SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Minimnya peralatan keamanan (safety) angkutan air atau perahu wisata yang hilir mudik ke wisata religi Dewi Sekardadu Desa Ketingan, dikeluhkan para pengusaha travel serta para pengunjung (wisatawan).
"Miris dan kurang nyaman sebab ,jarak tempuh angkutan sungai dari dermaga Depo ke wisata religi muara Dusun Kepetingan cukup jauh," keluh Suwandi (45) para pengunjung makam Dewi Sekardadu di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Sidoarjo.
Senada hal tersebut, pemilik agen wisata asal Surabaya, juga mengeluhkan, "Demi Keamanan sebelum terjadi kecelakaan dan ada korban baru ngomong soal safety kendaraan air," ujarnya, sembari menyebutkan telah mengantarkan ratusan wisata domestik ke tempat ini.
Sebenarnya, wisata religi kawasan pesisir Sidoarjo ini, menyimpan banyak potensi wisata, seperti mangrove, budaya lokal, religi dan wisata air yang bisa mendatangkan banyak orang, dan tentu saja menghasilkan income, namun belum tergarap dengan baik.
Menurutnya, Jawa Timur (jatim) perlu melakukan pengembangan wisata religi di makam Dewi Sekardadu yang saat ini masih belum tergarap secara maksimal.
Selain alat angkutan air yang layak juga salah satunya dermaga pintu gerbang yang berada di komplek Depo Pasar Ikan Sidoarjo sebagai akses untuk menuju ke lokasi yang saat ini di kunjungi wisatawan domestik.
"Perahu perahu kami memang bekas kapal ikan jadi seadanya saja untuk alat angkutan penumpang air, sehingga kami mohon bantuan Dishub untuk alat kelengkapan penumpang yang layak untuk para wisatawan yang datang berkunjung ke makam Dewi Sekardadu," ujar Heri (47) Pemandu wisata asal Rangkah Kidul, Selasa (05/09/2023).
Lebih jauh dari pengamatan media ini, selain kurang lengkapnya pengaman kendaraan air, keadaan pintu gerbang wisata religi dan wisata air Ketingan masih jauh dari kata layak wisata pasalnya, tempat parkir bus dan mobil belum tersedia juga toilet dan rest area belum terbangun artinya masih alakadarnya kurang layak meski dari tempat ini berpotensi besar untuk menambah pendapatan asli Daerah (PAD) Kabupaten Sidoarjo.
Sementara itu, Gatot, pejabat Dinas Perikan Depo Pasar Ikan yang berketempatan sebagai pengelolah dermaga wisata religi Ketingan mengemukakan, bahwa makam ibu dari Sunan Giri ini, selain sebagai objek kunjungan wisata lokal juga setiap tahun menjadi jujugan nelayan Kupang Desa Balongdowo, Sidoarjo, saat melakukan ritual Nyadran (syukuran hasil laut),
Selain itu, ratusan bahkan ribuan peziarah datang pada waktu masuk bulan maulid nabi Muhammad SAW atau 1 Muharram.
"Potensi daya tarik wisatawan untuk datang ke makam Dewi Sekardadu ini cukup tinggi, perlu adanya sentuhan dan konsep pengembangan wisata religi, termasuk wisata air," ujarnya. Hdk/hik/dsy
Editor : Desy Ayu