Kini, Kabasarnas Marsdya TNI Henri Kooperatif saat Diperika KPK

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Marsdya TNI Henri Alfiandi, Kabasarnas RI
Marsdya TNI Henri Alfiandi, Kabasarnas RI

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri memberi informasi baru. Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi Ma dan Letkol Afri, telah bersikap kooperatif saat diperiksa sebagai saksi penerimaan uang yang diterima untuk memenangkan lelang proyek di Basarnas.

Sebelummya, mantan Kepala Basarnas Marsekal Muda (Marsda) TNI AU, Henri Alfiandi menolak diperiksa KPK. Henri meminta agar kasus dugaan suap yang menyeretnya diusut melalui mekanisme militer. Hak itu dimintakan setelah ia ditetapkan sebagai tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Alasannya, lanjut Henri, karena merasa kasus suap yang menjeratnya telah melebar dan tak berimbang. Meskipun ia menyatakan tetap akan mengikuti proses yang berlangsung di KPK.

"Iya nih. Beritanya jadi melebar. Enggak imbang. Diterima dan akan ikuti prosedur. Yang KPK saya enggak bisa sampaikan," ujarnya.

 

Kooperatif Ngakui Terima Uang

"Informasi dari teman-teman yang melakukan pemeriksaan keduanya kooperatif mengakui adanya dugaan penerimaan sejumlah uang dari pihak swasta terkait dengan lelang proyek di Basarnas dimaksud," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (11/8/2023).

Marsdya Henri dan Koorsmin Kabasarnas Letkol Afri Budi Cahyanto diperiksa di Puspom TNI pada Rabu (8/8/2023). Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tiga tersangka pemberi suap yang kasusnya ditangani KPK.

"Keduanya dilakukan pemeriksaan bersama dan didalami terkait dugaan penerimaan uang dari tersangka MG (Mulsunadi Gunawan) dkk agar dapat memenangkan lelang proyek di Basarnas," kata

Sebagai informasi, kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Setelah melakukan pemeriksaan, ada lima orang yang ditetapkan menjadi tersangka.

 

Lima Tersangka

Aliran uang suap ke Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi didalami penyidik KPK.

Empat saksi dari pihak swasta diperiksa tim penyidik pada Senin (7/8/2023). Para saksi diperiksa mengenai pengkondisian dalam proses lelang proyek di Basarnas.

"Para saksi hadir dan digali pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan proses setting-an untuk memenangkan perusahaan tersangka MG dan kawan-kawan ketika mengikuti lelang proyek di Basarnas," tambah Kabag Pemberitaan KPK Ali .

Keempat saksi yang diperiksa ialah Saripah Nurseha selaku Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama, Tommy Setyawan selaku Marketing PT Kindah Abadi Utama, Suri Dayanti sebagai Staf PT Dirgantara Elang Sakti Eka Sejati, dan Sony Santana selaku Staf PT Dirgantara Elang Sakti Eka Sejati.

Para saksi ini juga dicecar soal aliran uang kepada Marsdya TNI dalam pengkondisian proyek di Basarnas.

"Ditambah dengan dugaan adanya pemberian uang pada HA dan ABC agar proses setting-an dimaksud dapat disetujui," jelas Ali.

Dalam kasus suap pengadaan barang dan jasa di Basarnas, lima orang ditetapkan tersangka. KPK menetapkan tiga pihak swasta selaku pemberi suap.

 

Keterangan Danpuspom TNI

Sementara Puspom TNI menetapkan dua anggota TNI, yaitu Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi dan Koorsmin Kabasarnas Letkol Afri Budi Cahyanto, sebagai tersangka. Keduanya diduga menerima aliran suap.

Danpuspom TNI Marsda Agung Handoko mengatakan Letkol Afri menerima sejumlah uang dalam kasus korupsi proyek di Basarnas. Menurutnya, Letkol Afri menerima perintah langsung dari Marsdya Henri pada Kamis (20/7). Beberapa hari kemudian, Afri menemui Dirut PT Intertekno Grafika Sejati (IGK) bernama Marilya (MR) yang menyerahkan uang hampir Rp 1 miliar.

"ABC menerima uang dari Saudari Mery sebesar Rp 999.700.400 pada hari Selasa (25/7) sekitar 14.00 WIB di parkiran salah satu bank di Mabes TNI," kata dia.

 

Pemberi dan Penerima Suap

Para tersangka dibagi ke dalam kluster, pemberi suap dan penerima suap.  Tersangka pemberi yang ditangani KPK, yakni Komisaris Utama PT Multi Grafika Cipta Sejati, Mulsunadi Gunawan,  Direktur Utama PT Intertekno Grafika Sejati, Marilya dan  Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama, Roni Aidil.

Sedangkan, tersangka penerima, ditangani Puspom TNI, diantaranya Kepala Basarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi dan Koorsmin Kabasarnas Letkol Afri Budi Cahyanto.

Henri dan Afri diduga telah menerima suap Rp 999,7 juta dari Mulsunadi dan Rp 4,1 miliar dari Roni. Selain itu, Henri dan Afri diduga telah menerima suap total Rp 88,3 miliar dari sejumlah vendor sejak 2021 hingga 2023. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Milad 7 Tahun LSN, Gus Fawait Tegaskan Komitmen Syiar di Jalur Pemerintahan

Milad 7 Tahun LSN, Gus Fawait Tegaskan Komitmen Syiar di Jalur Pemerintahan

Senin, 09 Nov 2026 01:08 WIB

Senin, 09 Nov 2026 01:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, JEMBER – Laskar Sholawat Nusantara (LSN) menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan syiar melalui jalur pemerintahan. Seiring dengan itu, …

Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG

Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG

Minggu, 08 Nov 2026 21:13 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI. COM, Lumajang- Kualitas Makanan Jadi Prioritas Pemkab Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG, Kualitas Makanan Jadi Prioritas Bupati Lumajang, …

Cegah Pencurian Sapi dan Motor, Polsek Rowokangkung Sisir Permukiman Warga pada Malam Hari

Cegah Pencurian Sapi dan Motor, Polsek Rowokangkung Sisir Permukiman Warga pada Malam Hari

Minggu, 08 Nov 2026 21:10 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang- Ancaman pencurian ternak sapi dan sepeda motor menjadi perhatian Polsek Rowokangkung.  Untuk mencegah tindak kriminalitas tersebut, …

Luruskan Polemik di Medsos: PCM Tulangan Pastikan KBM MBS SMPM 5 Tidak Ada Ustadzah yang Dikeluarkan

Luruskan Polemik di Medsos: PCM Tulangan Pastikan KBM MBS SMPM 5 Tidak Ada Ustadzah yang Dikeluarkan

Minggu, 08 Nov 2026 18:54 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Isu yang sempat viral di media sosial serta dibumbui narasi sepihak mengenai adanya dugaan tekanan struktural maupun arogansi o…

Resmikan Kantor Baru di Kahuripan Nirwana, JATMAN Sidoarjo Perkuat Konsolidasi Spiritual dan Umat

Resmikan Kantor Baru di Kahuripan Nirwana, JATMAN Sidoarjo Perkuat Konsolidasi Spiritual dan Umat

Minggu, 08 Nov 2026 18:12 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Peta pergerakan spiritual dan organisasi keagamaan di Kabupaten Sidoarjo memasuki babak baru. Jam'iyah Ahlit Thariqah a…

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Merespons keluhan warga terkait kondisi sanitasi yang tidak layak, Pemerintah Kota Mojokerto bergerak menyiapkan solusi bagi …