Wadahi UMKM, Pemkot Surabaya Bentuk 50 Koperasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Foto: Pemkot Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Foto: Pemkot Surabaya.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkomitmen untuk meningkatkan kelas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Pahlawan. Hal itu disebabkan karena banyak UMKM yang sudah berdiri di Surabaya. Namun, mereka menghadapi banyak kendala saat bertarung di dunia usaha.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong UMKM di Surabaya untuk terus berkembang. Selain menambah modal, juga mempersiapkan mereka bisa menjadi besar.

Pemkot Surabaya pun membentuk manajemen yang dapat menyatukan mereka dengan mewadahi para pelaku UMKM dalam koperasi agar daya saing meningkat.

“Saya ingin koperasi ini berkembang dan punya modal,” kata Eri, Minggu (16/7/2023).

Orang nomor satu di Kota Surabaya ini menyadari, selama ini UMKM hanya bergerak sendiri-sendiri. Menurutnya, jika ada wadah, potensi mereka makin besar dan akan memiliki daya tawar lebih tinggi. Ia menilai, tidak mungkin UMKM dibina satu per satu.

“Karena itu, mereka dikumpulkan menjadi satu dalam koperasi. Dengan begitu, kontrol akan mudah dan peningkatan usaha mereka juga lebih gampang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala bidang Koperasi Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya Reza Fahreddy menyatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan keinginan wali kota.

Reza membenarkan bahwa sebuah usaha yang dinaungi satu nama badan bakal memiliki daya tawar lebih besar sehingga skala usahanya juga makin berkembang.

Ia menyebutkan bahwa saat ini ada 50 koperasi yang mewadahi UMKM. Koperasi tersebut terdiri atas dua jenis. Pertama, koperasi yang bergerak dengan rumah padat karya (RPK). Koperasi tersebut menjadi perpanjangan tangan RPK untuk menjual produk.

Salah satu contohnya adalah Koperasi Sumber Mulia Barokah. Mereka menjadi wadah bagi RPK paving di Tambak Wedi untuk memasarkan paving.

”Jadi, warga yang diberdayakan di RPK paving tidak bingung memikirkan harus memasarkan produknya ke mana. Sebab, ada koperasi yang membantu,” ujar Reza.

Kemudian yang kedua yakni koperasi toko kelontong (tokel). Koperasi ini dibentuk untuk mewadahi tokel di setiap kecamatan. Penggabungan tokel bertujuan mempermudah tokel di wilayah tersebut dalam mendapat barang kulakan.

”Kulakan barang dagangan bisa dilakukan berbarengan. Dengan begitu, akses ke supplier lebih mudah dan harga lebih murah,” ungkapnya.

Di samping itu, Subkoordinator Pemberdayaan Koperasi Dinkopumdag Surabaya Ahmad Fajar Faza menyampaikan bahwa pembentukan koperasi juga diiringi dengan pembinaan dan pengembangan usaha. Setiap tahun mereka diwajibkan membuat laporan dalam rapat anggota tahunan (RAT).

”Karena koperasi ini mengusung prinsip usaha kegotongroyongan, partisipasi aktif anggotanya menjadi kewajiban. Roda usaha mereka juga ikut bergerak,” jelasnya.

Apalagi koperasi bisa masuk dan mengelola usaha di berbagai bidang.

”Bahkan, koperasi itu bisa masuk ke lelang pemerintah. Nah, ini semangatnya sama dengan Pemkot Surabaya agar APBD Pemkot Surabaya bisa diserap UMKM,” pungkasnya. sb

Berita Terbaru

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa fondasi perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja…

IHSG Ditutup Menguat

IHSG Ditutup Menguat

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat ditopang oleh kombinasi sentimen dari tingkat…

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya menyebut sektor digital menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif (ekraf ) di Kota…

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Berdasarkan perkiraan Kementerian Keuangan, kebutuhan pembiayaan utang pemerintah Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp…

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Oleh: Hj. Lordna Putri Ini adalah terjemahan dari Adagium hukum paling terkenal di dunia: “Summum Ius Summa Iniuria”* (Cicero - Romawi) artinya: Keadilan Ter…

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pendiri Partai Gerindra Rahmat Sorialam Harahap, S.H., meminta Bareskrim Polri mendalami setiap informasi dan petunjuk yang relevan…