Pertumbuhan Ekonomi Kota Malang Tahun 2022 Tembus 6,32 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan sederet capaian saat Rapat Paripurna Penyampaian LKPj Wali Kota Malang TA 2022, Jum'at (31/3/2023). Foto: Pemkot Malang.
Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan sederet capaian saat Rapat Paripurna Penyampaian LKPj Wali Kota Malang TA 2022, Jum'at (31/3/2023). Foto: Pemkot Malang.

i

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Rapat paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Malang tahun anggaran (TA) 2022 digelar di gedung DPRD Kota Malang pada Jumat (31/3/2023).

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan beberapa capaian dalam LKPJ yang dibacakan di hadapan anggota DPRD Kota Malang dan seluruh Forkopimda. Hal ini merupakan kewajiban konstitusional yang harus disampaikan kepala daerah setelah berakhirnya tahun anggaran.

Dalam kesempatan itu, Sutiaji mengungkapkan banyak capaian yang sudah diraih selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko sepanjang tahun 2022.

Menurutnya, capaian tersebut dapat diraih berkat kebijakan-kebijakan yang telah diterapkan. Mulai dari kebijakan pengentasan kemiskinan, upaya menekan angka pengangguran, upaya peningkatan ekonomi, dan lain sebagainya.

Adapun catatan laporan yang dibacakan Sutiaji meliputi capaian progress pembangunan tahun 2022 di Kota Malang dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,32 persen.

“Capaian pertumbuhan ekonomi Kota Malang yang mencapai 6,32 persen lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang ada di angka 5,34 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,31 persen,” terang Sutiaji, Jum’at (31/3/2023).

Ia menilai, pertumbuhan ekonomi ini merupakan buah dari kolaborasi pemulihan ekonomi yang didukung dengan adanya pembangunan Malang Creative Center (MCC) dan fasilitas berbagai program ekosistem 17 subsektor ekonomi kreatif, penguatan peran UMKM, revitalisasi pasar rakyat, pengembangan destinasi pariwisata, serta penciptaan ekosistem usaha yang menarik investasi.

“Kami juga terus melakukan berbagai upaya untuk penguatan UMKM, revitalisasi pasar rakyat dan juga peningkatan ekosistem usaha untuk menumbuhkan investasi,” katanya.

Selain itu, hal itu juga seiring dengan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk terus menekan jumlah angka pengangguran terbuka. Pada tahun 2021, angka pengangguran terbuka di Kota Malang sebesar 9,65 dan menurun menjadi 7,66 pada tahun 2022.

Kemudian, pertumbuhan ekonomi tersebut juga diikuti dengan penurunan angka kemiskinan tahun 2022 menjadi 4,37 dimana pada tahun 2021 sebesar 4,62.

Begitu pula dengan kinerja indikator persentase penurunan tingkat masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Pada tahun 2021, persentase PMKS Kota Malang sebesar -0.42 persen, sementara pada tahun 2022 meningkat di angka 3,76 persen.

Berdasarkan data BPS Kota Malang, inflasi Kota Malang tahun 2022 tercatat sebesar 6,45 persen year on year dengan laju inflasi bulanan tertinggi terjadi pada bulan April mencapai 1,44 persen.

“Sedangkan laju inflasi bulanan terendah terjadi pada Oktober yakni minus 0,11 persen. Mengingat untuk menjaga laju inflasi pada momen-momen tertentu, kami menguatkan sinergitas TPID dan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sutiaji meyampaikan bahwa realisasi Indeks Daya Beli juga sangat berpengaruh terhadap inflasi daerah. Indeks Daya Beli Kota Malang di tahun 2021 berada di angka 84,73 dan kemudian di tahun 2022 berada di angka 86,16.

Berikutnya, realisasi pertumbuhan ekonomi kreatif juga mengalami peningkatan yang signifikan, dari capaian sebesar 4,96 di tahun 2021 meningkat menjadi 10,01 di tahun 2022.

Ia pun menegaskan bahwa Pemkot Malang terus berkomitmen menumbuhkan kemandirian. Bukan hanya kemandirian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja, tetapi juga kemandirian masyarakat.

“Berbagai raihan Kota Malang di tahun 2022 ini merupakan komitmen kami untuk terus mengoptimalkan potensi daerah agar Kota Malang bisa mandiri. Kita harus mandiri secara ekonomi, sehingga kemiskinan bisa terus ditekan. Ketika sudah mandiri, tentunya kita dapat mengelola sesuai kebutuhan dasar ekonomi kita,” pungkasnya. mlg

Berita Terbaru

Satreskrim Polres Blitar Kota Bekuk Pengedar Uang Palsu Lembaran Rp100 Ribuan

Satreskrim Polres Blitar Kota Bekuk Pengedar Uang Palsu Lembaran Rp100 Ribuan

Senin, 13 Apr 2026 15:00 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Akhirnya Satreskrim berhasil bekuk pria berusia 50 tahun yang di duga pengedar uang palsu. Ditangkapnya seorang Pria setengah baya…

Bupati Subandi Sidoarjo Sidak RTLH, Serta Beri Bantuan Kursi Roda Warga Tak Mampu

Bupati Subandi Sidoarjo Sidak RTLH, Serta Beri Bantuan Kursi Roda Warga Tak Mampu

Senin, 13 Apr 2026 14:56 WIB

Senin, 13 Apr 2026 14:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, H. Subandi, didampingi Dinas Sosial berkunjung ke Kecamatan Taman, untuk melihat secara langsung keberadaan warga …

Warga Darmo Surabaya Geger, Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Terkunci

Warga Darmo Surabaya Geger, Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Terkunci

Senin, 13 Apr 2026 14:55 WIB

Senin, 13 Apr 2026 14:55 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Warga di kawasan Jalan Darmo, tepatnya di sekitar Taman Bungkul, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, digegerkan…

Sempat Dihantam Isu Miring, DPRKP-CK Lamongan Tegaskan Proyek Revitalisasi dan Landscape  Lapangan Gajah Mada Sesuai RAB

Sempat Dihantam Isu Miring, DPRKP-CK Lamongan Tegaskan Proyek Revitalisasi dan Landscape Lapangan Gajah Mada Sesuai RAB

Senin, 13 Apr 2026 14:52 WIB

Senin, 13 Apr 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sempat dihantam isu miring  atas dugaan ketidakberesan proyek pembangunan revitalisasi dan landscape  Lapangan Gajah Mada L…

BPBD: Lapuk Dimakan Usia, Bangunan SD di Desa Bendo Magetan Roboh

BPBD: Lapuk Dimakan Usia, Bangunan SD di Desa Bendo Magetan Roboh

Senin, 13 Apr 2026 14:48 WIB

Senin, 13 Apr 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan -  Melihat cuaca yang sering ekstrem, terutama potensi bencana hidrometeorologi pada musim peralihan dari hujan ke kemarau yang rawan …

Vaksinasi Masih Rendah, Dinkes Sampang Temukan 90 Warga Terserang Penyakit Campak

Vaksinasi Masih Rendah, Dinkes Sampang Temukan 90 Warga Terserang Penyakit Campak

Senin, 13 Apr 2026 13:55 WIB

Senin, 13 Apr 2026 13:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, baru-baru ini menemukan sebanyak 90 orang di…