Misteri Luka Lebam Balita Sidoarjo yang Ditemukan Tewas di Kos Pengasuh

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi balita yang ditemukan tewas di Sidoarjo. SP/ SDA
Illustrasi balita yang ditemukan tewas di Sidoarjo. SP/ SDA

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Balita perempuan berinisial F ditemukan tewas dengan luka dan penuh lebam di sekujur badannya di rumah kos pengasuhnya di Desa Masangan Kulon, RT 04 RW 02, Sukodono, Sidoarjo, pada Minggu (28/05/2023) sekitar pukul 20.00 WIB.

Diketahui, Balita perempuan itu sudah tujuh bulan diasuh oleh pasutri Bambang Suprijono (49) dan Sriyati Indayani (43). Balita tersebut saat ini berusia 2 tahun 10 bulan dan sudah cukup lama dititipkan ke rumah kos pengasuhnya 

Alasan Balita di Titipkan ke Pengasuh

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa balita tersebut tinggal bersama pengasuhnya, BS dan SI di tempat kost yang berada di Desa Masangan Kulon, Sukodono. Balita tersebut sudah tujuh bulan diasuh oleh pasutri ini.

Namun karena suatu hal, orangtua balita tidak menitipkan balita perempuan itu. Dan baru hari Minggu kemarin dititipkan lagi ke pengasuhnya. “Saya tidak tahu kalau pasutri itu mengasuh anak, dia di sini baru dua bulan dan tak bawa anak. Yang lebih tau itu Bu Mila,” terang Pak Is pemilik tempat kos, dikutip Selasa (30/05/2023).

Sementara itu Mila (40) menceritakan bahwa balita perempuan itu beberapa bulan yang lalu memang diasuh oleh pasutri BS dan SI. Mungkin saat lebaran, balita itu diajak pulang kampung dan tidak terlihat diasuh lagi oleh BS dan SI. “Identitas atau tempat tinggal orang tua kandung balita itu juga tidak jelas, habis nitip anak langsung balik,” ungkap Mila.

Masih kata Mila, saat sebelum kejadian ditemukan meninggal, balita perempuan itu disuapi oleh SI, setelah beberapa saat balita itu tertidur. Ketika balita itu tidur ditinggal sendiri, sekitar 30 menit SI keluar untuk beli makan malam.

Setelah SI kembali ke kamar kos langsung menikmati makanan yang sudah dibeli tadi dan mengira balita itu tidur biasa. “SI tidak mengerti jika balita itu sudah meninggal,” tukasnya.

“SI gak ngerti jika balita itu sudah meninggal dunia,” terangnya.

Balita itu baru diketahui meninggal dunia, saat suami SI yakni BS datang dari jualan bakso. Dari situ keduanya sempat panik, dan melaporkan kejadian itu ke RT selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian.

“Di muka balita itu terdapat luka lebam,” terangnya.

Misteri Kronologi Kematian Balita di Sidoarjo

Menurut Ketua RT 04 Masangan Kulon, Karjani, dirinya mendapatkan informasi balita yang tewas dari pasangan suami istri asli Surabaya tersebut. 

Menurut Karjani, penghuni kos itu menunjukkan gelagat aneh. Mereka terus bertanya apakah F bisa dimakamkan di desa tersebut.

"Tanya-tanya terus soal pemakaman. Tapi saya bilang, ya kalau bukan warga ber-KTP sini ya tidak bisa. Peraturannya kan begitu," katanya, dikutip Selasa (30/05/2023).

Setelah mengetahui ada balita meninggal, Karjani kemudian melapor ke perangkat Desa Masangan Kulon. Saat jenazahnya dicek, terdapat luka lebam. Perangkat desa lantas melaporkan temuan itu ke polisi.

"Ini kan banyak luka, terus perangkat desa meneruskan laporan ke Polsek Sukodono," ungkapnya.

Karjani menjelaskan, dari penuturan pengasuhnya, korban selama ini memang mereka asuh. Namun saat lebaran kurang beberapa hari sempat diambil orang tuanya.

"Ngakunya sudah tidak mengasuh korban karena sudah diambil 5 hari jelang lebaran sama orang tuanya. Terus semalam itu korban tiba-tiba ada di depan rumah sendirian," jelas Karjani.

Kasus Kematian Balita Masih di Telusuri Kepolisian

Sementara itu pihak kepolisian sudah mendatangi TKP dan Tim Inafis juga sudah melihat kondisi jenazah F sebelum dibawa ke rumah sakit.

Terkait meninggalnya balita tersebut Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono membenarkan adanya kejadian tersebut.

Pihaknya masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan tim medis untuk memastikan penyebab kematian balita tersebut.

“Iya kita masih melakukan penyelidikan terkait hal tersebut,” pungkasnya. dsy/dc/bj/mmo

Berita Terbaru

Berakhir di Balik Jeruji — Tersangka Dugaan Pungli ESDM Jatim Oni Setiawan Meninggal Usai Alami Serangan Jantung

Berakhir di Balik Jeruji — Tersangka Dugaan Pungli ESDM Jatim Oni Setiawan Meninggal Usai Alami Serangan Jantung

Sabtu, 19 Sep 2026 12:16 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 12:16 WIB

SURABAYA0AGI.com, Surabaya — Kabar duka datang dari penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pungutan liar (pungli) di lingkungan Dinas Energi d…

Benahi Profesi dari Dalam — Ketua Umum AAI Tjandra Sridjaya Dorong Advokat Perkuat Kompetensi dan Kebersamaan

Benahi Profesi dari Dalam — Ketua Umum AAI Tjandra Sridjaya Dorong Advokat Perkuat Kompetensi dan Kebersamaan

Sabtu, 19 Sep 2026 12:15 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 12:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pembenahan profesi advokat tidak cukup hanya dengan memperkuat organisasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), k…

Kick Off Hari Santri di Lamongan, Diawali Jelajah Santri Sako Pramuka Pandu Ma’arif

Kick Off Hari Santri di Lamongan, Diawali Jelajah Santri Sako Pramuka Pandu Ma’arif

Sabtu, 19 Sep 2026 10:57 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kick off peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Lamongan, diawali dengan kegiatan Jelajah Santri Sako Pramuka P…

Puluhan Ribu Alumni Gontor Padati Pondok Jelang Peringatan 100 Tahun

Puluhan Ribu Alumni Gontor Padati Pondok Jelang Peringatan 100 Tahun

Sabtu, 19 Sep 2026 10:44 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 10:44 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Puluhan ribu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dari berbagai penjuru dunia memadati kawasan pondok untuk mengikuti…

Minat Investasi Emas Menguat, HSBC Indonesia Hadirkan Reksa Dana Saham Syariah

Minat Investasi Emas Menguat, HSBC Indonesia Hadirkan Reksa Dana Saham Syariah

Sabtu, 19 Sep 2026 09:29 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 09:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Meningkatnya perhatian investor terhadap emas sebagai bagian dari diversifikasi portofolio mendorong PT Bank HSBC Indonesia (HSBC I…

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Direktur PT Jatim Parkir Center (JPC), Kiagus Firdaus, membuka peluang penyelesaian sengketa lahan melalui negosiasi setelah Pen…