SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini tengah viral kisah pasangan suami istri yang terpaut usia 36 tahun. Ana Amalia menikah dengan Emen Hidayat ketika berusia 27 tahun, sementara sang suami berumur 63 tahun yang keduanya merupakan warga Desa Jayasari, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran.
Ana Amalia menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak netizen terinspirasi dari kisah Ana yang ikhlas ketika dijodohkan orang tuanya. Viralnya kisah cinta kedua berawal dari akun Tiktok akun TikTok @anaamalia54 yang tak lain merupakan akun milik Ana Amalia sendiri. Dalam unggahannya, Ana Amalia membagikan momen saat proses makeup dan sesi foto dengan suaminya yang lebih tua 36 tahun.
Dikatakannya oleh Ana, pada saat awal menikah, dirinya belum bisa menerima sosok sang suami. Namun seiring berjalannya waktu ia bisa mencintai suaminya dengan tulus.
"Desember 2018 kami menikah, tanpa riasan, tanpa senyuman yang ada hanya tangisan. Masya Allah Alhamdulillah seiring berjalannya waktu Allah berikan kami kebahagiaan dan tahun 2021 kami terima endorse makeup pengantin dan Alhamdulillah jadi sebuah kenangan," tulis Ana melalui akun TikTok @anaamalia54, dikutip Kamis (18/05/2023).
Dalam video yang berdurasi 33 detik itu terlihat Ana Amalia mengenakan hijab syari dan busana serba putih. Begitu juga dengan suami Ana yang kompak memakai jas putih dilengkapi peci hitam.
Unggahan Ana sudah ditonton lebih dari 3,3 juta Views dan mendapatkan berbagai komentar dari warganet. Ada yang memberikan ucapan selamat dan menanggapi perbedaan usia keduanya.
Awal Mula Menikah karena Dijodohkan Orang Tua
Ana mengaku awalnya dijodohkan sang ibu dengan Emen. "Awal ketemunya katanya dijodohkan ya?," tanya host dalam tayangan video podcast.
Lalu Ana menjawab "Sebulan kerja mama telpon, Halo te nikah ya sama beliau (Emen)."
"Tadi awalnya pengen lanjut S2, namun sembari cari beasiswa ke luar sama temen-temen sambil kerja. Lalu, saya bilang sama siapa ma, saya mau kuliah dulu.
"Terus saya tanya sama siapa ma? mama bilang sama pak Emen. Lah kan itu kan sudah saya anggap bapak," ujar Ana.
"Terus mama bilang gak mau tahu 2 minggu lagi kamu pulang nikah," ungkapnya.
Namun, sebelum nikah pak emen bilang ke saya, kamu nggak usah nikah sama saya. saya sudah tua kamu baru lulus kuliah masih banyak," ungkapnya.
"Karena bakti ke orang tua, 2 bulan mengenal sebelum menikah kita saling beradaptasi dan mengenal satu sama lain, Alhamdulillah kita sekarang sudah jalan 5 tahun nikah, " kata Ana.
Mulai Beradaptasi dengan Kedua Anak Sang Suami
Wanita yang berasal dari Ciamis, Jawa Barat itu menikah dengan Emen pada 13 Desember 2018 di Pangandaran. Keduanya sepakat hanya menggelar ijab kabul pernikahan dan tidak mengadakan acara lainnya.
Sudah tiga tahun menjalani pernikahan dengan pria yang usianya terpaut jauh, Ana mengungkapkan tidak mengalami kesulitan berarti, termasuk soal berkomunikasi.
"Sejauh ini Alhamdulillah saya tidak menemukan kendala komunikasi yang signifikan. Hanya saja karena sekarang kami kerja di bidang socmed. Paling saya harus pelan sabar untuk ngasih pengertian dan tata cara saat ngonten atau endorse. Suami saya dulu tidak mau ngonten tapi Alhamdulillah sekarang malah enjoy," terangnya.
Ana mengungkapkan mempunyai dua anak sambung dari pernikahan Emen sebelumnya. Usia anak sambungnya yang pertama berusia 44 tahun dan yang kedua berusia 22 tahun.
"(Awalnya) mereka tidak terlalu setuju karena mungkin dulu kasihan sama saya karena terlalu jauh (usianya). Tapi Alhamdulillah sekarang kami sangat dekat. Begitupun dengan cucu. Alhamdulillah mereka baik-baik," saut Ana lega.
Ekonomi Terpuruk, Keduanya Pilih Ngonten
Ia mengungkapkan awal mula kehidupan setelah menikah sempat kekurangan ekonomi. Pada saat itu suaminya gagal terpilih usai mencalonkan diri untuk kedua kalinya sebagai kepala desa.
"Setelah suami berhenti jadi kepala desa kemudian suami nyalon lagi tapi nggak menang akhirnya uang tabungan suami habis, dan selama setahun kami terpuruk ekonomi hingga suatu hari saya iseng buka Youtube dan saya baru ingat saya ada channel Youtube yang aktif," lanjut Ana.
"Akhirnya saya tekad kan diri untuk ngonten dan siapa tau ada rezeki dari sana. Awal-awal konten saya random banget tentang reaction, skripsi, hingga akhirnya saya buat video tentang pernikahan beda usia dan dulu belum ada yang nonton tapi kehendak Allah tiba-tiba setelah empat bulan ngonten. Kami di undang the Hermansyah dan berangkat ke Jakarta dari sana lah kami mulai rajin ngonten hingga sekarang," lanjut Ana terharu.
Saling Menerima dan Bersyukur
Kini, Ana memilih tak terlalu menanggapi berbagai komentar negatif yang ditujukan kepadanya. "Siapapun jodoh yang Allah hadirkan terimalah dengan baik, karena saat kita menerima semua ketentuan Allah, kebahagiaan akan datang walau terkadang akan memaksa kita untuk melewati masa sulit dulu. Jangan hiraukan apapun omongan orang karena itu tidak akan berpengaruh apa-apa dan tetap surga seorang istri ada di suami," tutup Ana. dsy/trb/wlp
Editor : Desy Ayu