Mantan Ketua KPK Demo Ketua KPK!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mantan Ketua KPK Abraham Samad, bersama mantan Wakil Ketua KOK Saut Situmorang, dan mantan Wamenkumham Denny Indrayana, melakukan aksi demo di depan Kantor KPK, dengan menuntut Ketua KPK Firli Bahuri, untuk dicopot karena diduga merusak masa depan pembera
Mantan Ketua KPK Abraham Samad, bersama mantan Wakil Ketua KOK Saut Situmorang, dan mantan Wamenkumham Denny Indrayana, melakukan aksi demo di depan Kantor KPK, dengan menuntut Ketua KPK Firli Bahuri, untuk dicopot karena diduga merusak masa depan pembera

i

Abraham Samad, Selasa Ini Akan Laporkan Komjen (Purn) Firli Bahuri, ke Polisi atas Dugaan Pembocoran Surat Penyelidikan Kasus Tunjangan Kinerja Pegawai Kementerian ESDM. Juga Serukan Selamatkan KPK dan Copot Firli! 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Ketua KPK Abraham Samad, mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Bambang Widjojanto, eks Penyidik Novel Baswedan, eks Penasihat KPK Abdullah Hehamahua dan juga mantan Wakil Menteri Hukum Denny Indrayana, mendemo Ketua KPK Firli Bahuri. Mereka disertai Koalisi Masyarakat Sipil. Mereka juga berorasi di depan Gedung Merah Putih KPK, Jaksel, Senin (10/4/2023). Aparat kepolisian tampak berjaga di lokasi.

Para mantan pimpinan KPK itu juga membawa spanduk bertulisan 'Masa Depan Pemberantasan Korupsi Lebih Penting Daripada Masa Depan Firli', 'Copot Pimpinan KPK Pelanggar Etik', 'Dugaan Perkara Bocor Firli Harus Dicopot'. Mereka juga meneriakkan 'Copot Firli'.

Di antara mereka ada yang membawa topeng wajah Ketua KPK Firli Bahuri dan disematkan tulisan di dada 'Pelanggar Etik'.

 

Tak Bisa Berharap Dewas

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang juga melaporkan Ketua KPK Firli Bahuri kepada Dewan Pengawas (Dewas) KPK terkait isu dugaan membocorkan surat penyelidikan kasus tunjangan kinerja (tukin) pegawai Kementerian ESDM. Namun, Saut tak berharap banyak kepada Dewas.

Saut Situmorang mengungkap momen pertemuan dengan Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean usai menyerahkan laporan.

"Yang saya capture dari pertemuan barusan adalah to be honest, kita nggak pernah bisa berharap banyak dari Dewas, belum apa-apa aja dia sudah menyerah, dia tidak punya wewenang," Saut di Gedung Dewas KPK, Jalan Kuningan Persada, Jaksel, Senin (10/4/2023).

"Jadi ini adalah kasusnya ini kalau pidana kemungkinan besar akan sepeti LPS (Lili Pintauli Siregar). Kasus LPS pidananya, etiknya mungkin kita bisa berharap, tapi memang pidananya tidak bisa berharap," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Ketua KPK Abraham Samad menyebut pihaknya juga tidak berharap banyak ke Dewas KPK dalam kasus dugaan pembocoran dokumen itu. Samad mengaku hanya bisa mengawasi kerja Dewas KPK untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pelanggaran etik kepada Ketua KPK Firli Bahuri.

"Jadi sebenarnya begini, kita mungkin, seperti Pak Saut katakan, tidak terlalu berharap banyak ya terhadap Dewas ya sekarang, Tapi kita tetap mendorong ya dan mengawasi agar supaya Dewas bisa melakukan pemeriksaan terhadap pelanggaran etik yang dilakukan Firli secara objektif," ujarnya.

 

Firli Dilaporkan Samad ke Polisi

Tak hanya itu, kata Samad, pihaknya juga akan melaporkan Firli ke polisi terkait dugaan pidana dalam pembocoran dokumen itu. Pelaporan rencananya dilakukan besok.

"Oleh karena itu ini yang harus didorong agar supaya Firli bisa mempertanggungjawabkan semua yang dia lakukan secara pidana, jadi mungkin saja dia bisa lolos di etik kalau Dewas tidak bekerja secara objektif, tapi kali ini Firli tidak bisa lolos dari pertanggungjawaban pidananya," kata Abraham.

"Segera segera segera dalam waktu yang singkat ini, paling lambat besok," imbuhnya.

 

Minta Firli Dicopot

Mereka menuntut Ketua KPK Firli Bahuri mundur dari jabatannya atas pelbagai kisruh yang telah dibuat.

"Copot Firli!" seru Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia (AII) Usman Hamid saat orasi yang dijawab 'copot!' oleh puluhan peserta aksi lainnya.

Usman mengingatkan KPK sedang mengalami periode suram karena dilemahkan tidak lagi dari luar melainkan oleh pimpinannya sendiri. Menurut dia, fakta tersebut tidak bisa ditoleransi.

"Kita ingin menyatakan kembali bahwa KPK tengah mengalami pelemahan bahkan pembusukan. Sayangnya jika pada masa-masa yang silam kita menyaksikan KPK mengalami penyerangan eksternal, hari ini ia juga mengalami pembusukan dari pimpinan KPK itu sendiri," ucap Usman.

 

Selamatkan KPK

Ia menjelaskan kehadiran pihaknya di gedung dwiwarna sebagai bentuk penegasan KPK harus diselamatkan. Ia tidak ingin membiarkan KPK dihancurkan baik dari luar maupun dalam.

"KPK hari ini cenderung berdusta, KPK hari ini cenderung berpeluh dosa, karena itu benar dan salah menjadi tidak begitu nyata adanya. Dan kita hari ini ingin menegaskan bahwa kita ingin membela KPK yang pernah kita cintai, KPK yang pernah dipercaya oleh rakyat Indonesia dan jalan salah satunya adalah dengan mencopot kepemimpinan yang tidak beretika," tutur Usman.

"Copot Firli!" tandasnya.

 

Pelaporan Pelanggaran Etik

Sementara itu, Abraham Samad menambahkan agenda ini akan dilanjutkan dengan pelaporan dugaan pelanggaran kode etik Firli ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

Latar belakang pelaporan kali ini satu di antaranya mengenai dugaan dokumen hasil penyelidikan KPK di Kementerian ESDM yang bocor diduga melibatkan Firli.

"Kita ingin menegaskan bahwa hari ini kita akan melaporkan saudara Firli Bahuri kepada Dewan Pengawas terhadap pelanggaran etika dan pelanggaran perilaku yang dilakukan oleh saudara Firli," ucap Samad.

Agenda demonstrasi ini diikuti oleh mantan pegawai dan pimpinan KPK serta sejumlah organisasi masyarakat sipil seperti Indonesia Memanggil (IM57+) Institute, Indonesia Corruption Watch (ICW), Transparency International Indonesia (TII).

Ada juga Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), LBH Muhammadiyah, AII, Public Virtue Research Institute, Themis Indonesia dan lain sebagainya. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat didukung oleh data neraca perdagangan domestik…

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia,…

Menperin Dorong Pemanfaatan Momentum Positif Industri Nasional

Menperin Dorong Pemanfaatan Momentum Positif Industri Nasional

Selasa, 03 Nov 2026 06:59 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan momentum positif prospek…

50-60 Juta Ton Batu Bara RI Diduga Transit di Singapura

50-60 Juta Ton Batu Bara RI Diduga Transit di Singapura

Selasa, 03 Nov 2026 06:57 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:57 WIB

SURABAYAPAGI.com - Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan sebanyak 50-60 juta ton batu bara yang diekspor Indonesia…

Istri Sah Dwi Bagus Baru Tahu Suaminya Sudah Nikah Siri selama Dua Tahun

Istri Sah Dwi Bagus Baru Tahu Suaminya Sudah Nikah Siri selama Dua Tahun

Selasa, 03 Nov 2026 06:55 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Martha Amalia Ifl ahah, istri sah Dwi Bagus Martono, mengaku baru mengetahui suaminya memiliki istri siri yang telah dinikahi selama …

Pemakzulan Gibran Tak Jatuhkan Prabowo

Pemakzulan Gibran Tak Jatuhkan Prabowo

Selasa, 03 Nov 2026 06:53 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana, menegaskan wacana pemakzulan (impeachment) terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…