SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Usaha budidaya bunga Bugenvil kian banyak diminati sejak tahun 2021, saat masa PPKM hingga sekarang. Salah satunya yaitu, Sujadi (41), warga asal Desa Dumpiagung, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan.
Sujadi kini sukses membudidayakan bunga Bugenvil berawal dari hobi lalu dia kembangkan melalui belajar secara otodidak dari video di Youtube. “Saya memulai budidaya bunga Bugenvil ini, terutama Bugenvil impor, sejak tahun 2021, saat masa PPKM dulu itu,” ujar Sujadi, Senin (26/06/2023).
Sujadi mengungkapkan, keputusannya untuk budidaya Bugenvil ini didasari atas hobinya yang senang merawat tanaman. Dia kemudian berupaya mengembangkan bakatnya dengan cara belajar secara otodidak dari video-video tutorial budidaya Bugenvil di Youtube.
“Bunga kertas atau Bugenvil ini cukup populer di kalangan pecinta tanaman hias. Karena saya memang hobi merawat tanaman, saya kemudian mengambil inisiatif dengan belajar melalui Youtube terkait budidaya tanaman hias Bugenvil ini,” terangnya.
Bagi Sujadi, menanam Bugenvil tidak ada ruginya. Kalau pun bunga Bugenvilnya belum laku, maka tetap akan tumbuh dan membesar. Artinya, semakin besar pohon Bugenvil, semakin tinggi pula harganya. Apalagi jika telaten untuk melakukan sambung pucuk atau stek.
“Menanam itu kan tidak ada ruginya, karena kalau belum laku, pohonnya kalau tetap kita rawat juga akan tumbuh dan harganya juga akan mengikuti,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sujadi menuturkan, usahanya berkembang pesat. Lahan budidaya miliknya itu telah mampu menjual puluhan jenis Bugenvil impor, mulai dari jenis purple, pink, varigata hingga Bugenvil jenis Singapore varigata.
Mengenai harga, tambah Sujadi, Bugenvil ini harganya cukup beragam. Bugenvil yang telah tersambung dan sudah berbunga, dijual seharga Rp 35 ribu untuk yang ukuran kecil. Sedangkan untuk ukuran besar, harganya mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 1,5 juta.
“Harganya bermacam-macam mas. Kalau Bugenvil original, biasanya kami jual mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 100 ribu. Rata-rata dalam sebulan, kami mampu menjual hingga ratusan bunga, dengan omset yang juga lumayan,” paparnya.
Kemudian untuk para pelanggan yang biasa mengambil Bugenvil di tempatnya, tutur Sujadi, berasal dari berbagai daerah, mulai dari Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Tuban, Bojonegoro dan Pulau Madura serta Kalimantan. dsy
Editor : Desy Ayu