Curi dan Jual Arsip Negara, Dua Honorer Pemkot Mojokerto Masuk Bui

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 25 Jul 2023 16:20 WIB

Curi dan Jual Arsip Negara, Dua Honorer Pemkot Mojokerto Masuk Bui

i

Kasatreskrim Polresta Mojokerto saat meberikan kekurangan kepada wartawan

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Dua orang tenaga honorer atau Non ASN Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Mojokerto ditangkap Unit Tipikor Satreskrim Polres Mojokerto Kota. Keduanya terbukti melakukan pencurian dokumen arsip Pemkot Mojokerto tahun 2014 sampai 2019.

Pelaku yakni HV (36) warga Kecamatan Magersari, dan MR (29) Kecamatan Prajuritkulon, diamankan di rumah masing-masing, pada Senin (24/7/2023) sore. 

Baca Juga: Hendak Study Tour, Dishub Kota Mojokerto Siap Bantu Cek Bus Sebelum Keberangkatan

Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Bambang Tri Sutrisno menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan dari Pemkot Mojokerto pada Rabu (5/7/2023) terkait hilangnya sejumlah dokumen penting dan buku milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip). Seperti, Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), Unit Layanan Pengadaan (ULP), dan sejumlah buku-buku milik perpustakaan.

"Kami menerima laporan dari Dinas Kearsipan, diketahui 24 Juni 2023 arsip-arsip yang berada di Dinas Kearsipan dan kemudian dilaporkan pada Juli 2023 ke Polres Mojokerto Kota. Dan dilakukan penyelidikan dan terbukti dua orang diduga kuat sebagai pelaku pencurian," ucapnya saat dikonfirmasi.

Kedua pelaku merupakan karyawan atau tenaga honorer yang sehari-hari merawat dan mengurusi kearsipan di Gedung Dispusip di Jalan Raya Surodinawan, Kota Mojokerto. Mereka mengambil dan menjual dokumen milik Pemkot tanpa izin.

Baca Juga: SPBE Terus Meningkat, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Study Tiru Kota Blitar

"Identitas kedua pelaku adalah HV (36) dan MR (29). Pekerja non ASN, iya (orang dalam). Setelah melakukan pencurian, lalu diloakkan dan pengakuan pelaku dapat nilai jual Rp 8 juta," ujar Bambang.

Terkait motif, lanjut Bambang, pihaknya masih belum bisa menjelaskan secara gamblang. Sebab kedua pelaku akan dirilis pada Kamis (27/7/2023). Namun, keduanya diduga kuat dengan sengaja melakukan pencurian dan menjualnya ke pedagang rongsokan atau loak tanpa sepengetahuan petinggi Pemkot.

Baca Juga: Tim Verifikasi Nasional Kunjungi Kampung KB Kanjeng Djimat Kota Mojokerto

"Untuk motif masih didalami, kami akan melakukan penjelasan ke rekan-rekan media. Karena keduanya merupakan karyawan atau merupakan disana. Mereka mengambil barang-barang tanpa sepengetahuan kepala dinas atau izin dari Kadis," ia memungkasi.

Sepekan terakhir, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi atas raibnya dokumen penting milik Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) serta Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang disimpan di depo gudang Arsip. Dwi

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU