SURABAYAPAGI.COM, Padang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) ingin membuka peluang kerjasama perdagangan dengan Pemprov Sumatera Barat (Sumbar). Maka dari itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sengaja membawa sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menjalin kerjasama tersebut.
Khofifah mengatakan bahwa misi dagang ini merupakan salah satu upaya menjalin kerja sama dengan berbagai provinsi di Indonesia.
"Keunggulan Jawa Timur adalah perdagangan, karena itu kami terus berupaya untuk mengembangkannya, salah satunya dengan Sumbar," kata Khofifah, Minggu (11/6/2023).
Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menjelaskan Jatim dan Sumbar memiliki potensi yang serupa, di antaranya daerah penghasil beras premium dan memiliki balai pembibitan ternak.
“Di Jawa Timur ada Kabupaten Ngawi yang menjadi penghasil padi premium. Di Sumbar ada Solok. Kita jajaki kemungkinan kerja sama untuk menciptakan padi premium kualitas ekspor,” ujarnya.
Dalam misi dagang itu, Khofifah memboyong sejumlah organisasi, seperti HIPMI, Kadin, Iwapi, BUMD, dan OPD terkait yang berpotensi menjalin kerja sama dengan Sumbar.
"Kami berharap kerja sama ini dapat terwujud. Kami berharap nanti akan ada MoU antara Jatim dan Sumbar dalam bidang-bidang potensial," ujarnya.
Selain misi dagang, lanjut Khofifah, ia juga ingin mendekatkan penduduk kelahiran Jatim secara emosional dengan masyarakat Sumbar dan membangun jaringan untuk mengembangkan potensi daerah.
Ketua Paguyuban Masyarakat Jawa Timur di Sumatera Barat KH Rudi Ahmad Syafrudin mengatakan jumlah masyarakat kelahiran Jatim di Sumbar sekitar 270 orang.
Ia mengungkapkan, banyak warga kelahiran Jatim itu yang sukses dan menjadi tokoh inspiratif di Sumbar. Namun, meski telah memiliki KTP Sumbar, bagaimanapun kampung halaman tetap terpatri dalam lubuk hati.
"Terima kasih atas kunjungan Ibu Gubernur yang juga meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan kami di Sumbar," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta bagi Paguyuban Masyarakat Jawa Timur di Sumatera Barat. pdg
Editor : Redaksi