Pemkot Pasuruan Fungsikan E-Parkir Tambahan Pendapatan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kendaraan yang parkir di kawasan Alun-alun Pasuruan.
Kendaraan yang parkir di kawasan Alun-alun Pasuruan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan – Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) tengah menjadi konsentrasi Pemkot Pasuruan. Terutama dengan menggali potensi yang selama ini belum menyumbang pendapatan. Salah satunya sektor perparkiran.

Pendapatan parkir selama enam tahun terakhir hanya diterima dari parkir berlangganan. Sepanjang 2022, proyeksi besaran pendapatan yang bisa dipungut dari retribusi parkir berlangganan senilai Rp 2,22 miliar. Namun realisasinya, Pemkot Pasuruan hanya berhasil mengumpulkan setoran retribusi senilai Rp 1,95 miliar. Atau sekitar 88 persen dari yang ditargetkan.

Potensi parkir berlangganan masih menggantungkan jumlah kendaraan dalam kota. Misalnya, kendaraan roda dua yang terdaftar sebanyak 80 ribu. Kendaraan roda dua berjumlah 11 ribu. Ditambah dengan kendaraan roda empat lebih sekitar 1 ribu.

Pundi-pundi yang didapat pemerintah dari sektor itu terbilang cukup kecil. Tak sebanding dengan tingginya mobilitas kendaraan dari luar daerah. Alasan itu yang kemudian mendasari pemerintah untuk kembali merencanakan pemungutan retribusi parkir non berlangganan.

“Kedepan semua kendaraan luar kota juga akan ditarik retribusi sesuai dengan titik-titik parkir berlangganan,” kata Andriyanto, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan.

Namun, dia juga menyadari penarikan retribusi parkir untuk kendaraan luar kota perlu adaptasi. Kebijakan itu tidak bisa serta-merta diberlakukan. Andriyanto mengaku sudah merumuskan formula e-parkir. Agar penarikan retribusi parkir non berlangganan bisa lebih efektif.

“Yang melakukan penarikan tetap jukir jukir kami yang ada di lapangan,” katanya.

Tetapi, mereka tidak akan menerima pembayaran retribusi dalam bentuk tunai. Ketika e-parkir diterapkan, semua pembayaran dilakukan secara cashless. Sehingga semua pungutan retribusi langsung terdata dalam sistem.

“Kami akan persiapkan perangkatnya lebih dulu. Karena kami ada 113 jukir. Jadi perangkat yang dibutuhkan nanti sesuai jumlah itu,” katanya. ris

Berita Terbaru

Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati

Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati

Minggu, 01 Feb 2026 20:52 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:52 WIB

Sejak Tahun 2022, Puan Maharani Umumkan Ketum DPP PDIP Megawati Baru akan Hadir jika PDIP Gelar Acara-acara Besar dan Penting. Puan Akui Megawati Tugaskannya…

Menkeu Nyatakan Fundamental Perekonomian Masih 'Bagus'

Menkeu Nyatakan Fundamental Perekonomian Masih 'Bagus'

Minggu, 01 Feb 2026 20:49 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan 'kebakaran' saat pembukaan perdagangan pekan depan pada Senin esok (2/2). Menurut…

Pengamat Politik: Masih Saktikah Jokowi

Pengamat Politik: Masih Saktikah Jokowi

Minggu, 01 Feb 2026 20:08 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menurut saya, ada dua keyakinan soal Jokowi, sekarang ini.  Jokowi masih sakti untuk meloloskan PSI ke parlemen. Dan yang kedua, …

Pengamat Politik Nilai Jokowi Lakukan Gertakan Politik

Pengamat Politik Nilai Jokowi Lakukan Gertakan Politik

Minggu, 01 Feb 2026 20:06 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya menilai pernyataan Jokowi di Rakernas PSI seperti orang yang khawatir. Justru saya melihat teriakan Jokowi dalam pidatonya,…

KPK Usut Penukaran Uang Asing Miliaran RK di Luar Negeri

KPK Usut Penukaran Uang Asing Miliaran RK di Luar Negeri

Minggu, 01 Feb 2026 20:05 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Aktivitas mantan Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 Ridwan Kamil di luar negeri, mulai diusut. Komisi Pemberantasan Korupsi…

Orang-orang Curang

Orang-orang Curang

Minggu, 01 Feb 2026 20:03 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menurut Alkitab, orang-orang yang curang adalah mereka yang melakukan ketidakjujuran dalam berdagang (menggunakan timbangan…