SURABAYAPAGI.COM,Sampang-Turnamen sepak Bola Tambelangan (TBL) Cup yang digelar di lapangan Pao Bawang, Desa Tambelangan, di babak final terjadi permainan keras antara Putra Birem dan Ambara FC. Pertandingan yang keras banyak pemain tergeletak di tengah lapangan.
Namun waktu tetap berjalan sesuai dengan ketentuan. Padahal, banyak pelanggaran yang menyita waktu tetapi tidak ada perpanjangan waktu oleh wasit sehingga diduga kurang profesional.
Hal itu disayangkan oleh salah satu Suporter maupun Official Ambara FC, karena tidak ada tambahan waktu oleh wasit, menurutnya, banyak pemain tergeletak di lapangan, dan juga dia menilai Panitia kurang cekatan, harus memberi aba - aba kepada wasit untuk ada tambahan waktu dalam pertandingan.
“ Eman sekali, kegiatan yang hampir sukses, tapi kok Panitia dan Wasit tak memberi tambahan waktu walau hanya satu menit, ada apakah ini ?,“ kesal Mohammad Suporter maupun Official Ambara FC,Senin (31/7/2023).
Tak hanya itu, dalam babak pertama, wasit tersebut membuat ulah, dengan meniup peluit menganggap bola sudah keluar lapangan, walau bola jelas masih dalam garis dan hakim garis tidak mengangkat bendera tanda bola keluar, sehingga salah satu official dari Birem Putra Protes keras.
“ Tadi ada aja sampean sudah melihat, wasitnya kurang teliti, sampek di protes keras ama official Birem Putra, bola belum keluar malah dianggap keluar, “ ujar salah satu tokoh Masyarakat Tambelangan yang namanya enggan dipublikasikan.
Dia meminta kepada Panitia Sepak Bola TBL Cup, agar kedepan dipersiapkan dengan matang, dia juga meminta acara yang hampir bagus malah di akhir kurang baik, maka dia menilai berkesan asal ada acara.
“ Ayo Tahun depan kalo mau ada acara pertandingan sepak bola, persiapkan dengan bagus lagi, jangan hanya asal ada, agar lebih semarak dan sukses lagi," katanya.gan
Editor : Redaksi