SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Jelang 1 Juni 2023, yang dijadikan momentum umumkan capres PDIP dari kadernya sendiri, Megawati masih melakukan perenungan. Masa perenungannya terjadi saat wacana Koalisi Besar Lima parpol diwacanakan bertubi-tubi oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Koalisi Besar ini memwacanakan Ketum Partai Gerindra, jadi Capres lima parpol.
"Belum. Ini ketum masih melakukan olah batin dan laku batin. Ibu Ketum itu hari-hari mencermati dinamika politik, baik dengan komunikasi yang dibangun maupun dari sisi pemberitaan maupun dari sisi survei, maka semua akumulasi itu maka melakukan perenungan, olah batin, laku batin, kan begitu. Karena jam terbang ketum sudah sejak '80 sampai sekarang. Bayangin," ungkap Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah, kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/4/2023).
Said akui, minggu laluz Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengumpulkan para kader yang menjadi legislator di DPR dalam rapat tertutup. Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah membeberkan isi pertemuan tertutup di Sekolah PDIP, Jakarta Selatan, Sabtu (8/4) lalu. Megawati turut hadir langsung di dalam pertemuan tersebut. "Itu pertemuan, konsolidasi. Murni konsolidasi saja," tegas Said .
Bantah Rapat Konsolidasi Pilpres
Said membantah rapat itu mengonsolidasikan soal Pilpres dan Pileg 2024. Dalam rapat itu, sebut dia, para kader diminta menyiapkan laporan saat turun ke bawah (turba) menemui rakyat di dapilnya selama masa reses.
"Nggak, nggak (konsolidasi soal pilpres dan pileg). Konsolidasi karena mau menghadapi pasca-Lebaran, kemudian DPR reses, maka itu momentum bagi kader punya kewajiban untuk memberikan report ke DPP setiap turba," ujar Said.
Said menegaskan ihwal penentuan capres yang akan diusung PDIP di Pilpres 2024 tidak dibahas dalam pertemuan itu. Menurutnya, saat ini Megawati masih melakukan perenungan.
Mega Cermati Dinamika Politik
"Belum. Ini ketum masih melakukan olah batin dan laku batin," ujarnya.
"Ibu Ketum itu hari-hari mencermati dinamika politik, baik dengan komunikasi yang dibangun maupun dari sisi pemberitaan maupun dari sisi survei, maka semua akumulasi itu maka melakukan perenungan, olah batin, laku batin, kan begitu. Karena jam terbang ketum sudah sejak '80 sampai sekarang. Bayangin," lanjut dia.
Mega akan Umumkan Capres PDIP
Sedangkan, usai pertemuan tertutup, Ketua DPP PDIP Aria Bima mengatakan Ketua Umum partai itu, Megawati Soekarnoputri bakal segera mengumumkan sosok calon presiden yang bakal diusung untuk Pilpres 2024.
Aria menyebut Mega telah mengantongi nama kader yang bakal diusung partai. Termasuk telah menyiapkan waktu kapan bakal diumumkan. Namun, dia menyebut hal itu sepenuhnya kewenangan Megawati dan tidak diketahui kader.
"Orang dan timing-nya adalah kewenangan penuh Ibu ketua umum, insya Allah secepatnya. Ibu sudah tau persis timing-nya dan orangnya yang tepat siapa untuk menyelesaikan persoalan bangsa dan bisa kerja sama dengan siapapun," kata Aria
Wakil Ketua Komisi VI DPR itu mengatakan Megawati memiliki pengalaman dalam beberapa kali pilpres untuk menunjuk sosok yang tepat dan diterima masyarakat. Dia memastikan sosok yang akan diusung merupakan kader internal PDIP.
Menurut Aria, mengusung kader untuk maju dalam Pilpres merupakan tugas partai politik. Dan menurutnya, Mega telah banyak menghasilkan para kader pemimpin yang menang dalam kontestasi elektoral.
Meskipun demikian, Aria menegaskan hingga kini Mega belum mengungkapkan secara lugas sosok yang akan diumumkan. Ia mengatakan dalam rapat tertutup bersama anggota fraksi PDIP, Mega hanya menegaskan urusan pencalonan presiden merupakan kewenangan ketua umum.
Mega menegaskan PDIP sebagai partai ideologis dan mempersilakan kader angkat kaki jika tidak sejalan. Bima menyebut Mega meminta para kader untuk terjun ke bawah menjelang tahun politik dan hari raya Idulfitri.
"Di sini bukan tempat berebut kekuasaan, bukan tempat berebut tempat mencari sesuap nasi dan seongkok berlian, di sini adalah alat perjuangan, partai adalah alat perjuangan," ucap Aria.
Pertemuan Tertutup Diumumkan Pecatur
Kabar pertemuan tertutup itu sebelumnya dikonfirmasi oleh Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto, yang dikenal pecatur Nasional. Namun, Utut enggan membeberkan isi dari pertemuan tertutup itu.
"Ya itu memang benar, tapi tertutup. Kalau tertutup saya ngomong ya buat apa," kata Utut kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/4).
Utut mengatakan Megawati hendak memberikan semangat kepada para kader agar turun ke bawah dan menyerap aspirasi masyarakat. n erc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham