Warga Surabaya, Ngabuburit Naik Feeder WiraWiri Suroboyo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penumpang lansia, sedang menaiki feeder WiraWiri Suroboyo dari terminal Rusun Penjaringan Sari Rungkut, Kamis (23/3/2023) sore kemarin, sembari menunggu buka puasa. SP/Timotius Devan
Penumpang lansia, sedang menaiki feeder WiraWiri Suroboyo dari terminal Rusun Penjaringan Sari Rungkut, Kamis (23/3/2023) sore kemarin, sembari menunggu buka puasa. SP/Timotius Devan

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Belum genap satu bulan sejak angkutan pengumpan atau feeder Wirawiri Suroboyo resmi beroperasi. Kini, awal bulan Ramadan, ternyata moda transportasi ini semakin diminati sebagai sarana wisata menjelang buka puasa atau ngabuburit.

Seperti yang dilakukan oleh Siti Aminah (61), Nuke (66) dan Fatmi (54), saat ditemui Surabaya Pagi di Terminal Rusun Penjaringan Sari Rungkut, Kamis (23/3/2023).

Mereka bertiga adalah lansia yang sore kemarin naik Wirawiri Suroboyo secara gratis hanya untuk berkeliling sembari menunggu buka puasa. Mereka mengaku senang karena ada moda transportasi seperti ini yang sangat membantu mobilitas masyarakat, terutama bagi yang kurang mampu atau tidak memiliki kendaraan pribadi.

Bahkan Siti Aminah yang baru pertama mencoba Wirawiri Suroboyo ini akan menyarankan cucunya menggunakan Wirawiri Suroboyo untuk berangkat dan pulang sekolah.

“Senang sekali ada angkutan seperti ini, nanti biar cucu saya yang masi sekolah di MTs naik ini saja dari rusun Penjaringan Sari Rungkut ke sekolah, soalnya kan pas berhentinya di depan sekolahnya di MTSN 3 Surabaya,” ucap Siti Aminah, kepada Surabaya Pagi, sumringah.

Malah, lanjut Siti Aminah, pada bulan puasa saat ini, kami muter keliling sembari menunggu buka puasa menjelang Maghrib. "Enak juga buat ngabuburit, mas" lanjutnya.

 

Jadwal Selama Ramadan

Selama bulan Ramadan ini, feeder Wirawiri Suroboyo akan tetap beroperasi sesuai jadwal dan rute, hanya saja karena mungkin akan ada beberapa ruas jalan yang ditutup untuk kegiatan ngabuburit seperti pasar dan ketika tarawih.

"Untuk rute dan jadwal tetap sama pukul 05:30 - 21:00, hanya jalurnya saja yang sedikit disesuaikan dengan jalan sekitar rute yang mungkin ditutup untuk kegiatan tarawih, selain itu juga biasanya ada pasar yang jalannya ditutup untuk ngabuburit, kan,” ujar Sahrul Andika, pengawas feeder Warawiri Suroboyo dari UPTD Dishub Surabaya, yang ditemui di Terminal Rusun Penjaringan Sari.

 

Masyarakat Ingin Tahu

Sahrul juga mengatakan, meskipun antusias masyarakat cukup tinggi, tapi banyak yang belum paham tentang titik naik dan turun serta metode pembayaran Wirawiri Suroboyo.

"Banyak masyarakat yang naik hanya karena pengen tahu, tapi tidak apa-apa, ini kan moda transportasi baru, jadi kita juga sekalian memberi edukasi. Bahkan banyak juga masyarakat yang menganggap wirawiri ini seperti lin atau angkot," lanjut Sahrul.

Jadi mereka, lanjutnya, mencoba menyetop di pinggir jalan. Sebab, feeder Wirawiri ini hanya berhenti dan mengangkut penumpang di halte atau titik yang sudah diberi tanda.

 

Ambil Sopir Eks Lyn

Armada feeder Wirawiri Suroboyo saat ini berjumlah 52 unit, tapi Sahrul mengatakan akan ada penambahan setelah masyarakat semakin mengenal dan menggunalan moda transportasi ini.

Di lain pihak, dampak Wirawiri Suroboyo ini bukan hanya dirasakan oleh warga yang menjadi penumpang, tapi juga para sopir yang merupakan mantan sopir angkot atau lin, salah satunya adalah Satuwir, ia sangat senang karena merasa diperhatikan oleh pemerintah Kota Surabaya.

"Sebagai mantan sopir angkot yang sejak beberapa tahun lalu semakin sepi, saya dan teman-teman lain sangat senang, apa lagi dulu muncul angkutan-angkutan daring dan angkot semakin terpinggirkan, tapi ternyata pemerintah memberi kami solusi, memberi kami jalan agar tetap bisa bertahan, Alhamdulillah semoga jadi berkah di bulan Ramadan ini," kata Satuwir. dev/rmc

Berita Terbaru

Lewat Program PTSL, Pemkab Serahkan 80 Sertifikat Tanah ke Warga Magetan

Lewat Program PTSL, Pemkab Serahkan 80 Sertifikat Tanah ke Warga Magetan

Rabu, 09 Sep 2026 11:44 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan bersama Badan Pertanahan…

Marak Keracunan MBG, Pemkab Sidoarjo Perkuat Pengawasan Operasional SPPG

Marak Keracunan MBG, Pemkab Sidoarjo Perkuat Pengawasan Operasional SPPG

Rabu, 09 Sep 2026 11:28 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Guna memastikan kualitas, keamanan, dan pelayanan kepada penerima manfaat sesuai standar sekaligus mengatasi maraknya keracunan…

Berpotensi Roboh dan Dibakar, DLH Ponorogo Pangkas Sejumlah Pohon Terindikasi Mati

Berpotensi Roboh dan Dibakar, DLH Ponorogo Pangkas Sejumlah Pohon Terindikasi Mati

Rabu, 09 Sep 2026 11:10 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 11:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai upaya mengantisipasi pohon tumbang maupun ranting lapuk yang berpotensi roboh dan membahayakan pengguna jalan, Dinas…

Peternak Keluhkan Harga Kambing di Ponorogo Anjlok hingga Rp600 Ribu per Ekor

Peternak Keluhkan Harga Kambing di Ponorogo Anjlok hingga Rp600 Ribu per Ekor

Rabu, 09 Sep 2026 10:57 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah peternak kambing di Kabupaten Ponorogo mengeluhkan jatuhnya harga kambing. Sehingga,…

Dinkes P2KB Tuban Gencar Latih Tenaga Medis Deteksi Kelainan Bayi Sejak Dini

Dinkes P2KB Tuban Gencar Latih Tenaga Medis Deteksi Kelainan Bayi Sejak Dini

Rabu, 09 Sep 2026 10:33 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 10:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Melalui pelatihan langsung atau On The Job Training (OJT) bagi tenaga medis di enam rumah sakit se-Kabupaten Tuban, Dinas Kesehatan,…

November Akan Ada Motorcycle Show (IMOS) 2026

November Akan Ada Motorcycle Show (IMOS) 2026

Rabu, 09 Sep 2026 08:02 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 08:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2026 akan kembali digelar di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang. Rencananya IMOS 2026 bakal…