Ahli: Tidak Makan Garam Sama Sekali Juga Berbahaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Jakarta - Garam memiliki peranan penting dalam proses memasak, seperti menambah cita rasa, mengawetkan makanan, dan meningkatkan tekstur makanan. Namun, asupan garam berlebih juga dikaitkan dengan masalah kesehatan terutama hipertensi, faktor risiko utama penyakit jantung dan strok.

Selain itu, asupan garam berlebih juga bisa membebani kerja ginjal, menyebabkan kerusakan ginjal, atau batu ginjal. Karenanya, agar terhindar dari pelbagai penyakit, kita harus menjaga agar asupan garam sesuai batas aman, yakni 5 gram atau setara satu sendok teh per hari.

Lantas, bagaimana jika ada yang benar-benar ingin berhenti menghilangkan garam dari asupan makanan mereka? Apakah dampaknya akan bagi kesehatan tubuh?

Ahli gizi dan diet di RS Tagore India, Sweta Bose, mengatakan bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa natrium. Alhasil, jika seseorang benar-benar berhenti mengonsumsi garam selama sebulan, beberapa perubahan akan terjadi dalam tubuh.

Pada awalnya, tubuh mungkin mengalami penurunan retensi air dan penurunan tekanan darah sementara karena berkurangnya asupan natrium. Seiring waktu, indra perasa menjadi lebih sensitif terhadap rasa yang lebih halus, dan Anda mungkin mendapati bahwa makanan terasa berbeda atau bahkan hambar.

Kekurangan garam secara total dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, memengaruhi fungsi otot, transmisi saraf, mual, muntah, pusing, dan hidrasi tubuh secara keseluruhan

"Jangankan tidak makan garam sama sekali selama sebulan, bahkan kekurangan garam pun bisa menyebabkan koma, syok, hingga kematian," kata Bose, seperti dilansir Indian Express, Jumat (7/7).

Karena itulah, penting untuk menjaga asupan mineral esensial yang seimbang melalui sumber-sumber lain. Konsultasikan dengan ahli kesehatan sebelum melakukan perubahan pola makan yang signifikan.

"Tubuh membutuhkan 5 gram setiap hari, yang berarti satu sendok teh garam untuk orang normal. Kecuali jika orang punya masalah ginjal, hati, atau jantung seperti kardiomiopati dilatasi, asupan garam tidak boleh dikurangi dalam makanan sehari-hari," jelas dia.

Sementara itu, Puneet Bhuwania, dokter nefrologi dan transplantasi di RS Wockhardt India, menyebut bahwa kadar natrium yang rendah dalam tubuh dapat menyebabkan kram otot, mual, muntah, dan pusing pada situasi yang ekstrem. Orang dewasa yang mengonsumsi kurang dari 5 gram garam per hari memiliki tekanan darah yang lebih rendah dan risiko penyakit kardiovaskular, strok, dan serangan jantung koroner yang lebih rendah.

"Kekurangan garam pada akhirnya dapat menyebabkan syok, koma, dan kematian. Karena makanan kita mengandung lebih dari cukup garam, kehilangan garam yang parah sangat tidak mungkin terjadi," kata Bhuwania.hlt/na

Tag :

Berita Terbaru

Ringankan Biaya Pasien, Pemkab Pamekasan Sediakan Rumah Singgah Gratis

Ringankan Biaya Pasien, Pemkab Pamekasan Sediakan Rumah Singgah Gratis

Senin, 14 Sep 2026 13:12 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Guna membantu meringankan beban biaya dan tempat tinggal keluarga pasien selama proses berobat di sejumlah rumah sakit rujukan di…

Tekan Stigma ODHIV, KPAD Tulungagung Lakukan Eksperimen Sosial di CFD

Tekan Stigma ODHIV, KPAD Tulungagung Lakukan Eksperimen Sosial di CFD

Senin, 14 Sep 2026 13:11 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebagai upaya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait HIV/AIDS sekaligus mengurangi stigma terhadap ODHIV, Komisi…

Cuaca Ekstrem, Dinkes Surabaya Imbau Waspada Meningkatnya Kasus Influenza

Cuaca Ekstrem, Dinkes Surabaya Imbau Waspada Meningkatnya Kasus Influenza

Senin, 14 Sep 2026 13:09 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Imbas perubahan cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengimbau masyarakat menjaga…

Kode “Kopi” Rp100 Juta Dibongkar di Sidang Maidi, Uang Disebut Dibungkus Kopi Cap Gajah

Kode “Kopi” Rp100 Juta Dibongkar di Sidang Maidi, Uang Disebut Dibungkus Kopi Cap Gajah

Senin, 14 Sep 2026 12:30 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Istilah “kopi” dalam percakapan WhatsApp menyeruak dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Madiu…

Fraksi PDIP Jatim Soroti Rendahnya Realisasi Deviden BUMD

Fraksi PDIP Jatim Soroti Rendahnya Realisasi Deviden BUMD

Senin, 14 Sep 2026 12:28 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Timur dinilai masih timpang. Fraksi PDI …

Target PAD R-APBD 2027 Tidak Hanya Dari Pajak, BUMD Bisa Jadi Andalan

Target PAD R-APBD 2027 Tidak Hanya Dari Pajak, BUMD Bisa Jadi Andalan

Senin, 14 Sep 2026 12:27 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai membuka ruang fiskal APBD 2027 dengan tantangan tidak ringan. Pendapatan daerah diproyeksikan…