Jalan Tirtoyudo Malang Ambles, Distribusi Sembako Terhambat

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 11 Jul 2023 12:55 WIB

Jalan Tirtoyudo Malang Ambles, Distribusi Sembako Terhambat

i

Penampakan jalan ambles di Kecamatan Tirtoyudo, Malang. SP/ MLG

SURABAYAPAGI, Malang - Banjir yang melanda Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang sejak Kamis (07/07/2023)  mengakibatkan kondisi jalan ambles, sehingga distribusi bahan pangan (sembako) dan barang kebutuhan masyarakat menjadi terhambat.

Kini, Pemerintah Desa Sumbertangkil menutup akses jalan di lokasi tersebut untuk mengantisipasi bahaya lainnya. Diketahui, jalan yang ambles memiliki panjang sekitar 25 meter dan lebar 6 meter. Fondasi jalan yang tergerus oleh longsoran memiliki kedalaman lebih dari 50 meter.

Baca Juga: Pemkab Malang Sukses Tekan Inflasi Selama Ramadan

Jalan ini merupakan akses utama yang satu-satunya menghubungkan Sumbertangkil dengan Desa Pujiharjo, Desa Purwodadi, dan Kawasan Lenggoksono. 

Selain itu, menurut Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso, jalan ini juga merupakan jalur menuju beberapa pantai eksotis yang terkenal di daerah tersebut.

“Ada beberapa pantai yang sering dikunjungi wisatawan mancanegara di Pujiharjo dan Lenggoksono. Karena jalan ambles, secara otomatis wisata pantai terganggu,” ungkapnya, Selasa (11/07/2023).

Hendik mengungkapkan harapannya agar pemerintah segera melakukan perbaikan terhadap jalan yang ambles tersebut. Jika tidak segera diperbaiki, masyarakat di Pujiharjo dan Lenggoksono akan kesulitan dalam mengangkut hasil panen, seperti pisang dan kelapa, atau bahkan melakukan pembelanjaan dari Dampit ke Pujiharjo.

Baca Juga: Kapolsek dan Jajaran Polsek Singosari Buka Puasa Bersama Tahanan Polsek Singosari

Sementara itu, Davin Dian Prasetyo, seorang warga Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, menjelaskan, jalan yang ambles masih dapat dilalui. Namun, pada siang hari, jalan tersebut sudah miring dan retak. 

Untuk mengatasi situasi tersebut, Davin harus menggunakan sepeda motor untuk membawa barang bawaan seperti kebutuhan pokok dan sembako.

Davin terpaksa melakukan pengoperan barang beberapa kali. Barang sembako yang baru saja dibelinya harus dipindahkan dari sepeda motor ke mobil pikap yang menunggu di seberang jalan yang ambles.

Baca Juga: Hanya 130 Juta, UPT Keramik di Malang Perlu Dukungan Pemprov Jatim

“Kami terpaksa melakukan beberapa kali pengoperan barang. Kami membawa barang sembako menggunakan sepeda motor untuk melewati jalan yang ambles. Setelah itu, kami memindahkan barang ke mobil pikap,” jelas Davin.

Davin menambahkan bahwa jalan yang ambles ini merupakan satu-satunya akses menuju pasar Tirtoyudo dan pasar Dampit.

“Jalan ini merupakan akses utama kami menuju kota. Kami berharap agar segera diperbaiki sehingga perekonomian warga desa kami dapat berjalan lancar seperti sebelumnya,” pungkas Davin. dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU