SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan bintang bulutangkis tunggal putri PBSI, Lindaweni Fanetri, kini makin tampil mempesona usai menjadi seorang ibu. Nama Lindaweni Fanetri tentu tak asing lagi di telinga penggemar bulutangkis atau badminton lovers
Ia ernah menjadi bagian dari Pelatnas PBSI di sektor tunggal putri yang bergabung pada 2009 silam dan memutuskan keluar serta pensiun dari jagat bulutangkis pada 2016 lalu.
Lahir di Jakarta pada 18 Januari 1990, Lindaweni bergabung dengan klub PB Suryanegara, Surabaya yang sama dengan Sony Dwi Kuncoro hingga legenda ganda putra, Alvent Yulianto.
Dalam kariernya, Lindaweni Fanetri pernah mengalahkan juara Olimpiade 2012 asal China, Li Xuerui pada ajang Bitburger Open GPG 2010. Selain itu, ia juga mengalahkan runner-up Olimpiade 2012 sekaligus tunggal putri tangguh asal China, Wang Yihan pada babak pertama All England 2013.
Tak hanya itu, Lindaweni Fanetri juga pernah menjungkalkan Saina Nehwal, salah satu tunggal putri tangguh asal India di perempatfinal Singapura Open 2013. Bahkan, dia pernah melumat peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, Carolina Marin di 32 besar German Open 2012.
Duel tersebut digelar di Istora Senayan dan dimenangkan oleh Lindaweni Fanetri melalui rubber game dengan skor 14-21, 22-20, 21-12. Luar biasanya, Lindaweni Fanetri saat itu sempat tertinggal 14-20 dan berhasil membalikkan keadaan dengan meraih 8 poin beruntun.
Selama kariernya di bulutangkis, Lindaweni Fanetri pernah menduduki peringkat tertinggi yakni di nomor 11 ranking BWF pada Agustus 2013.
Tak hanya itu, ia juga berhasil mengoleksi berbagai gelar juara seperti medali perunggu Kejuaraan Dunia 2015 hingga juara di India Grand Prix Gold 2012.
Namun, dari beberapa raihan yang ia peroleh, ada suatu momen yang paling dikenang oleh penggemar bulu tangkis. Yakni saat Lindaweni Fanetri mampu menyingkirkan mantan ratu bulu tangkis dunia Tai Tzu Ying di babak perempat final Kejuaraan Dunia 2015 melalui rubber game ketat dengan skor 14-21, 22-20, 21-12.
Pertandingan yang dihelat di Istora Senayan itu menjadi fenomenal. Pasalnya, Lindaweni sempat tertinggal 14-20 dan berhasil membalikkan keadaan dengan meraih 8 poin beruntun.
Sayangnya, usai mengalahkan Tai Tzu Ying, Lindaweni Fanetri harus takluk dari tunggal putri India, Saina Nehwal di babak semifinal dengan skor 17-21, 17-21.
Setelah itu, Lindaweni Fanetri memutuskan hengkang dari Pelatnas PBSI dan pensiun pada 21 Desember 2016.
Usai gantung raket, Lindaweni Fanetri memilih untuk melanjutkan studinya dan sempat menggeluti bisnis kopi. Kemudian, ia memutuskan untuk menikah dengan Armand Nalendra pada tahun 2020 lalu.
Kehidupan pernikahan Lindaweni dan Lindaweni semakin bahagia usai dikaruniai momongan yang berjenis kelamin perempuan pada 20 Juni 2021, yang diberi nama Azqila Naresha Aleira.
Saat ini, Lindaweni Fanetri menjadi seorang ibu cantik yang bahagia mengurus sang buah hati dan suaminya. Ia juga kerap membagikan momen kebersamaan dengan keluarga kecilnya.
Dalam unggahan Instagram terbaru Lindaweni Fanetri, @lindaweni pada 23 April 2023, sang penakluk Tai Tzu Ying itu memamerkan momen bahagia bersama dengan keluarganya termasuk suami dan anaknya. Ia menungggah kebahagiaan itu saat Hari Raya Idul Fitri 2023.
Meski sudah menjadi seorang ibu dan tak lagi aktif di dunia bulutangkis, tunggal putri penakluk Tai Tzu Ying itu tetap tak luput dari perhatian penggemar. jk
Editor : Redaksi