SURABAYAPAGI.com, Solo - Baru-baru ini, akhirnya pembangunan Masjid Syeikh Zayed Solo telah selesai dan dibuka untuk umum namun terdengar kabar keluhan dari ibu pedagang warung makan tentang kelakuan mandor Masjid Syeikh Zayed Solo yang ngutang hingga Rp 145 juta rupiah dan kini belum lunas.
Menindaklajuti hal tersebut, Walikota Solo, Gibran Rakabuming meminta mandor proyek Masjid Sheikh Zayed yang berutang kepada pemilik warung makan seratusan juta rupiah segera melunasinya. Jika tidak, Gibran mengancam akan mendatangi mandor itu.
"Ya segera diselesaikan, minggu ini. Kalau nggak, tak parani wonge (saya datangi orangnya), wis enek (sudah ada) contact person-nya," kata Gibran di Bali Kota Solo, dikutip, Kamis (23/03/2023).
Gibran mengaku sudah mengantongi nama-nama mandor itu. Gibran juga telah mengkonfirmasi ke pihak kontraktor proyek Masjid Sheikh Zayed.
"Wis ditelepon mandore, mandore sing salah (sudah ditelepon mandornya, mandornya yang salah). Dari Waskita (kontraktor) sudah menyelesaikan tugasnya, ini salahe mandore (salahnya mandor)," ujar Gibran.
Ketiga mandor juga mengaku persoalan utang-piutang tak ada kaitannya dengan PT Waskita Karya. Mereka menegaskan masalah tersebut murni urusan warung dan mandor dan menyatakan bakal melunasi utang tersebut.
"Saya juga meminta maaf kepada Waskita Karya atas permasalahan ini dan mengucapkan terima kasih sudah menjembatani pertemuan ini," kata salah satu mandor.
"Untuk masalah ini tidak ada hubungannya dengan Waskita Karya sebenarnya, masalah ini mutlak urusan warung dan mandor karena dari pihak Waskita Karya sudah tidak ada masalah," lanjut dia.
Sementara itu, Dian Ekasari selaku pedagang warung tempa mandor itu berutang menyatakan terima kasihnya karena akhirnya masalah utang piutang yang dialaminya selesai. Ia juga menyatakan tak bermaksud membuat nama Waskita Karya buruk. Dia lantas berterima kasih karena perseroan memediasi pertemuan dengan para mandor guna mengatasi masalah ini. Dsy/dc/cnn/l6
Editor : Desy Ayu