SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati terus mengkampanyekan minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak, agar remaja putri (Rematri) yang ada di Bumi Majapahit dapat terhindar dari anemia.
Pada kesempatan ini, Bupati Ikfina melaksanakan program minum TDD secara serentak di MAN 1 Mojosari. Yang dikemas dalam agenda Jumat CERIA (Cantik, Enerjik, Rajin, Inovatif, dan Aktif).
Diketahui, pada pelaksanaan minum TDD tersebut, diawali dengan melakukan senam bersama dengan seluruh siswi MAN 1 Mojosari. Bupati Ikfina juga menyerahkan secara simbolis TTD kepada Kepala Sekolah MAN 1 Mojosari serta Bupati Ikfina juga membuka sesi tanya jawab kepada para siswi terkait sel darah merah dan anemia, serta menyerahkan hadiah berupa kaos bagi siswi yang dapat menjawab pertanyaannya.
Dalam sambutannya, Bupati Ikfina menjelaskan, bahwa pelaksanaan minum TTD secara serentak merupakan program dari pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang wajib dilakukan di seluruh Indonesia, karena saat ini bangsa Indonesia telah menghadapi masalah yang besar yaitu terkait dengan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia yang disebut dengan stunting.
"Stunting ini adalah kondisi gagal tumbuh pada balita karena pada saat ibunya hamil, ibunya mengalami kurang darah atau anemia. Kurang darah atau anemia pada ibu hamil dikarenakan sejak ibu hamil ini, yang masih menjadi calon ibu sudah mengalami anemia kronis," terang Ikfina di lapangan MAN 1 Mojosari, Jum'at (16/6) pagi.
Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga mengatakan, kekurangan darah atau anemia kronis pada siswi dapat disebabkan dari menstruasi setiap bulan yang dialami oleh wanita. Maka Ia mengimbau kepada seluruh siswi SMAN 1 Kutorejo untuk mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, karena zat besi menjadi salah satu faktor utama dalam memproduksi sel darah merah pada tubuh. Perlu diketahui bahwa kebutuhan zat besi pada tubuh rata-rata sebesar 15 mg setiap harinya.
“Jadi makanan apa saja yang mengandung zat besi yaitu bayam, daun ketela, kacang-kacangan, jeroan, tapi lebih tepatnya adalah hati. Jadi makanan yang paling tinggi kandungan zat besinya yaitu kacang-kacangan, hati, bisa hati ayam, hati kambing, hati sapi, kemudian kuning telur. Karena faktanya 30 persen atau 1/3 remaja putri di Indonesia mengalami kondisi yang namanya anemia atau kekurangan darah,” ujarnya. Dwi
Editor : Moch Ilham