Harga Gabah Anjlok, KTNA Jatim Surati Bapanas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua KTNA Jatim Sumambrah.
Ketua KTNA Jatim Sumambrah.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani menjelang panen raya anjlok hingga mencapai angka Rp3.800. Hal tersebut mendapat perhatian serius dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Timur (Jatim).

Ketua KTNA Jatim Sumrambah menilai, salah satu penyebab turunnya harga gabah di tingkat petani, dipengaruhi oleh surat edaran (SE) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Maka dari itu, pihaknya meminta adanya revisi surat edaran terbaru.

Ia menilai, seharusnya jika menetapkan harga harus disosialisasikan terlebih dahulu, sehingga para petani akan secepatnya bisa meningkat.

"Surat edaran itu kami kira salah satu penyebab (turunnya harga gabah), sehingga secepatnya kita perlu melakukan sosialisasi adanya perubahan harga dan penarikan surat edaran kemarin itu harus tersosialisasikan. Sehingga harga gabah panen di petani secepatnya bisa meningkat, kembali, " kata Sumrambah, Kamis (9/3/2023).

Sumrambah mengaku telah mengirimkan surat kepada Bapanas untuk segera melakukan revisi atas surat edaran yang sebelumnya menetapkan GPK sebesar Rp4.550. KTNA Jatim meminta Bapanas mencabut surat edaran itu dan segera menetapkan floor price baru.

“KTNA sudah membuat surat kepada Badan Pangan Nasional, bahwa kita minta secepatnya kepada badan pangan nasional untuk merevisi dari surat edaran yang kemarin dimana harga terendah di angka Rp4.200 dan di angka tertinggi Rp4.550," ujarnya.

Berdasarkan perhitungan KTNA, Ia menuturkan, harga terendah GKP ini sebesar Rp5.400 per kilogram. Oleh sebab itu, KTNA juga meminta kepada Bapanas, dapat memberikan harga terendah kepada petani di harga Rp 5.400 sebelum panen raya.

"Kita KTNA sudah menghitung semuanya, sehingga kita meminta kepada Badan Pangan Nasional, sebelum panen raya ini berlangsung untuk memberikan harga terendah kepada petani Rp5.400," terangnya.

Dengan harga hitungan KTNA itu, menurutnya, petani baru akan bisa menikmati hasil jerih payahnya. Sebab hitungan tersebut telah mengakomodir biaya tanam dan biaya sewa lahan yang harus dibayar petani saat menanam padi hingga panen.

"Kenapa Rp 5.400, semuanya sudah terhitung. Sehingga dengan angka tersebut para petani bisa sedikit menikmati hasilnya (panen) dan tidak merugi," tuturnya.

Ia mengaku khawatir jika harga GKP di tingkat petani di bawah Rp5.400, petani akan merugi dan mengalami patah semangat untuk menopang kebutuhan pangan nasional. Tanpa keuntungan, lanjutnya, harapan untuk mencari regenerasi petani ke depan juga akan  semakin sulit.

"Karena kekhawatiran kita kalau harga di bawah Rp5.400, petani semakin tidak bisa menikmati apapun dari hasil pertaniannya. Maka para petani akan mengalami keputusasaan, sehingga sektor pertanian kita tidak lagi memberikan jaminan dan mereka tidak akan ada regenerasi pertanian," ucapnya.

“Kesulitan petani ini sudah luar biasa. Terdampak perubahan iklim yang membuat gagal panen, belum lagi pupuk yang susah dan lain sebagainya, jangan sampai ditambah lagi dengan penurunan harga,” imbuhnya.

Selain meminta Bapanas mengubah harga terendah, KTNA juga memberikan target kepada Bapanas untuk merevisi harga GKP paling lambat sebelum panen raya dimulai. Ia menyebut, panen raya sendiri akan berlangsung dalam dua atau tiga minggu ke depan.

"Target kita sebelum panen raya itu dilakukan, sudah harus ada keputusan. Karena kita tidak ingin petani mengalami kesulitan yang luar bias,” tandasnya.

Perlu diketahui Bapanas mengeluarkan SE harga batas untuk gabah. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp4.550 per Kg. GKP di penggilingan Rp4.650 per Kg. Gabah kering giling (GKG) di penggilingan Rp5.700 per Kg.

Mengenai kenaikan harga beras, Sumrambah menilai hal tersebut masih wajar selama harga kebutuhan pokok tersebut tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) di pasar tradisional. sb

Berita Terbaru

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Empat suporter PSS Sleman tewas setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk tronton di KM 616+200 jalur A Tol Nga…

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar — Kabupaten Ponorogo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat jejaring kota kreatif. Upaya ini …

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Kuasa hukum Agus, H. Muhammad Siddik meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri,…

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…