Dikhianati Nasdem dan Anies, Demokrat Mulai Dipinang Gerindra Gabung ke KIM

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani. SP/JKT
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani. SP/JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berpeluang masuk dan bergabung bersama partai Gerindra dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM). Bahkan kini dikabarkan, kedua partai tersebut sedang melakukan komunikasi.

Bergabungnya Demokrat ke KIM lantaran merasa dikhianati oleh Partai Nasdem dan Anies Baswedan. Sinyal bergabungnya Demokrat itu disebut oleh Muzani kalau ada koalisi baru yang bakal segera bergabung dengan KIM.

“Mudah-mudahan ada koalisi baru yang akan masuk,” kata Muzani saat menghadiri konsolidasi Partai Bulan Bintang (PBB), di Gedung DBL Arena, Surabaya, Jawa Timur.

Sebagai informasi, setelah keluarnya Demokrat dari Koalisi Perubahan ini, tak menutup kemungkinan adanya pertemuan antara Prabowo Subianto Ketum Partai Gerindra dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk segera membicarakan koalisi.

“Kita pokoknya sudah mulai intensif komunikasi,” jelasnya, Senin (04/09/2023).

Demi meraih suara dalam Pemilu 2024 mendatang, Gerindra memang membuka pintu seluas-luasnya bagi sejumlah partai maupun tokoh untuk bergabung ke koalisi.

Teranyar Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional telah bergabung pada pertengahan Agustus lalu, hingga merubah nama koalisi menjadi Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang sebelumnya adalah Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Meskipun perubahan nama koalisi KKIR ke KIM disebut menjadi alasan hengkangnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gerindra tetap optimis bisa menjadikan Prabowo Subianto menang di 2024.

“Kita membuka pintu ke setiap orang, setiap kelompok, setiap organisasi apalagi partai politik yang akan memberi kepada Pak Prabowo. Bagi kami dukungan dari siapapun apakah itu ormas, tokoh, kiai, pondok apalagi partai politik sesuatu yang berarti,” jelas Muzani. jk-06/dsy

Berita Terbaru

Multazam Ingatkan Gubernur Jatim: Normalisasi Sungai dan Jalan Rusak Harus Jadi Prioritas

Multazam Ingatkan Gubernur Jatim: Normalisasi Sungai dan Jalan Rusak Harus Jadi Prioritas

Rabu, 11 Feb 2026 10:16 WIB

Rabu, 11 Feb 2026 10:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur Multazamudz Dzikri mengungkapkan lemahnya pembangunan dan pengelolaan sungai yang menjadi kewenangan P…

Diduga Keracunan MBG, 24 Siswa SD Tulungagung Alami Pusing dan Mual

Diduga Keracunan MBG, 24 Siswa SD Tulungagung Alami Pusing dan Mual

Rabu, 11 Feb 2026 10:05 WIB

Rabu, 11 Feb 2026 10:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Program makanan bergizi gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto memang menuai pro kontra. Salah satunya, sebanyak…

Klaim Telah Urus Izin Tapi di SIMBG Masih Zonk, Pengelola Zam-Zam Residence "Berbohong"...?

Klaim Telah Urus Izin Tapi di SIMBG Masih Zonk, Pengelola Zam-Zam Residence "Berbohong"...?

Rabu, 11 Feb 2026 10:00 WIB

Rabu, 11 Feb 2026 10:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebelumnya PT Zam-Zam pengembang perumahan Grand Zam-Zam Residence mengklaim telah mengurus izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)…

Permainan Jalur Merah di BC, Getarkan Menteri UMKM

Permainan Jalur Merah di BC, Getarkan Menteri UMKM

Selasa, 10 Feb 2026 20:09 WIB

Selasa, 10 Feb 2026 20:09 WIB

KPK Telisik Importir yang Gunakan Jasa Kargo PT Blueray untuk Loloskan Barang KW, Palsu hingga Ilegal     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hingga Selasa (10/2), K…

Bikin Proyek Fiktif, Bos PT Dana Syariah Indonesia Ditahan Bareskrim

Bikin Proyek Fiktif, Bos PT Dana Syariah Indonesia Ditahan Bareskrim

Selasa, 10 Feb 2026 20:05 WIB

Selasa, 10 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bareskrim Polri menahan Direktur Utama PT Dana Syariah dua tersangka terkait kasus dugaan fraud PT Dana Syariah Indonesia (DSI).…

Bahan Alam Dicampur Kimia Ditemukan BPOM

Bahan Alam Dicampur Kimia Ditemukan BPOM

Selasa, 10 Feb 2026 20:01 WIB

Selasa, 10 Feb 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - 41 Obat bahan alam (OBA) dicampur bahan kimia obat (BKO) ditemukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sepanjang November hingga…