"Saya dan rombongan berkesempatan naik MRT jalur Elizabeth Line yang baru dioperasionalkan di Inggris di bawah operator Crossrail Ltd," kata Gubernur Khofifah, yang diterima Surabaya Pagi, Kamis (31/8/2023).
Sebagai informasi, Crossrail Ltd merupakan salah satu perusahaan yang turut andil dalam dalam proyek investasi sektor transportasi kepada Pemprov Jawa Timur yang sebagaimana dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) saat temu bisnis dan investasi yang digelar di KBRI, London, Inggris Raya.
"Atas fasilitasi dari Kedubes Inggris di Jakarta dan KBRI di London, kami mendapat kesempatan untuk menggali ilmu secara langsung dari Transport for London (TFL)," imbuh Khofifah.
Masih menurut keterangan orang nomor satu di Jatim tersebut, bahwasannya Transport for London (TfL) merupakan tim yang bertanggung jawab terhadap hampir keseluruhan pengelolaan transportasi di London. Salah satunya yakni Elizabeth Line yang baru saja dioperasionalkan di bawah operator Crossrail Ltd, yang merupakan BUMD setempat.
“Elizabeth Line menjadi bagian yang sangat penting bagi TfL karena berbeda dengan jalur MRT lainnya yang sudah dibangun sebelumnya. Jalur Elizabeth Line ini dibangun di bawah Kota London yang sudah padat dengan bangunan diatasnya,” terangnya.
Tak hanya itu, Khofifah juga berkesempatan langsung untuk belajar tentang perencanaan stasiun kereta api yang ramah lingkungan dan teknologi tinggi hingga terkait Transit Oriented Development.
Namun, tidak menuntut kemudian kalau penyampaian informasi selanjutnya terkait hal tersebut akan dilakukan secara virtual oleh tim TfL dengan Pemprov Jatim.
Sejalan dengan hal tersebut, Khofifah berharap tim dari Pemprov Jatim juga bisa belajar serta menjajal teknologi terbaru transportasi massal khususnya MRT yang dikembangkan Crossrail Ltd untuk diterapkan di Jatim.
"Karena di Jawa Timur sendiri saat ini sudah selesai dilakukan penyusunan feasibility study untuk Surabaya Regional Railways Line (SRRL) dan Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP) dari Jerman, serta Pre-feasibility study Urban Mass Rapid Transit System (UMTS) dari Jepang," tegas perempuan yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial di era Kabinet Kerja tersebut.
Perlu diketahui, dalam penyusunan dokumen perencanaan tersebut merupakan bagian dari kriteria kesiapan dalam pembangunan transportasi publik (MRT, LRT, BRT, dan lain-lain).
Kendati demikian, diharapkan dapat menjadi dasar untuk membangun kerja sama lebih konkrit dengan memberikan solusi mengatasi kepadatan transportasi.
"Jatim sudah sangat siap untuk membangun koneksitas di antara titik-titik yang ada di wilayah Aglomerasi Surabaya (Gerbangkertosusila Plus)," ujar Khofifah.
Sebagai informasi, TfL mampu mengelola transportasi publik dengan sedikit suntikan dana dari pemerintah Inggris yang mana dari total pendapatan sebesar £ 8,9 milyar. Dipaparkan bahwa suntikan dana dari pemerintah hanya sekitar £ 0,9 milyar atau sekitar 10 persen dari total pendapatan. Sedangkan pendapatan dari penumpang sekitar 48 persen yakni sebesar £ 4,8 milyar.
Sementara itu, dalam pengelolaan TfL terbagi menjadi 3 model pengoperasian yaitu sistem Pengoperasian Langsung (direct operation), Sistem Kontrak Pelayanan (service contract), dan Sistem Izin Pengelolaan Bus dan Alat Transportasi.
"Semoga Jatim dapat membangun kerjasama lebih luas khususnya dengan institusi pemegang kewenangan transportasi publik khususnya TFL dan Crossrail Ltd untuk percepatan pembangunan transportasi publik berbasis kereta yang telah selesai studinya," harapnya.ani/ana
Editor : Mariana Setiawati