Antisipasi Kemarau Panjang, Warga di Surabaya Sulap Air Selokan Jadi Air Bersih

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aktis Sumarto seksi lingkungan RT 5 RW 13 Kebraon Indah Permai menunjukkan air bersih hasil olahan selokan. SP/ SBY
Aktis Sumarto seksi lingkungan RT 5 RW 13 Kebraon Indah Permai menunjukkan air bersih hasil olahan selokan. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sejumlah daerah Jawa Timur (Jatim), termasuk Kota Surabaya mengalami kekeringan di musim kemarau panjang ini. Mengatasi hal itu, warga RT 5 RW 13 Kebraon Indah Permai Surabaya secara swadaya menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tersebut memanfaatkan air selokan yang kemudian diubah menjadi air bersih. Ide itu bermula dari kewajiban penyiraman bergilir tanaman buah dalam pot oleh masing-masing warga saat musim kemarau.

Lalu, muncullah ide memunculkan satu sumber air yang bisa dipakai bersama menyiram tanaman.

“Saat musim hujan kebutuhan air untuk tanaman terpenuhi dari air hujan. Tapi tidak ketika musim kemarau, menyiramnya bergilir. Dari situ kami mulai berpikir,” jelas Andi Aruji Ketua RT 5 RW 14 Kebraon Indah Permai.

Dari hasil kesepakatan bersama, mereka berniat membuat sumur bor. Namun akhirnya diputuskan membuat IPAL di lingkungan RT itu. IPAL itu bisa menghasilkan 10 kubik air bersih dari selokan per hari. Lalu 0,5 kubik air hasil olahan itu digunakan untuk menyiram tanaman warga.

“Pembangunan bulan Juli, kemudian Agustus ini sudah selesai, biayanya berasal dari swadaya masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, sisanya akan dimanfaatkan hal lain. Rencananya akan ada kolam budidaya ikan milik warga, pertanian, dan usaha cuci motor yang akan direalisasi segera.

Sementara, Aktis Sumarto seksi lingkungan RT 5 RW 13 menjelaskan teknis olahan air selokan bisa menjadi air bersih. Awalnya, air selokan warga ditampung serta disaring di sebuah tong. Air dibiarkan mengendap untuk memisahkan air dengan sedimentasi.

“Hasil endapan air masuk ke bak ekualisasi. Fungsinya untuk menghomogenkan air,” katanya.

Setelah masuk ke bak ekualisasi, air kemudian berpindah ke bak kedua yang berisi bakteri anaerob. Fungsinya, untuk mendegradasikan bahan kimia. “Lalu, masuk ke bak ketiga, berisi bakteri aerob. Fungsinya mendegradasi bahan organik. Proses mampu mendegradasi bahan organik yang terlarut dalam air 40-60 persen,” jelasnya.

Setelah dari bak tiga air masuk ke bak clarifier yang berfungsi mengendapkan sedimentasi, sehingga air dari bak aerob bebas dari sedimentasi. Kemudian air masuk ke bak filter untuk menyaring serat-serat.

“Kemudian masuk ke transfer tank, dan hasil akhir di bak penampung akhir,” jelasnya.

Sebagai indikator air hasil olahan sudah dipastikan bersih, warga memakai ikan dalam akuarium. Bila ikan tersebut baik-baik saja, maka dipastikan air sudah bersih. sb-03/dsy

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Dapat Apresiasi Kementan RI, Proyek UPLAND Bawang Merah Jadi Percontohan Nasional

Bupati Sumenep Dapat Apresiasi Kementan RI, Proyek UPLAND Bawang Merah Jadi Percontohan Nasional

Kamis, 15 Okt 2026 15:49 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menerima apresiasi dari Kementerian Pertanian RI atas keberhasilan pelaksanaan Proyek UPLAND…

RUPSLB Tetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN

RUPSLB Tetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN

Kamis, 15 Okt 2026 15:46 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 15:46 WIB

SurabayaPagi, Jakarta — Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PLN (Persero) menetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN, menggantikan D…

Pemkab Jombang Bidik Sendang Made Jadi Cagar Peringkat Kabupaten 2026

Pemkab Jombang Bidik Sendang Made Jadi Cagar Peringkat Kabupaten 2026

Kamis, 15 Okt 2026 15:40 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menargetkan penetapan Situs Sendang Made di Desa Made, Kecamatan Kudu, sebagai cagar budaya…

Kontrak Puluhan P3K Paruh Waktu Ponorogo Tidak Diperpanjang, Pemkab Ungkap Penyebabnya

Kontrak Puluhan P3K Paruh Waktu Ponorogo Tidak Diperpanjang, Pemkab Ungkap Penyebabnya

Kamis, 15 Okt 2026 15:34 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebanyak 1.779 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu (PW) di Kabupaten Ponorogo menjalani perpanjangan…

Klaim Hemat Rp 464 Juta per Bulan, Pemkab Lumajang Perpanjang WFH ASN

Klaim Hemat Rp 464 Juta per Bulan, Pemkab Lumajang Perpanjang WFH ASN

Kamis, 15 Okt 2026 15:16 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 15:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti kebijakan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi…

Bidik Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Glow in the Dark

Bidik Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Glow in the Dark

Kamis, 15 Okt 2026 15:04 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 15:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Untuk pertama kalinya dalam 14 tahun penyelenggaraan, pagelaran tari kolosal Gandrung Sewu 2026 di Banyuwangi, akan menghadirkan…