DPRD Kota Kediri Cek 14 Sumur Warga yang Diduga Tercemar BBM

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGICOM, Kediri - Pencemaran air sumur yang dialami warga Kota Kediri jadi perhatian Komisi C DPRD Kota Kediri. Kemarin mereka turun ke lokasi pencemaran.

Air milik warga di Kelurahan Tempurejo ini diduga tercemar dari SPBU setempat.

Bau air yang tercemar mirip dengan bahan bakar minyak (BBM).

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri, Ashari meminta pemkot segera mengatasi pencemaran yang terjadi. Dilokasi terdampak anggota DPRD Kota Kediri ini mengecek sumber air milik warga.

“Secara kasat mata memang terlihat di permukaan air ada semacam minyak. Kemudian di beberapa sumur warga yang kita datangi memang berbau. Tapi kembali lagi, kita juga tidak bisa menyimpulkan sebelum ada hasil lab (laboratorium),” ujar Ashari.

Ashari juga berdikusi dengan warga. Di sana, dia menampung keluhan masyarakat terdampak. Terutama, terkait proses pengujian yang tak kunjung keluar hasilnya.

“Kami mendorong pemerintah segera memastikan. Uji lab yang sudah dilakukan berkali-kali ini hasilnya seperti apa? Supaya masyarakat kita kalau sudah punya kepastian, pikirannya nggak kesana kemari,” terang Ashari yang kemarin datang bersama Ayub Wahyu Hidayatullah dan Bambang Giantoro, dua anggota Komisi C DPRD Kota Kediri lainnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri M. Anang Kurniawan melalui Sekretaris Dinas Roni Yusianto mengatakan, pihaknya hingga kini masih berupaya mencari penyebab pencemaran terjadi.

Termasuk menunggu hasil uji laboratorium yang saat ini tengah dilakukan oleh peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).

“Hasil tesnya belum keluar. Tes untuk mengetahui kandungan hidrokarbonnya. Itu untuk mengetahui kandungan minyak di dalamnya,” tandas Roni.

Seperti diberitakan, pencemaran kali pertama dikeluhkan warga Kelurahan Tempurejo, Pesantren sejak Agustus kemarin.

Air sumur warga yang semula normal tiba-tiba mengeluarkan bau menyerupai minyak.

Sebagian menyebut baunya mirip bensin. Sebagian lainnya menyebut bau mirip solar.

Warga pun langsung menduga sumber cemaran berasal dari SPBU yang jaraknya kurang dari 100 meter. Selain dari SPBU, cemaran di 14 sumur warga juga bisa berasal dari tumpukan sampah di bekas galian raksasa yang ada di dekat permukiman warga.

Untuk memastikan sumbernya, Pemkot Kediri menggandeng tim dari ITS untuk melakukan penelitian. Can

Berita Terbaru

30 Penyedia Mamin Melakukan Penandatangan Kontrak Payung Harga Konsolidasi

30 Penyedia Mamin Melakukan Penandatangan Kontrak Payung Harga Konsolidasi

Selasa, 30 Jun 2026 06:11 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 06:11 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Sebanyak 30 penyedia makan minum melakukan penandatanganan kontrak payung harga konsolidasi bersama Pemerintah Kota …

Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok

Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok

Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden Prabowo Subianto menegaskan terbuka dengan masukan apa pun, termasuk dari anak-anak di desa. Bahkan, yang disampaikan…

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan

Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB

Jokowi, hanya tengah menunjukkan ambisi kekuasaan tanpa batas." Guntur RomliJuru Bicara PDIP SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejadian kepala kerbau diinjak…

Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK

Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK

Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sidang dugaan korupsi yang menjerat eks Bupati Pati, Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang berakhir ricuh. Ini usai majelis hakim…

PB IDI "Kejar" Menkes yang Tebar Kesenjangan Gaji Dokter

PB IDI "Kejar" Menkes yang Tebar Kesenjangan Gaji Dokter

Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB

"Memang teman-teman variasi besaran penghasilan berbeda, dan jauh sekali. Saya nggak enak menyampaikan di Jakarta, ada yang dapatnya, orderan sebulan…

Pelaku Pelanggaran Privasi Grup K-Pop Dihukum Rp 350 Juta

Pelaku Pelanggaran Privasi Grup K-Pop Dihukum Rp 350 Juta

Senin, 29 Jun 2026 20:25 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelaku pelanggaran privasi terhadap grup K-Pop paling populer sedunia itu kini dihukum penjara. Pelaku pelanggaran privasi grup…