Pelaku Kasus Mutilasi di Sleman Ternyata Seorang Karyawan Restoran, Dikenal Misterius dan Tertutup

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
2 pelaku mutilasi Sleman ditangkap Polda DIJ dalam pelariannya di Bogor, Jawa Barat. SP/ SLM
2 pelaku mutilasi Sleman ditangkap Polda DIJ dalam pelariannya di Bogor, Jawa Barat. SP/ SLM

i

SURABAYAPAGI.com, Sleman - Masih membuat geger hingga misterius atas kasus mutilasi yang mengerikan menimpa mahasiswa UMY Redho Tri Agustian di Sleman belum juga menemukan titik terang, namun salah satu pelaku sudah diamankan polisi.

Salah satunya diketahui bernama Waliyin yang menyewa sebuah kamar kos di Dusun Krapyak RT 04, Kecamatan Triharjo, Sleman. Di tempat kos itu, baik warga dan tetangga kos sama sekali tidak memiliki informasi yang cukup banyak tentang sosoknya.

Padahal dia tercatat sudah menyewa kos tersebut sejak Agustus 2022 lalu. Namun, Ketua RT setempat, Ngatijo mengatakan bahwa pelaku mutilasi Redho Tri Agustian itu bekerja sebagai karyawan sebuah restoran di Kaliurang.

"Kesibukannya kerja (karyawan) di kuliner (restoran). Berangkat pagi pulang malam," bebernya, Jumat (21/07/2023).

Berdasarkan KTP, Waliyin tercatat sebagai warga Dusun Gatak, Desa Sukumulyo, Kecamatan Kajoran, Magelang. Sayangnya, Ngatijo juga tidak mengetahui cukup banyak tentang sosok yang cukup misterius itu lantaran memang cukup tertutup.

Namun sejak tinggal di tempat kos itu, Waliyin juga tidak pernah menyetorkan kartu identitasnya atau melapor kepada Ketua RT setempat. "Dia (Waliyin) tidak laporan saya. Jadi, saya tidak tahu dan tidak punya data," ungkap Ngatijo.

Sementara itu, saat itu, polisi sempat menunggu Waliyin pulang. Kemungkinan untuk dimintai keterangan atau ditangkap. Akan tetapi, setelah ditunggu lama, dia ternyata dia tidak pernah lagi pulang ke kosnya.

Selanjutnya, polisi melakukan penggeledahan kamar kos Waliyin dengan izin pemilik tempat kos. Dari dalam kamar kos itu, kata Ngatijo, polisi menemukan dan membawa sejumlah barang bukti. Namun, yang membuat heran adalah di dalam kamar kos yang ditempati Waliyin dan barang bukti, sama sekali tidak ditemukan bercak darah.

"Ditemukan parang, cangkul kecil. Di sebelah kosnya banyak bungkus sarung tangan, baju kotor tidak ada bercak darah," beber Ngatijo.

Tergabung Dalam Satu Komunitas Tidak Wajar di Medsos

Dirkrimum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi mengungkapkan bahwa antara korban dan pelaku saling kenal. Mereka tergabung dalam satu komunitas tidak wajar di media sosial.

"Salah satu pelaku datang ke Yogyakarta atas ajakan pelaku lain untuk menemui korban. Pelaku yang berdomisili di Yogyakarta menemui pelaku lain dari luar daerah Yogyakarta," beber Dirkrimum Polda DIY.

Mereka kemudian berkumpul di lokasi atau indekos salah satu pelaku yakni Waliyin di wilayah Krapyak, Triharjo, Kabupaten Sleman. Korban dan pelaku yang tergabung dalam komunitas tidak wajar kemudian melakukan aktivitas kekerasan satu sama lain secara berlebihan.

Ketiganya diduga penyuka sesama jenis. Aktivitas tidak wajar yang diduga dilakukan yakni hubungan intim sesama jenis dengan kekerasan yang berlebihan. Akibat kekerasan berlebihan itu, korban meninggal dunia.

Pelaku membuang potongan tubuh korban ke sejumlah tempat agar sulit ditemukan. Termasuk upaya menghilangkan sidik jari korban dengan cara merebus bagian tubuh korban itu.

Pada sore hari, mereka membuang potongan tubuh korban di tempat-tempat terpisah yang telah disurvei sebelumnya. dsy

Berita Terbaru

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…