Wanita ODGJ Ditemukan Tewas Mengambang di Bendungan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban. SP/Lestariono
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban. SP/Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Anik Dwi Lestari (40), warga Dsn/Desa Ngreco Kec. Selorejo Kab. Blitar ditemukan tewas mengambang di aliran sungai Brantas Bendungan Lahor Karangkates pada Kamis (13/4-23) sore.

Penemuan jasad korban itu dibenarkan Kasi Humas Polres Blitar Iptu Udhiyono pada wartawan pada Jumat (14/3) di ruang kerjanya. Menurut Udhiyono, awal ditemukan korban, sekitar pukul 14.00 saksi Edi Wiranto tetangga korban, mengetahui korban berada di bawah jembatan bendungan sungai Lahor yang berkedalaman sekitar 20 meter sebelah barat, oleh saksi disuruh pulang.

"Rupanya korban tidak pulang, namun sekitar pukul 17.00 saksi Ngateno (50) ketika mau memancing saat berjalan ditepi sungai melihat ada jasad wanita mengambang dengan posisi tengkurap, saksi dua manggil Edy atas temuan tersebut, setelah saksi Edy tau bahwa itu adalah jasad Anik, dan dilaporkan ke Desa Selorejo," terang Iptu Udhiyono atas izin Kapolres Blitar AKBP Anhar Arliya Rangkuti S.IK.

Oleh Yas Singgih Untoro Kepala Desa Ngreco dan dua saksi dilaporkan ke Polsek Sumberpucung Polres Malang, rupanya TKP temuan jasad masuk wilayah Polsek Selorejo setelah pihak Polsek Sumberpucung datangi TKP.

"Langsung Kapolsek Selorejo AKP AKP Eko Sujoko bersama anggotanya bersama Unit identifikasi lakukan olah TKP, dan benar korban warga Desa Ngreco Kec Selorejo atas nama Anik DL. Setelah dilakukan visum luar di Puskesmas Selorejo dan sesuai permintaan keluarga korban, selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarganya," tambah Udhiyono.

Menurut keterangan keluarga, korban idap ODGJ sejak 7 tahun lalu, dan sering keluar rumah, dan masuk RSJ Lawang berkali kali.

"Sesuai surat pernyataan pihak keluarga menerimakan kematian korban karena tenggelam, dan kondisi korban belum keluarkan bau, hidung keluar cairan dan badan tidak kaku, untuk pihak keluarga membuat surat pernyataan," pungkas Iptu Udhiyono. Les

Berita Terbaru

Survei Prakarsa: Sebanyak 45,3 Persen Masyarakat Lamongan Belum Puas  dengan Layanan Publik

Survei Prakarsa: Sebanyak 45,3 Persen Masyarakat Lamongan Belum Puas  dengan Layanan Publik

Jumat, 24 Apr 2026 17:40 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Meski capaian kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan sepanjang tahun 2025 dalam LKPJ bupati cukup tinggi, namun itu tidak b…

Pemprov Jatim Tegaskan Tidak Intervensi Proses Hukum, Namun Tetap Dampingi ASN

Pemprov Jatim Tegaskan Tidak Intervensi Proses Hukum, Namun Tetap Dampingi ASN

Jumat, 24 Apr 2026 17:28 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan pendampingan hukum bagi aparatur sipil negara (ASN) yang tengah menghadapi persoalan hukum, t…

PLN UPT Madiun Lakukan Pemeliharaan Jaringan Tanpa Padam, Pasokan Listrik Tetap Aman

PLN UPT Madiun Lakukan Pemeliharaan Jaringan Tanpa Padam, Pasokan Listrik Tetap Aman

Jumat, 24 Apr 2026 17:20 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:20 WIB

SurabayaPagi, Madiun – PT PLN (Persero) terus memperkuat keandalan pasokan listrik di Jawa Timur melalui program pemeliharaan jaringan tanpa p…

Pemkot Surabaya Instruksikan Pengalihan Aliran Air Atasi Banjir Kawasan Ketintang, Ditarget Tuntas Oktober 2026

Pemkot Surabaya Instruksikan Pengalihan Aliran Air Atasi Banjir Kawasan Ketintang, Ditarget Tuntas Oktober 2026

Jumat, 24 Apr 2026 14:58 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah strategi mengatasi masalah banjir berulang di kawasan Ketintang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah…

Petani hingga Pengepul Meringis, Harga Ikan Tawar di Lamongan Anjlok Lebih dari 50 Persen

Petani hingga Pengepul Meringis, Harga Ikan Tawar di Lamongan Anjlok Lebih dari 50 Persen

Jumat, 24 Apr 2026 14:53 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang panen raya ikan air tawar yang terjadi bersamaan dengan cuaca buruk (ekstrem) memicu banyak kerugian bagi para petani…

Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Surabaya Normalisasi Bangunan di Kalianak Secara Bertahap

Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Surabaya Normalisasi Bangunan di Kalianak Secara Bertahap

Jumat, 24 Apr 2026 14:39 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 14:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti keluhan banjir yang kerap melanda kawasan Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Balai Besar Wilayah…