SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jamuan makan siang Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Sabtu (17/6/2023) dipergunjingkan.
Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan makan siang tersebut atas ajakan Jokowi.
" Bapak Presiden makan siang bersama Bapak Prabowo jadi Bapak Presiden kan memang tinggal di Istana Bogor. Nah mengetahui Pak Prabowo sedang di Bogor juga, di Hambalang, Presiden mengajak makan siang," kata Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin kepada wartawan, Senin (19/6/2023).
Pertemuan keduanya itu diketahui dari foto yang diposting Prabowo di akun Instagramnya. Prabowo mengunggah foto pertemuan itu Minggu (18/6/2023) malam.
Ada 2 foto yang diunggah Prabowo. Kedua foto itu memperlihatkan mereka tengah menyantap makanan yang dihidangkan di meja.
Dari foto itu juga terlihat kalau pertemuan terjadi di siang hari, karena tampak suasana langit di foto itu masih terang.
Bey pun membantah jika keduanya sering bertemu akhir-akhir ini. Menurutnya, Jokowi memang kerap bertemu dengan para menterinya pada akhir pekan.
"Ah enggak. Dengan menteri-menteri kan biasa kalau dengan Pak Menhan, dengan menteri-menteri lain biasa di hari Minggu pun kadang-kadang hari Minggu, hari Sabtu Bapak Presiden biasa bertemu menteri-menteri," tuturnya.
Saat ditanya apa yang dibicarakan Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra itu, Bey mengatakan keduanya bicara masalah-masalah aktual, termasuk juga soal alutsista.
"Ya pasti ada yang diobrolkan," ujar Bey.
"Pasti masalah-masalah aktual, mungkin juga masalah alutsista," imbuhnya.
Bawa Kesan Tersendiri
Sementara Prabowo menyebut pertemuan itu membawa kesan tersendiri. "Pertemuan hari itu membawa kesan," kata Prabowo di kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2023) .
Ketua Umum Gerindra itu enggan mengungkapkan detail pertemuannya dengan Jokowi. Menurutnya, pertemuan antara menteri dan kepala negara tak harus diceritakan semua. Yang jelas, Prabowo menjamin bahwa pertemuan itu digelar dalam situasi baik.
"Jadi ya masak pembicaraan antara pimpinan negara dan menterinya harus diceritakan semua. Pokoknya tenang aja. Itu masih baik dan aman. Kalau pemimpin-pemimpin senyum berarti situasinya baik," ucapnya.
Reaksi PDIP
PDI Perjuangan (PDIP) membandingkan pertemuan Jokowi dengan Prabowo itu tak berbeda dengan pertemuan Jokowi dengan bacapres partainya, Ganjar Pranowo.
"Ya yang soal pertemuan Bapak Presiden dengan Menteri Pertahanan, kan sama saja ketika Pak Ganjar jauh-jauh dari Semarang ketemu Bapak Presiden, sama. Presiden sebagai kepala pemerintah kan pusat segala-galanya, jadi tidak bisa kita menafsir kanan kiri," kata Ketua DPP PDIP Said Abdullah kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/6/2023).
Meski begitu, Said menilai Jokowi sudah pasti mendukung Ganjar di Pilpres 2024. Said mengungkit pernyataan Jokowi yang menyebut Ganjar pemimpin masa depan saat di acara Rakernas PDIP beberapa waktu lalu.
"Yang bisa saya tafsirkan, presiden insyaallah sebagai pribadi, sebagai kader, akan berpihak kepada Ganjar Pranowo. Karena apa, di rakernas partai nyata-nyata pemimpin masa depan yang punya keberanian dan nyali adalah Ganjar Pranowo. Mau ditafsir apalagi pernyataan Bapak Jokowi," kata Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini.
Said lantas menganggap persamuhan makan siang Jokowi dan Prabowo itu tak ada yang istimewa. Menurutnya, pertemuan itu sekadar relasi antara presiden dengan menterinya.
"Oh iyalah (pertemuan biasa), ya orang ini presiden sama menteri pertahanannya, kok. Sekarang kalau bicara kedekatan kan, Menhan di Jakarta, Mas Ganjar dari Jateng. Berarti mana yang lebih dekat? Yang Jateng kan yang lebih jauh, ha-ha-ha...," katanya. n jk/erc/cr2/rmc
Editor : Moch Ilham