SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Leaders Public Talk and Press Conference APBN KiTa Regional Jawa Timur di Aula KPPN kota Kediri pada Rabu (29/03/2023).
Selain diikuti peserta dari Perwakilan Kementerian Keuangan yang ada di Kediri Raya, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari BI Kediri, OJK Kediri, Kepala BPKAD lingkup Kediri Raya (Kota Kediri, Kab. Kediri, Trenggalek), Kepala Bappeda (Kota Kediri, Kab. Kediri, Trenggalek), Wali Kota Kediri dan beberapa Perguruan Tinggi di Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, diungkapkan tingkat inflasi Jawa Timur pada bulan Februari 2023 mencapai 6,47% (y-on-y), 0,46% (y-t-d), dan 0,10% (m-to-m). Secara umum, tingkat inflasi Jawa Timur merupakan yang tertinggi di Jawa dan berada di atas tingkat inflasi nasional yang mencapai 6,47% (y-on-y).
Pada bulan Februari 2023 (m-to-m), dari 11 kelompok pengeluaran sebanyak 5 kelompok pengeluaran mengalami inflasi dan 6 kelompok pengeluaran mengalami deflasi.
Secara rinci, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi yaitu makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,52%. Sementara yang mengalami deflasi tertinggi adalah pakaian dan alas kaki yang tercatat -0,39%.
Sementara komponen bahan makanan (BaMa) mengalami inflasi 0,34% (m-t-m), 7,32% (y-on-y), 1,09% (y-t-d), sedangkan komponen energi mengalami inflasi 0,00% (m-t-m) dan16,78% (y-on-y), namun mengalami deflasi -0,92% (y-t-d).
Kemudian, PDRB Jawa Timur Triwulan IV-2022 mencapai Rp2,730,91Triliun Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB), sedangkan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp1.757,82 Triliun.
Adapun perekonomian Jatim Triwulan IV dibanding Triwulan III-2022 secara q-to-q mengalami kontraksi sebesar -0,71%, secara y-on-y tumbuh sebesar 4,76�n secara kumulatif c-to-c tumbuh mencapai 5,34%.
Atas capaian tersebut, perekonomian Jawa Timur kuartal ke IV 2022 memberikan kontribusi ke perekonomian di Pulau Jawa sebesar 25,25%, terbesar ke dua setelah Provinsi DKI
Selanjutnya, Neraca Perdagangan (NP) Jawa Timur bulan Februari 2023 mengalami defisit US$0,23 miliar. Dari jumlah tersebut, sektor migas mengalami defisit sebesar US$0,37 miliar dan sektor non migas mengalami surplus senilai US$0,14 miliar.
NP Jawa Timur memang selalu mengalami defisit pada sektor migas, namun untuk sektor non migas pada bulan februari ini mengalami surplus pertama kali dalam 12 bulan terakhir.
Berikutnya, nilai impor bulan Februari 2023 mencapai US$1,88 miliar atau turun 14,60% (m-to-m) dan 19,47% (y-o-y). Impor masih didominasi oleh bahan baku/penolong (73,13%). Berdasarkan komoditas, impor bulan Februari didominasi oleh sektor migas (industri bahan bakar) sebesar 13,50% terutama diimpor oleh PT Pertamina Patra Niaga.
Sementara untuk nilai ekspor bulan Februari mencapai US$1,65 miliar atau turun 3,22% (m-to-m ) dan 10,98% (y-o-y). Ekspor Nonmigas menyumbang 95,27�ri total ekspor Februari 2023.
Lalu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Kota Surabaya bulan Februari 2023 tercatat sebesar 122,5 atau mengalami penurunan sebesar 6,99% (m-to-m) dari bulan Januari yang sebesar 131,37. Angka IKK Kota Surabaya tersebut lebih tinggi jika dibandingkan IKK Nasional sebesar 122,4.
Di samping itu, Indeks Penjualan Riil (IPR) Kota Surabaya pada bulan Februari 2023 mencapai sebesar 417,6 atau naik 0,80% (m- to-m) dari bulan Januari 2023 yang sebesar 414,3 dan naik 6,53% (y-on-y) jika dibandingkan bulan Februari 2022 yang sebesar 392,0.
Terakhir, Indeks PMI manufaktur Indonesia Februari 2023 mengalami penurunan sebesar 51,2 dibandingkan Januari 2023 yang tercatat 51,3, konsisten di atas angka 50,0 (ekpansif) sejak September 2021. Sedangkan PMI Dunia masih tercatat 50,0 (menguat dibandingkan bulan sebelumnya). ari
Editor : Redaksi