50 Persen Atlet Promosi, Taekwondo Jatim: Butuh Tambah Jam Terbang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para atlet Taekwondo Jatim saat menggelar latihan. Foto: Diskominfo Jatim.
Para atlet Taekwondo Jatim saat menggelar latihan. Foto: Diskominfo Jatim.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Timur telah mengadakan pemusatan latihan daerah (puslatda) mulai bulan Januari lalu. Sebanyak 21 atlet akan dikirimkan untuk mengikuti ajang Pra-PON pada Agustus mendatang.

Pelatih taekwondo Jatim Aries Setiawan Jatmiko mengatakan bahwa rencananya mereka akan mengikuti sejumlah kompetisi yang diadakan Pengurus Besar (PB) TI. Hal itu bertujuan untuk menambah jam terbang atlet. Pasalnya, banyak atlet taekwondo Jatim yang baru mengikuti puslatda tahun ini.

“Sekitar 50 persen adalah atlet promosi, artinya baru naik ke level puslatda. Jadi, supaya mereka lebih terbiasa bertanding di level nasional,” kata Aries, Kamis (13/4/2023).

Aries menyatakan bahwa seluruh atlet tetap menjalani latihan rutin di bulan puasa. Namun, ada perbedaan latihan yang dilakukan oleh anak asuhnya selama menjalani ibadah puasa, yakni dengan menerapkan latihan dengan intensitas rendah.

“Intensitas turun sedikit, tetapi tidak terlalu signifikan, supaya menjaga kondisi fisik atlet,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, latihan yang dilakukan saat ini sehari dua kali, yakni sore dan malam hari dengan fokus penguatan teknik dan malam fokus pada fisik.

“Yang jelas, sementara mereka ini agendanya selama puasa hanya latihan rutin, untuk maintenance kondisi. Jadi, kalau sore latihannya jam 15.30-17.00 WIB, yang malem 20.30-22.30 WIB,” terangnya.

Selain itu, ia juga menuturkan bahwa kondisi para atlet taekwondo Jatim saat ini dalam keadaan yang bagus, tidak ada yang mengalami cedera.

“Alhamdulillah secara keseluruhan sudah oke, kemarin setelah kejurnas ada beberapa yang cedera sudah kembali, sudah latihan normal, semuanya aman semua,” ucapnya.

Aries pun berharap bisa mendapat hasil lebih baik saat PON XXI/2024 Aceh dan Sumatera Utara. Kendati demikian, saat ini mereka lebih dulu fokus di ajang Pra-PON. Ia memasang target bisa meloloskan atlet sebanyak-banyaknya untuk PON XXI/2024 Aceh dan Sumatera Utara. sb

Berita Terbaru

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang, Sony menerima uang dari Asep secara rutin." Elza Syarief,…