Sembari itu, dana hibah perlu di-off-kan minimal 2-3 tahun kedepan. Pasalnya, dana hibah akan menjadi zona gelap bagi pengusul, penyalur hingga penerimanya kalau sepanjang aksesnya tidak terbuka dan transparan. 
 
“Nah, untul menyiapkan itu, ada 2 reformasi. Pertama reformasi struktur, kedua reformasi kultur. Reformasi kultur itu kan berkaitan dengan integritas. Dan yang perlu dipercepat adalah reformasi struktural melalui regulasi itu,” jelasnya.
 
Regulasi tersebut, menurut Dekan FISIP Universitas Trunojoyo Madura ini, cara yang paling cepat yakni melalui perubahan teknologi informasi dan komunikasi.
 
“Jadi semua program itu dimasukkan kepada sistem informasi yang bisa diakses oleh semua masyarakat. Sekaligus pengawasan dari masyarakat juga jalan,” paparnya. 
 
Kedua, lanjut dia, perlu adanya tenaga independen untuk mengawasi alur dana hibah.
 
“Agar ada gregetnya. Melalui 2 strategi transparansi melalui IT dan kedua penguatan kapasitas pengawasan independen rasanya masih tetap ada gunanya dana hibah ini,” terangnya.
 
Dari perwakilan keempat partai tersebut yang menyetujui bahwa dana hibah agar tetap ada, PPP justru meminta dana hibah di wilayah Pemprov Jatim untuk dihapus. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua PPP Jatim, Mujahid Ansori.
 
“Saya tidak sepakat hibah ini dilanjutkan karena sudah 2 kali ganti model, hibah selalu bermasalah di Jatim,” katanya. 
 
Mujahid menerangkan hibah ini adalah belanja langsung dan tidak langsung.
 
“Di Jatim ini belanja tidak langsungnya kebablasan. APBD-nya berapa? Dan hibahnya berapa?,” tanyanya. 
 
Pihaknya mengaku tidak ada niatan untuk menghadang dana hibah, melainkan harus merubah sistem yang ada. Pasalnya, DPRD itu harusnya mengontrol, bukan malah dikontrol.
 
“Bukan kita tidak berpihak ke rakyat, tapi sistemnya dirubah. Orang yang layak mendapatkan itu seperti apa. Fakta di lapangan yang mendapatkan hibah ya itu itu saja,” ungkapnya.
 
Dari fenomena penyelewengan anggaran dana hibah yang mencatut tersangka Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak kemarin, fungsi pengawasan yang dilakukan anggota DPRD seperti logika terbalik, karena tidak sesuai secara fungsi.
 
Oleh sebab itu, Mujahid meminta agar ada evaluasi dana hibah agar fungsi DPRD bisa menjalankan fungsinya, yakni controlling.
 
“Sekarang ini seakan-akan eksekutif memeriksa Dewan, ini kan terbalik. Dan ini membuat situasi yang tidak stabil. Saya dulu sebagai dewan masih bisa marah ke eksekutif, gak tau sekarang masih bisa tidak,” herannya.
 
Selain Mujahid dari PPP, hadir juga Ketua Bapillu DPW NasDem Jatim Suhandoyo, Wakil Ketua DPD Golkar Jatim RB Zainal Arifin, Wakil Ketua Bidang Pemuda, Olahraga & Pariwisata DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Eddy Tarmidi Widjaja, Wakil Ketua Bapilu DPD Demokrat Jatim Dedy Prasetyo. rko

Berita Terbaru

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang t…

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun p…

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang dugaan korupsi berkedok CSR yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi mengungkap adanya kode “PWL” atau Petunjuk Pak Wali…

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Maidi disebut memberi petunjuk langsung terkait pengerjaan urugan di TPA Winongo senilai Rp600 juta yang diklaim sebagai CSR dari PT…

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyoroti masih adanya anggaran daerah senilai Rp2,05 triliun tidak terserap hingga akhir Tahun Anggaran 2025. R…