Disperindag Jatim dan Kemendag RI Gelar Pelatihan Eksportir

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 14 Mei 2023 15:48 WIB

Disperindag Jatim dan Kemendag RI Gelar Pelatihan Eksportir

i

Kegiatan TOX di Surabaya. Foto: Disperindag Jatim.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur (Jatim) bersinergi dengan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan RI.

Salah satunya dengan menyelenggarakan Training of Exporters (TOX) dalam rangka Export Coaching Program (ECP) Tahun 2023 di Jatim. TOX ini merupakan tahapan ke-3 dari rangkaian kegiatan ECP Tahun 2023.

Baca Juga: Belasan UMKM di Kabupaten Madiun Terima Bantuan Booth Kontainer

Acara ini digelar untuk meningkatkan kinerja ekspor nonmigas Jawa Timur melalui strategi penguatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) potensial yang berorientasi ekspor. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari pada tanggal 9-11 Mei 2023 di Surabaya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya, Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Sugih Rahmansyah, Para Praktisi dan Coach Pendampingan Ekspor, serta Pelaku Usaha peserta ECP

Baca Juga: Direlokasi, Pedagang Pasar Templek Kota Blitar Mulai Bongkar Lapak

Adapun peserta yang lolos dan mengikuti kegiatan pendampingan ekspor hingga tahap ke-8 ada sebanyak 30 peserta. Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan mampu mendorong munculnya eksportir baru atau menambah negara tujuan atau pasar ekspor baru.

Dalam pelatihan tersebut, seluruh peserta yang berasal dari IKM/UKM Jawa Timur mempelajari berbagai hal terkait ekspor, mulai dari proses persiapan ekspor, mengenal proses kegiatan ekspor, membuat dokumen ekspor, melakukan analisis pasar ekspor bagi produk masing-masing baik di satu negara atau kawasan negara serta mengetahui analisa SWOT dari bisnis ekspor.

Baca Juga: Cegah Kelangkaan, Stok Elpiji 3 Kg di Magetan Ditambah

Pelatihan ini diharapkan dapat meminimalisir permasalahan yang sering dihadapi oleh pelaku usaha, terutama IKM/UKM karena keterbatasan akses terhadap pasar global. Selain itu, juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaku usaha untuk menyediakan produk yang berdaya saing tinggi di pasar internasional. sb

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU