Mitos Rebo Wekasan: Tolak Bala hingga Dilarang Menikah, Bagaimana Menurut Pandangan Islam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mitos Rebo Wekasan. SP/ SBY
Mitos Rebo Wekasan. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Rebo Wekasan merupakan tradisi yang masih dipegang oleh beberapa masyarakat di Indonesia, terutama yang memiliki akar budaya dan agama yang kuat.

Rebo Wekasan atau yang sering juga disebut dengan Rebo Pungkasan, adalah hari Rabu terakhir dibulan Safar pada kalender Jawa. 

Biasanya, di hari ini, diadakan banyak ritual adat yang bertujuan untuk menolak bala dan memohon kelimpahan hasil bumi, agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama satu tahun ke depan.

Meskipun beberapa mitos dan keyakinan terkait Rebo Wekasan mungkin tidak memiliki dasar ilmiah yang jelas, tradisi ini tetap dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi. Berikut ini mitos terkait Rebo Wekasan, di antaranya:

1. Larangan Menikah

Mitos ini mungkin berasal dari keyakinan bahwa Rebo Wekasan adalah hari yang dianggap kurang baik atau memiliki energi negatif. Orang-orang mungkin takut bahwa menikah pada hari tersebut akan membawa nasib buruk.

Namun, dalam Islam, tidak ada larangan khusus untuk menikah pada hari tertentu, asalkan pernikahan tersebut mematuhi syariat Islam.

2. Dilarang Keluar Rumah

Keyakinan ini mungkin timbul dari upaya untuk menghindari risiko seperti kecelakaan atau musibah di luar rumah pada malam Rebo Wekasan. Meskipun penting untuk berhati-hati di jalan, tidak ada alasan untuk secara khusus tidak boleh keluar rumah pada hari itu.

Pandangan Mitos Rebo Wekasan Menurut Islam

Keyakinan bahwa Rebo Wekasan adalah hari diturunkannya bala musibah untuk setahun mungkin berasal dari kepercayaan kuno yang berkaitan dengan bulan Safar.

Meskipun demikian, dalam Islam, hanya Allah yang mengetahui kapan dan bagaimana musibah akan datang. Oleh karena itu, penting untuk selalu berdoa dan memohon perlindungan kepada-Nya, tetapi tidak ada bukti bahwa Rebo Wekasan secara khusus membawa musibah.

Menanggapi hal ini, melansir dari Islam.NU.or.id pada rabu (13/09/2023), Rasulullah SAW telah bersabda yang artinya sebagai berikut,

"Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga tidak ada kesialan pada bulan Shafar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa." (HR Imam al-Bukhari dan Muslim).

Itu artinya, dalam pandangan Islam, tidak ada bulan sial. Sebab, hal ini sama saja mendahului ketetapan Allah SWT. Sakit, sehat, bencana, dan marabahaya lainnya, datang karena berasal dari Allah SWT. Bukannya datang dengan sendirinya tanpa alasan.

Terkait amalan yang dikerjakan pada Rebo Wekasan, tidak masalah dikerjakan asalkan niatnya murni karena ingin mendapat syafaat dari Allah SWT, bukan karena niat lainnya. sb-01/dsy

Berita Terbaru

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…