Laila Mufidah Berharap Ada Sinergitas Perusahaan Swasta dan Pemkot dalam Upaya Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya Laila Mufidah mengapresiasi upaya pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan kesejahteraan warga Surabaya lawat program padat karya. 

Dengan memanfaatkan lahan dan aset untuk usaha bersama. Mulai dari mendirikan cafe berkelas dengan semua pekerja adalah warga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kemudian membuatkan usaha cuci motor dan mobil. 

Tidak berhenti di situ, mendirikan jasa potong rambut. Bahkan ada usaha di bidang budidaya makanan. Yang paling nyata terlihat adalah mendirikan "pabrik" pencetak paving. Produk paving akan dibeli Pemkot langsung untuk pembangunan di setiap wilayah. 

"Kami mengimpikan ada sinergitas antara perusahaan dan Pemkot dalam upaya penyerapan tenaga kerja. Kalau semua padat karya dengan sumber uang Pemkot, APBD akan makin terbebani," kata Laila. 

Laila menegaskan dengan Perda Ketenagakerjaan yang mengatur 40 persen pekerja warga lokal ini bisa memberi kekuatan untuk mendesak perusahaan peduli dengan tenaga kerja lokal.  Saat ini, DPRD Surabaya sudah membuat Perda inisiatif untuk mengikat setiap perusahaan dan pelaku usaha lainnya wajib mempekerjakan tenaga kerja lokal Surabaya.

Masukan diperlukan dalam rangka penyusunan regulasi, kebijakan, pengaturan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Namun semangat untuk mengatasi pengangguran ini harus mendapatkan hasil. Pekerja lokal atau warga asli Surabaya harus dilindungi. 

Selama ini tidak ada kewajiban apapun bagi pelaku usaha di Surabaya merekrut tenaga kerja lokal atau warga ber-KTP Surabaya. Perusahaan menggunakan sistem Rekrutmen sendiri untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja mereka. 

Apalagi saat ada perusahaan baru yang beroperasi di Surabaya. Tidak hanya perusahaan atau industri, hotel, mal, dan usaha properti (pengambang) juga banyak membutuhkan tenaga kerja. Ada asumsi yang menyebut bahwa warga Surabaya pilih-pilih pekerjaan. 

Selain itu ada anggapan yang belum tentu kebenarannya bahwa tenaga kerja Surabaya tidak segiat dari daerah lain. "Saya yakin tenaga kerja Surabaya bisa diandalkan. Makanya Dinas Tenaga Kerja perlu melakukan peningkatan pelatihan sesuai keterampilan yang dibutuhkan perusahaan,” kata Laila. Alq

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…