Tanda Kanker Bisa Dilihat dari Kebiasaan di Toilet

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kanker anal atau juga disebut kanker anus adalah kondisi berupa tumbuhnya sel abnormal dan tak terkendali pada dubur atau anus. Sebagian besar kanker anal bermula dari sel-sel dalam mukosa yaitu lapisan pada saluran anus yang menghubungkan rektum ke anus.

Di Indonesia, kanker anal tergolong sebagai kanker yang cukup langka, dengan sekitar 1.868 kasus dari total kasus kanker Indonesia sejak 2015 hingga 2020. Meskipun langka, namun bukan berarti Anda bisa lengah.

Pasalnya gejala kanker anal mungkin tidak muncul sama sekali atau mungkin samar-samar, yang bisa mengakibatkan keterlambatan diagnosis. Keterlambatan ini bisa sangat memengaruhi pengobatan yang mungkin dilakukan. Oleh karena itu yang terbaik adalah mendeteksi penyakit ini sesegera mungkin.

Dilansir laman Times of India, Kamis (30/3/2023), ada beberapa tanda umum kanker anal yang bisa dideteksi saat buang air besar. Menurut Cancer Research UK, gejala kanker anal yang paling umum adalah pendarahan di bagian anus. Pendarahan jenis ini dapat terlihat dalam bentuk darah pada feses atau yang darah yang terlihat di toilet bowl.

Jika seseorang menderita kanker anal, ia juga mungkin mengeluarkan feses yang lebih encer dan kesulitan mengendalikan buang air besar. Ini kemungkinan terjadi karena Anda mengalami dorongan untuk buang air besar secara tiba-tiba yang tidak dapat dikendalikan, sehingga terkadang bisa sampai mengotori celana dalam. Tanda lainnya juga adalah feses yang terlihat berlendir.

Salah satu faktor risiko utama kanker anal adalah human papillomavirus (HPV), infeksi menular seksual yang umum terjadi. Sekitar 90 persen kasus kanker anal terkait dengan infeksi HPV. Namun, virus HPV tidak selalu menyebabkan kanker anal.

Faktor risiko lainnya termasuk menderita kanker serviks, vulva, atau vagina. Berhenti merokok dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker anus.

Jika mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, Anda harus segera memeriksakannya ke dokter. Mendeteksi kanker secara dini dapat membantu meningkatkan hasil pengobatan. 

Penting juga untuk diperhatikan bahwa beberapa gejala yang terkait dengan kanker anal mungkin bukan berasal dari kanker, melainkan disebabkan oleh kondisi jinak lainnya seperti wasir.hlt/tlt

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…