Komisi II DPRD Gresik Disambati Mahalnya Harga Pupuk bagi Petani Tambak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
M Syahrul Munir. SP/Grs.
M Syahrul Munir. SP/Grs.

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Kebijakan pemerintah pusat mengenai pencabutan pupuk subsidi sektor perikanan sangat   dirasakan dampaknya oleh petani tambak di Kabupaten Gresik. Pasalnya, saat ini mereka harus membeli Rp600 ribu per sak pupuk triple super phospat (TSP). Padahal sebelum subsidi dicabut petambak cukup menebus dengan harga Rp150 ribu per sak. 

Keluhan para petani tambak itu telah disampaikan kepada wakil mereka di DPRD Gresik. Yakni kepada anggota Komisi II Muhammad Syahrul Munir.

“Harga pupuk untuk sektor perikanan saat ini memang sangat mahal harganya. Banyak petambak yang mengeluhkan harga beli yang sangat tinggi ini,” ucap Syahrul dengan nada serius, Kamis (27/4).

Dijelaskan legislator muda yang juga Ketua FPKB DPRD Gresik ini, petambak minimal membutuhkan dua jenis pupuk Urea dan SP-36. Keduanya termasuk pupuk subsidi pemerintah. Namun, petani tambak tidak termasuk yang mendapatkan subsidi pupuk tersebut. Hanya petani di bidang tanaman pangan, holtikultura dan perkebunan yang berhak.

“Sedangkan bantuan dari APBD Gresik untuk subsidi pupuk bagi petani tambak juga tidak ada anggarannya. APBD Gresik tidak mampu untuk memberi subsidi,” papar dia.

Padahal, menurutnya, sektor perikanan merupakan salah satu sektor sumber ekonomi di Kabupaten Gresik. Bandeng kawak merupakan potensi perikanan khas di Kabupaten Gresik, dan sudah jadi tradisi menjelang datangnya Idul Fitri.

“Namun pupuk perikanan membuat perih nasib para petambak ikan,” cetusnya.

Diakui Syahrul Munir, permasalahan pencabutan pupuk subsidi bagi petambak ikan ini sudah mendapat perhatian Komisi IV DPR RI. Telah ada upaya agar program yang sebelumnya ditangani Kementerian Pertanian ini ditarik ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, KKP tidak siap dengan regulasinya. Kondisi ini menyebabkan tidak adanya pasokan pupuk bersubsidi di tambak sehingga produksi ikan terus menurun.

“Bagaimana pemerintah pusat ini? Mengherankan, apa karena manajemen distribusi pupuk subsidi sing bobrok? Atau memang karena tidak ada anggaran di APBN?" tanyanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Gresik Moh Nadlelah mengakui kalau pemerintah mencabut pupuk subsidi untuk petani tambak. Sehingga, mereka harus membeli pupuk nonsubsidi. 

"Ketika masih disubsidi, harga pupuk urea seharga Rp2.500 per kilogram. Sedangkan harga nonsubsidi untuk pupuk urea Rp9.500 per kilogram,” ungkapnya. 

Berita Terbaru

Milad 7 Tahun LSN, Gus Fawait Tegaskan Komitmen Syiar di Jalur Pemerintahan

Milad 7 Tahun LSN, Gus Fawait Tegaskan Komitmen Syiar di Jalur Pemerintahan

Senin, 09 Nov 2026 01:08 WIB

Senin, 09 Nov 2026 01:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, JEMBER – Laskar Sholawat Nusantara (LSN) menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan syiar melalui jalur pemerintahan. Seiring dengan itu, …

Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG

Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG

Minggu, 08 Nov 2026 21:13 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI. COM, Lumajang- Kualitas Makanan Jadi Prioritas Pemkab Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG, Kualitas Makanan Jadi Prioritas Bupati Lumajang, …

Cegah Pencurian Sapi dan Motor, Polsek Rowokangkung Sisir Permukiman Warga pada Malam Hari

Cegah Pencurian Sapi dan Motor, Polsek Rowokangkung Sisir Permukiman Warga pada Malam Hari

Minggu, 08 Nov 2026 21:10 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang- Ancaman pencurian ternak sapi dan sepeda motor menjadi perhatian Polsek Rowokangkung.  Untuk mencegah tindak kriminalitas tersebut, …

Luruskan Polemik di Medsos: PCM Tulangan Pastikan KBM MBS SMPM 5 Tidak Ada Ustadzah yang Dikeluarkan

Luruskan Polemik di Medsos: PCM Tulangan Pastikan KBM MBS SMPM 5 Tidak Ada Ustadzah yang Dikeluarkan

Minggu, 08 Nov 2026 18:54 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Isu yang sempat viral di media sosial serta dibumbui narasi sepihak mengenai adanya dugaan tekanan struktural maupun arogansi o…

Resmikan Kantor Baru di Kahuripan Nirwana, JATMAN Sidoarjo Perkuat Konsolidasi Spiritual dan Umat

Resmikan Kantor Baru di Kahuripan Nirwana, JATMAN Sidoarjo Perkuat Konsolidasi Spiritual dan Umat

Minggu, 08 Nov 2026 18:12 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Peta pergerakan spiritual dan organisasi keagamaan di Kabupaten Sidoarjo memasuki babak baru. Jam'iyah Ahlit Thariqah a…

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Merespons keluhan warga terkait kondisi sanitasi yang tidak layak, Pemerintah Kota Mojokerto bergerak menyiapkan solusi bagi …