Cuaca Panas Ekstrem di Malaysia: Dua Anak Meninggal Hingga Es Cendol Laris Manis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi cuaca panas ekstrim di Malaysia. SP/ MLY
Illustrasi cuaca panas ekstrim di Malaysia. SP/ MLY

i

SURABAYAPAGI.com, Malaysia - Akhir-akhir sejumlah negara di Asia Tenggara sedang dilanda cuaca panas yang ekstrem bahkan hingga mengakibatkan korban jiwa di beberapa negara, salah satunya di Malaysia.

Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan total 14 kasus heatstroke akibat cuaca panas yang ekstrem, satu diantaranya meninggal dunia. Jumlah ini diperkirakan masih akan terus meningkat hingga Agustus mendatang.

Meski sudah memakan sejumlah korban, termasuk satu korban jiwa, pemerintah setempat menyatakan belum adanya rencana untuk mengumumkan kondisi gelombang panas sebagai kondisi darurat. Kondisi dianggap masih terkendali.

"Hingga kemarin sudah ada 14 kasus namun situasinya masih terkendali dan dapat tertampung di faskes secara nasional," kata Wakil Menteri Kesehatan Lukanisman Awang Sauni, dikutip Senin (22/05/2023).

"Fasilitas kementerian dan rumah sakit disiapkan untuk menerima korban heat Stroke dan korban kram panas," sambungnya.

Menurut Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi, situasi terkait keadaan darurat masih bisa berubah dan pemerintah akan siap mengeluarkan perintah darurat.

Selain itu, keluhan serupa juga disampaikan oleh Dineshwary Murugan (25). Ia mengaku, mengkonsumsi banyak minuman dingin beberapa waktu terakhir untuk mengatasi cuaca yang amat panas. Walaupun ia tahu, mengkonsumsi terlalu banyak gula dari minuman juga tidak sehat.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan Indonesia, Heat Stroke merupakan kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan. Suhu badan meningkat dengan cepat hingga 41° C dalam 10 sampai 15 menit dan tubuh sudah tidak dapat mengeluarkan keringat.

Dua Anak di Malaysia Meninggal karena Suhu Panas (Alami Heat Stroke)

Dilaporkan sebanyak dua orang anak di Malaysia meninggal dunia karena kepanasan (Alami Heatstroke).

Korban tersebut diantaranya, bayi perempuan berusia 19 bulan yang bernama Nur Imani Ahmad Farris Fadzlee Mohd Nasir, meninggal di rumahnya. Sebelumnya, ia sempat dilarikan ke RS Raja Perempuan Zainad II, Kota Baru.

Nur Imani menghembuskan napas terakhirnya di rumah orang tuanya di Wakaf Che Ye. Ia pun dimakamkan di pemakaman desa pada hari yang sama.

Tak hanya Nur Imani, ada pula anak berusia 11 tahun, Muhammad Syamil Aqil. Ia meninggal di rumahnya setelah dirujuk ke rumah sakit yang sama.

Kematian keduanya telah dikonfirmasi oleh juru bicara otoritas kesehatan negara dan keluarga. Berita kematian anak-anak ini pun diunggah pada laman media sosial.

Penjualan Es Cendol di Malaysia Laris Manis

Ramakrishnan (38) baru saja mulai berjualan es cendol di kios My Cendol Station dua bulan lalu. Namun beberapa waktu terakhir, tokonya sudah ramai digandrungi pembeli. Salah satunya seorang ibu rumah tangga Nur Ariana Othman (35), mengaku membeli cendol untuk anak-anaknya agar tetap terhidrasi dan merasa sejuk.

"Suami saya baru saja menjemput anak-anak dari sekolah dan dalam perjalanan pulang mereka mengeluh tentang cuaca. Jadi, saya memutuskan untuk membelikan mereka cendol," ungkap Nur Ariana, dikutip Senin (22/05/2023).

"Sekarang ini sepulang sekolah ke sini beli cendol, pokoknya segar sekali minum di cuaca panas begini," ujar anak-anak sekolah yang tengah menikmati hidangan es cendolnya.

Sebagai informasi, tak hanya Malaysia, beberapa ahli meteorologi telah melacak suhu setinggi 45 derajat celcius di beberapa negara seperti India, Thailand, dan Myanmar. Sementara itu, suhu 42 hingga 43 derajat celcius terdapat di Bangladesh, Laos, Nepal, dan China.

Negara tetangga Singapura juga tengah bergulat dengan cuaca panas yang ganas. Singapura mencatat rekor suhu tertinggi dalam 40 tahun terakhir dengan suhu mencapai 37 derajat celcius pada Sabtu (13/05/2023). Pada awal Mei, Vietnam juga melaporkan suhu tertinggi yang mencapai angka 44,2 derajat celcius. dsy/hdc/hb

Berita Terbaru

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menghadirkan BSI Fest Ramadan 2026 di Surabaya pada 19–22 Februari 2026. Kegiatan ini me…

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Bukti Arkeologis mengungkap Flkakta Gajah Mada lahir di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur, dari Dewi Andogsari tidak …

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis bersalah kepada sejumlah debitur pembiayaan FIFGroup dalam perkara p…

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan. "Bagi saya,…